Security Awareness bertujuan agar semua pegawai Kementerian Keuangan memahami pentingnya keamanan informasi dan tanggung jawab mereka terkait keamanan informasi.
Information Security Awareness bukan hanya tanggung jawab Top Management, Tim TIK, maupun Tim Keamanan Informasi saja, namun merupakan tanggung jawab semua pegawai di lingkungan Kementerian Keuangan.
Berikut File Materi Information Security Awareness: Materi Security Awareness.pdf

Jakarta, 10/12/2024 Kemenkeu – Presiden Prabowo Subianto didampingi Wakil Presiden Gibran Rakabuming bersama seluruh pimpinan tinggi negara, Kementerian, Lembaga, serta Pemerintah Daerah hari ini menghadiri acara Penyerahan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) dan Buku Alokasi Transfer Ke Daerah (TKD) tahun Anggaran 2025 di Istana Negara, Jakarta.
Penyerahan DIPA secara digital dan Buku Alokasi TKD ini menjadi simbol dimulainya pelaksanaan APBN tahun anggaran 2025. Dalam sambutannya, Menteri Keuangan Sri Mulyani menjelaskan bahwa APBN 2025 disusun dalam masa transisi pemerintahan dan telah mengakomodasi program prioritas presiden terpilih secara optimal.
Ia mengungkapkan, APBN adalah instrumen penting yang sangat menentukan kemajuan suatu bangsa dan menjadi instrumen andalan dalam melindungi masyarakat serta perekonomian untuk menghadapi berbagai gejolak guncangan serta krisis. Oleh karena itu, menurutnya APBN harus terus dijaga kesehatan, kredibilitas, dan sustainabilitasnya.
“Alhamdulillah, Indonesia terus mampu menjaga keseimbangan antara upaya meraih kemajuan pertumbuhan ekonomi dan pemerataan dengan menjaga stabilitas dan sustainabilitas,” ujar Menteri Keuangan.
Ia memaparkan, APBN 2025 disusun dengan asumsi perkembangan dan proyeksi ekonomi tahun 2025 yang dinamis dan penuh ketidakpastian geopolitik. Perekonomian Indonesia di periode 2022 hingga 2024 diperkirakan tumbuh di kisaran 5%. Sementara itu, inflasi di bulan November 2024 berada di angka 1,55% year on year, termasuk terendah di dunia. Neraca perdagangan Indonesia mencapai surplus 54 bulan berturut-turut.
“Dengan capaian perekonomian yang relatif baik dan stabil hingga 2024 ini, akan menjadi pijakan bagi akselerasi target pembangunan dan pertumbuhan ekonomi yang lebih baik dan lebih tinggi di tahun 2025 dan 5 tahun ke depan,” tegas sang Bendahara Negara.
Menteri Keuangan menjelaskan, dalam APBN tahun depan belanja negara ditetapkan sebesar 3.621,3 triliun rupiah atau meningkat 8,9% dibandingkan APBN 2024. Belanja pemerintah pusat yang mencapai 2.701,4 triliun rupiah ditujukan untuk mendorong program prioritas pemerintah di bidang pendidikan, kesehatan, perlindungan sosial, ketahanan pangan dan energi, serta perumahan.
Selain itu, program unggulan 2025 juga telah ditampung di APBN melalui program makanan bergizi gratis, pemeriksaan kesehatan gratis, renovasi sekolah, sekolah unggulan terintegrasi, dan terciptanya lumbung pangan nasional, daerah dan desa.
Transfer ke daerah sebesar 919,9 triliun rupiah mendukung akselerasi pertumbuhan ekonomi dan pelayanan yang inklusif. Sementara, pendapatan negara tahun 2025 adalah sebesar 3.005,1 triliun dengan defisit sebesar 616,2 triliun rupiah atau 2,53% dari PDB.
