🔎 Gambaran Umum APBN 2026
Sesuai UU Nomor 17 Tahun 2025, APBN 2026 dirancang untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan, dengan:
- Pendapatan Negara sebesar Rp3.153,6 triliun
- Belanja Negara sebesar Rp3.842,7 triliun
- Defisit sebesar 2,68% terhadap PDB
Belanja negara difokuskan pada program strategis yang menyentuh langsung masyarakat, seperti:
- Program Makan Bergizi Gratis Rp335 triliun
- Pendidikan Rp769,1 triliun
- Perlindungan Sosial Rp508,2 triliun
- Kesehatan Rp244 triliun
- Ketahanan Energi dan Pangan
💰 Kinerja APBN di Wilayah KPPN Klaten
Hingga 31 Mei 2026, kinerja APBN di wilayah kerja KPPN Klaten (Kabupaten Klaten dan Boyolali) menunjukkan capaian sebagai berikut:
- Realisasi Belanja APBN mencapai Rp1,99 triliun atau 41,56% dari pagu
- Transfer ke Daerah terealisasi Rp1,53 triliun atau 48,64% dari alokasi
- Belanja Modal tumbuh signifikan dengan realisasi Rp21,88 miliar, meningkat tajam dibanding tahun sebelumnya
🏛️ Transfer ke Daerah Dorong Pembangunan
Penyaluran Transfer ke Daerah didominasi oleh:
- Dana Alokasi Umum (DAU) Rp1,03 triliun
- DAK Non Fisik Rp359,76 miliar
- Dana Desa Rp125,62 miliar
Untuk wilayah:
- Kabupaten Klaten: Rp889,15 miliar
- Kabupaten Boyolali: Rp643,25 miliar
📈 Pendapatan Negara di Daerah
Dari sisi penerimaan, hingga Mei 2026 tercatat:
- Total Pendapatan Negara: Rp913,38 miliar
- Penerimaan Perpajakan: Rp674,72 miliar
- PNBP: Rp238,66 miliar
PNBP menunjukkan pertumbuhan positif dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, mencerminkan diversifikasi sumber penerimaan negara di daerah.
🍽️ Program Strategis Nasional Berjalan Baik
Pelaksanaan Program Strategis Nasional di Klaten dan Boyolali menunjukkan progres menggembirakan:
- Program Makan Bergizi Gratis telah didukung ratusan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG)
- Program Koperasi Desa Merah Putih terus berkembang, dengan ratusan koperasi telah memiliki NPWP, NIB, dan akun Simkopdes
✅ Komitmen KPPN Klaten
KPPN Klaten terus berkomitmen mendukung pengelolaan fiskal yang prudent, transparan, dan akuntabel, serta memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah guna mendorong pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
Disadur dari laporan Press Rilis bulan Mei 2026 oleh Habiby