Menteri Keuangan mengatakan, penyusunan DIPA telah melalui proses digitalisasi yang berhasil menyederhanakan proses pengesahan dari semula 12 tahap menjadi 4 tahap, dengan menggunakan aplikasi SAKTI.
Ia pun berharap DIPA Kementerian, Lembaga dan daftar alokasi Transfer ke Daerah tahun 2025 dapat segera diselesaikan dan dilaksanakan. Sehingga pada awal tahun, masyarakat dan perekonomian dapat langsung merasakan manfaatnya secara maksimal. (dm/al)
Sumber: Kemenkeu RI
Pada 24 September 2024 lalu, telah diterbitkan Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan Nomor PER- 13/PB/2024 Tentang Langkah-Langkah Dalam Menghadapi Akhir Tahun Anggaran 2024 dengan pokok-pokok pengaturan sebagai berikut:





Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan Nomor PER- 13/PB/2024 dapat diunduh disini.
Materi Sosialisasi PER- 13/PB/2024 dapat diunduh disini.

Jakarta, 02/09/2024 Kemenkeu – Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan, ekonomi Indonesia mengalami pertumbuhan yang relatif stabil dan cukup tinggi untuk level rata-rata global meski terus berhadapan dengan dinamika dan volatilitas dimana inflasi tinggi secara global, suku bunga melonjak 500 basis poin di Amerika Serikat, dan capital outflow serta dolar yang menguat. Tercatat pertumbuhan ekonomi Indonesia pada level diatas 5% yaitu 5,05% pada tahun 2023.
“Kita tetap bisa menjaga momentum pertumbuhan dalam pergolakan dan situasi di mana dinamika ekonomi global luar biasa tinggi. Juga terjadinya fragmentasi, terjadi proteksionisme, kenaikan tarif dan menyebabkan perdagangan dunia antar negara melemah dan global growth yang melemah tadi hanya 3%, sementara kita tetap terjaga di 5%,” ungkap Menkeu dalam Rapat Kerja Komite IV DPD RI di Jakarta, Senin (02/09).
Tingkat pertumbuhan ekonomi ini menggambarkan bahwa Indonesia memiliki resiliensi yang tinggi baik dari sisi komponen pengeluaran dengan konsumsi rumah tangga yang terjaga dan investasi atau PMTB (Pembentukan Modal Tetap Bruto) mulai meningkat dengan adanya capital inflow. Menkeu menyatakan ini karena Pemerintah terus mendukung pertumbuhan melalui APBN.
Pertumbuhan ekonomi yang tinggi ini turut menyebabkan perbaikan dari indeks pembangunan Indonesia. Kemiskinan kembali menurun di bawah pre pandemi level setelah sebelumnya meningkat akibat terjadinya pandemi.
“Kemiskinan menurun kembali sesudah mengalami kenaikan akibat terjadinya pandemi yang tadinya sudah single digit di 9,4% tahun 2019, melonjak lagi di 10,14%, tapi kemudian sekarang kita sudah turun di bawah prepandemi. Jadi sudah 9,03% di bawah 2019. Demikian juga dengan kemiskinan ekstrim Indonesia kita lihat juga terus mengalami penurunan mendekati 0 sesuai target Pemerintah untuk 2024 bisa menghilangkan kemiskinan ekstrim di Indonesia,” jelas Menkeu.
Sedangkan dari sisi pemerataan, dengan adanya beberapa indikator perbaikan pertumbuhan maupun secara spasial menyebabkan gini rasio Indonesia juga mengalami perbaikan. Tercatat gini ratio tahun 2024 lebih rendah setelah mengalami kenaikan pada saat terjadinya pandemi, yaitu dari 0,381 menjadi 0,379.
“Tingkat kemiskinan dan pengangguran kita lihat di seluruh wilayah juga mengalami perbaikan. Tentu ini tidak menyebabkan kita berpuas diri karena kalau kita lihat beberapa tingkat kemiskinan di berbagai daerah masih diatas rata-rata nasional dan bahkan di beberapa daerah double digitnya cukup tinggi,” pungkas Menkeu. (dj/al)
Kepala KPPN Lahat Budi Hartadi, Kepala KPP Pratama Lahat Andy Wisnu Wardhana, dan Kepala KPKNL Lahat Masdjaya menyelenggarakan kegiatan Press Release realisasi APBN periode sampai dengan 31 Juli 2024 wilayah kerja Kemenkeu Satu Lahat meliputi Kabupaten Lahat, Empat Lawang, Muara Enim, PALI, Musi Rawas, Musi Rawas Utara, Kota Pagar Alam dan Lubuk Linggau. Kegiatan dilaksanakan secara daring juga luring berlokasi di KPPN Lahat.

Berdasarkan data Bank Indonesia, tercatat Inflasi Indonesia pada Bulan Juli 2024 sebesar 2,13% (yoy) yang mengalami penurunan dibandingkan dengan periode sebelumnya pada Bulan Juni 2024 yang tercatat sebesar 2,51% (yoy). Sedangkan inflasi di Provinsi Sumatera Selatan mencapai 0,29% (mom) pada Bulan Juli 2024, angka ini cenderung mengalami kenaikan apabila dibandingkan dengan periode Juni 2024 yakni sebesar 0,03% (mom). Selanjutnya untuk pertumbuhan ekonomi triwulan II Provinsi Sumatera selatan mengalami pertumbuhan sebesar 4,96 (yoy) berdasarkan data yang disampaikan oleh Badan Pusat Statistik Provinsi Sumatera Selatan.
Ringkasnya, rincian pendapatan dan belanja sampai dengan 31 Juli 2024 yang masuk dan keluar kas negara yang dikelola oleh KPPN Lahat, KPP Pratama Lahat dan KPKNL Lahat adalah sebagai berikut :
Berikut penjelasan terkait pagu dan realisasi APBN di wilayah kerja Kemenkeu Satu Lahat Sampai dengan 31 Juli 2024.
PENDAPATAN PERPAJAKAN
KPP Pratama Lahat memiliki tiga wilayah kerja, yaitu Kabupaten Lahat, Kota Pagar Alam, dan Kabupaten Empat Lawang. Hingga Juli 2024, Kabupaten Lahat masih menjadi kontributor terbesar dalam penerimaan pajak dengan kontribusi sebesar 77,8%. Kabupaten Empat Lawang memberikan kontribusi sebesar 17,21%, diikuti oleh Kota Pagar Alam sebesar 4,99%. Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh wajib pajak yang telah memenuhi kewajibannya dan turut berpartisipasi dalam pembangunan daerah Lahat.
Terdapat lima sektor dominan yang menjadi penyumbang terbesar penerimaan pajak di KPP Pratama Lahat, yaitu Pertambangan dan Penggalian, Administrasi Pemerintahan dan Jaminan Sosial Wajib, Transportasi dan Pergudangan, Industri Pengolahan, serta Perdagangan Besar dan Eceran. Hingga Juli 2024, sektor Pertambangan dan Penggalian merupakan kontributor terbesar dengan kontribusi sebesar 30,77%. Sektor Administrasi Pemerintahan dan Jaminan Sosial Wajib memberikan kontribusi sebesar 18,23%, diikuti oleh sektor Transportasi dan Pergudangan sebesar 10,54%, Industri Pengolahan sebesar 8,74%, dan Perdagangan Besar dan Eceran sebesar 3,51%.
Sampai dengan Juli 2024, KPP Pratama Lahat telah merealisasikan penerimaan pajak sebesar 475,92 miliar rupiah, yang mengalami pertumbuhan sebesar 0,42% dibandingkan dengan realisasi penerimaan pajak pada Juli 2023 sebesar 473,93 miliar rupiah. Komposisi penerimaan pajak ini berasal dari empat jenis pajak, yaitu Pajak Penghasilan (PPh) Non-Migas, PPN dan PPnBM, PBB, serta Pajak Lainnya. Pajak PPh Non-Migas memberikan kontribusi terbesar dengan 225,59 miliar rupiah pada Juli 2023 dan meningkat menjadi 242,83 miliar rupiah pada Juli 2024. Besarnya kontribusi dari Pajak PPh Non-Migas ini didorong oleh sektor pertambangan dan kegiatan supporting tambang, yang mengalami peningkatan, serta kenaikan pagu belanja pemerintah (APBN dan APBD) setiap tahunnya, ditambah dengan kinerja industri pengolahan yang menunjukkan tren positif.
Realisasi penerimaan pajak dari jenis Pajak PPN dan PPnBM juga mengalami kenaikan dari periode Januari-Juli 2023 ke periode Januari-Juli 2024. Pada periode Januari-Juli 2023, KPP Pratama Lahat merealisasikan PPN dan PPnBM sebesar 175,73 miliar rupiah, sementara pada periode Januari-Juli 2024, realisasi PPN dan PPnBM mencapai 206,97 miliar rupiah, sehingga terjadi pertumbuhan sebesar 17,48% secara year-on-year. Kegiatan sektor pertambangan dan supporting tambang, serta bertambahnya pagu belanja pemerintah (APBN dan APBD), masih menjadi faktor utama yang mendorong pertumbuhan penerimaan dari Pajak PPN dan PPnBM. Selain itu, peningkatan kegiatan ekstensifikasi di sektor pertanian dan perkebunan juga memberikan dampak positif pada tumbuhnya penerimaan PPN dan PPnBM di sektor industri pengolahan.
Realisasi penerimaan pajak dari jenis Pajak PBB pada periode Januari-Juli 2024 masih belum signifikan jika dibandingkan dengan periode Januari-Juli 2023. Pada periode Januari-Juli 2023, Pajak PBB memberikan kontribusi penerimaan sebesar 66,27 miliar rupiah, sementara pada periode Januari-Juli 2024, penerimaan Pajak PBB mencapai 19,92 miliar rupiah. Belum signifikannya penerimaan Pajak PBB pada periode Januari-Juli 2024 disebabkan oleh jatuh tempo pembayaran PBB yang berada pada bulan Desember 2024.
Kontribusi pajak yang terkumpul menjadi fondasi utama dalam pembiayaan berbagai proyek infrastruktur dan program sosial yang vital bagi kesejahteraan masyarakat di wilayah Lahat. Salah satu fokus utama penggunaan dana ini adalah pembangunan dan perbaikan jaringan jalan, yang bertujuan untuk meningkatkan konektivitas antarwilayah dan mempermudah akses masyarakat terhadap berbagai layanan publik. Selain itu, dana pajak ini juga dialokasikan untuk meningkatkan kualitas dan ketersediaan fasilitas kesehatan.
Dalam rangka mendapatkan data pembayaran pajak yang valid dari Pemerintah Daerah, KPP Pratama Lahat melakukan rekonsiliasi pembayaran pajak, yang ditandai dengan penandatanganan Berita Acara Rekonsiliasi (BAR) yang juga dihadiri oleh Kantor Pelayanan dan Perbendaharaan Negara (KPPN) Lahat. Penandatanganan BAR ini dilakukan untuk tiga kabupaten yang berada di wilayah kerja KPP Pratama Lahat, yaitu Kabupaten Lahat, Kabupaten Empat Lawang, dan Kota Pagar Alam. Penandatanganan BAR dilakukan setiap semester, dan KPP Pratama Lahat senantiasa mendorong setiap kabupaten/kota untuk selalu tepat waktu dalam pelaksanaan BAR. Hingga semester I 2024, Kabupaten Empat Lawang telah melaksanakan BAR secara tepat waktu. KPP Pratama Lahat akan terus berinovasi dan memperkuat kerjasama dengan pemerintah daerah untuk memastikan keberlanjutan peningkatan penerimaan pajak di masa mendatang.
Salah satu indikator kepatuhan wajib pajak adalah penyampaian Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan Pajak Penghasilan secara tepat waktu. SPT Tahunan Pajak Penghasilan wajib disampaikan oleh wajib pajak pribadi paling lambat tanggal 31 Maret setelah tahun pajak berjalan, sementara SPT Tahunan Pajak Penghasilan Wajib Pajak Badan wajib disampaikan paling lambat tanggal 30 April setelah tahun pajak berjalan. Untuk tahun pajak 2023, SPT Tahunan Pajak Penghasilan Badan telah disampaikan sebanyak 1.406 SPT ke KPP Pratama Lahat. Wajib Pajak Orang Pribadi (Karyawan) telah menyampaikan sebanyak 36.494 SPT, sementara Wajib Pajak Orang Pribadi (Non-Karyawan) telah melaporkan sebanyak 6.304 SPT.
Direktorat Jenderal Pajak sedang melakukan Reformasi Perpajakan Jilid 3. Salah satu bagian dari program Reformasi Perpajakan Jilid 3 adalah Pembaruan Sistem Inti Administrasi Perpajakan (PSIAP) atau lebih dikenal dengan istilah “Coretax”. Salah satu visi Coretax adalah mewujudkan Sistem Inti Administrasi Perpajakan yang Mudah, Andal, Terintegrasi, Akurat, dan Pasti untuk optimalisasi pelayanan dan pengawasan sebagai bagian reformasi perpajakan (SIAP-MANTAP) dengan 21 proses bisnis yang dirancang ulang. Dengan demikian, proyek Coretax ke depannya bertujuan untuk memberikan kemudahan kepada wajib pajak dalam mengetahui posisi hak dan kewajiban perpajakan secara near real-time. Menurut rencana, implementasi Coretax akan dapat dilaksanakan pada akhir tahun 2024.
Saat ini, seluruh unit kerja di Lingkungan Direktorat Jenderal Pajak sedang mengadakan edukasi aplikasi Coretax kepada wajib pajak. Edukasi aplikasi Coretax ini dilakukan melalui tiga tahap. Edukasi aplikasi Coretax tahap I dimulai pada tanggal 12 Agustus 2024 sampai dengan akhir September 2024. Bentuk kegiatan edukasi aplikasi Coretax tahap I adalah pengenalan aplikasi secara terbatas kepada wajib pajak terpilih yang dilakukan secara bertahap. Oleh karena itu, KPP Pratama Lahat harus mempersiapkan tim edukasi Coretax serta menentukan wajib pajak terpilih untuk diedukasi, sehingga kegiatan ini dapat berjalan sesuai rencana.
REALISASI PNBP DAN LELANG
Dari sisi kekayaan Negara, KPKNL Lahat per 30 Juli 2024 mencatat realisasi PNBP yang berasal dari pelaksanaan lelang, pengelolaan Barang Milik Negara dan pengurusan piutang negara sebesar 1,36 miliar dengan target 5,804 miliar, yang terbagi atas PNBP Lelang senilai 842 juta, PNBP BMN senilai 516 juta, dan PNBP Piutang Negara senilai 1,45 juta.
Realisasi Pokok lelang pada KPKNL Lahat sebesar 26,05 miliardengan target 39,079 miliar. Nilai realisasi pokok lelang inimeningkat sebesar 235.26% persen dibandingkan dengan Triwulan I (Rp7,77 miliar).
Nilai perolehan BMN yang tercatat dikelola oleh KPKNL Lahat sebesar 2,38 triliun, uraian BMN terbesar yaitu asset tanah Rp905 miliar, asset bangunan/gedung Rp 952 miliar, asset jalan dan jembatan Rp114,71 miliar, aset lainnya 319,64 miliar dan aset mesin peralatan non TIK sebesar Rp88,65 miliar
Dalam semarak ulang tahun lelang ke-166, KPKNL Lahat melakukan Lelang UMKM pada tanggal 13 s.d. 14 Mei 2024 yang diikuti oleh 22 UMKM di Lubuk Linggau. Produk yang dilelang berupa produk olahan makanan khas Lubuk Linggau. Lelang UMKM ini tanpa uang jaminan dan bebas bea lelang pembeli.
Beberapa hal yang menjadi perhatian dalam layanan KPKNL Lahat:
Hubungi KPKNL Lahat untuk mendapat informasi lelang ke Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya., WA:08117265656, Halo DJKN 150-991
KINERJA PENYALURAN BELANJA PEMERINTAH PUSAT, TRANSFER KE DAERAH DAN DANA DESA
KPPN Lahat merupakan KPPN tipe A1 Non Provinsi di wilayah Sumatera Selatan yang melayani 88 satuan kerja di wilayah Kabupaten Lahat, Kabupaten Muara Enim, Kabupaten Empat Lawang, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir dan Kota Pagar Alam.
Alokasi pagu belanja pemerintah pusat tahun 2024 mengalami peningkatan sebesar sebesar 141,32 miliar atau 14,62% jika dibandingkan dengan tahun 2023 yaitu dari 966,52 miliar menjadi 1.107,84 miliar. Belanja pemerintah pusat terdiri dari Belanja Pegawai, Belanja Barang, dan Belanja Modal.
Realisasi belanja pemerintah pusat sampai dengan periode 31 Juli 2024 sebesar 621,55 miliar atau telah mencapai 56,1%. Terdapat peningkatan sebesar 1,17% jika dibandingkan dengan periode yang sama di tahun 2023 yaitu 54,93%. Hal ini menunjukkan bahwa kinerja penyaluran belanja pemerintah pusat menjadi lebih baik.
KPPN Lahat selaku KPA BUN Penyalur Transfer Ke Daerah memiliki wiliyah kerja 5 Pemerintah Daerah yaitu Kab. Lahat, Kab. Muara Enim, Kab. Empat Lawang, Kab. PALI, dan Kota Pagar Alam. Sampai dengan 31 Juli 2024 KPPN Lahat telah menyalurkan TKD sebesar 1557,59 Miliar di Kab. Lahat, 2517,46 Miliar di Kab. Muara Enim, 529,44 Miliar di Kab. Empat Lawang, 661,66 Miliar di Kab. PALI, dan 359,80 Miliar di Kota Pagar Alam.
Jika dirinci berdasarkan jenis TKD per 31 Juli 2024 KPPN Lahat menyalurkan DAU sebesar 1471,77 Miliar, DBH sebesar 2128,53 Miliar, DAK Fisik sebesar 40,79 Miliar, DAK Non Fisik sebesar 325,40 Miliar, Dana Desa sebesar 486,51 Miliar, dan Insentif Fiskal sebesar 3,57 Miliar.
Dari kegiatan Press Release ini, diharapkan realisasi pendapatan maupun belanja negara di wilayah Provinsi Sumatera Selatan khususnya wilayah kerja kemenkeu satu Lahat dapat terjaga pertumbuhannya hingga akhir tahun guna mewujudkan fungsi APBN sebagai penopang pertumbuhan ekonomi nasional.
Lahat, 9 Agustus 2024 - Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Lahat terus berkomitmen mengoptimalkan langkah strategis untuk memperkuat integritas, meningkatkan kompetensi, dan kesejahteraan pegawai.
Sebagai bagian dari upaya tersebut, KPPN Lahar menyelenggarakan kegiatan Jalan Santai pada Jumat pagi (9/8/2024). Acara ini diikuti oleh seluruh pejabat dan pegawai KPPN Lahat.
Rute Jalan Santai yang dipilih menyusuri area sekitar kantor, memberikan kesempatan bagi para pegawai untuk berolahraga ringan sambil menikmati udara pagi yang segar. Jalan Santai ini tidak hanya bertujuan untuk menjaga kebugaran fisik, tetapi juga untuk mempererat kebersamaan dan membangun semangat kerja yang lebih baik di antara para pegawai.
KPPN Lahat berkomitmen untuk terus mengadakan berbagai kegiatan yang mendukung pengembangan pegawai dan peningkatan kualitas pelayanan, sejalan dengan visi dan misi DJPb dalam mewujudkan pengelolaan keuangan negara yang lebih baik dan akuntabel.
Pada hari Kamis tanggal 25 Juli 2024, KPPN Lahat menyelenggarakan kegiatan Treasury Goes To School pada SMA Negeri 4 Lahat. Kegiatan ini merupakan rangkaian acara peringatan Hari Bakti Perbendaharaan Tahun 2024. Acara dihadiri oleh guru dan siswa siswi SMA Negeri 4 Lahat yang bertempat di Aula SMA Negeri 4 Lahat. Maksud dari pelaksanaan kegiatan Treasury Goes To School adalah menyebarkan knowledge terkait APBN dan perilaku antikorupsi secara masif ke sekolah. Tujuannya adalah agar siswa dapat memahami manfaat APBN sebagai instrumen dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, termasuk siswa sekolah.

Acara Treasury Goes To School dibuka oleh Perwakilan Kepala SMA Negeri 4 Lahat, Ibu Rolly Afrianti. Beliau menyampaikan kepada seluruh siswa siswi untuk dapat mengikuti acara dengan baik dan menyerap seluruh informasi yang akan disampaikan oleh pemateri. Selanjutnya dilanjutkan dengan sambutan Kepala KPPN Lahat, Bapak Budi Hartadi. Setelah itu, acara dilanjutkan dengan sesi penyampaian materi APBN, penyuluhan antikorupsi, dan PKN STAN.

Seluruh siswa siswi sangat antusias dalam mengikuti rangkaian acara. Mereka aktif dalam berinteraksi selama proses pemberian materi baik memberikan pertanyaan dan menjawab pertanyaan. Disela kegiatan juga terdapat mini games dan mini quis yang diberikan oleh para pemateri. Semoga dengan terlaksananya kegiatan ini dapat memberikan informasi yang lebih mendalam terkait APBN, pendidikan antikorupsi, dan informasi terkait seleksi masuk PKN STAN.

Di era revolusi industri 4.0 segala aspek kehidupan tidak terlepas dari sentuhan teknologi, mendorong transformasi digital pada aktivitas dan proses bisnis di berbagai sektor. Hal ini melahirkan beragam inovasi teknologi seperti Artificial Intelligence dan Internet of Things (IoT). Peranan teknologi IoT juga menghasilkan adanya Cloud Computing dan Big Data. Melalui perkembangan teknologi informasi, saat ini setiap perangkat dengan mudah terkoneksi dalam jaringan komputer seperti internet.
Menurut World Bank, berdasarkan data ITU (International Telecommunication Union) porsi pengguna internet di dunia adalah sekitar 49 persen populasi pada tahun 2017, porsi tersebut meningkat pesat dibandingkan tahun 2000 yang hanya sekitar 6,7 persen. Serupa dengan hal tersebut, Internet World Stats memperkirakan porsi pengguna internet di dunia adalah sebesar 64,2 persen populasi pada kuartal pertama tahun 2021. Adapun jumlah pengguna internet yang diperkirakan itu adalah sebanyak lebih dari 5 miliar, jumlah tersebut meningkat sekitar 1.300 persen dibandingkan tahun 2000.
Peningkatan jumlah pengguna internet di dunia tidak terlepas dari peningkatan jumlah ancaman ataupun serangan siber (cyber attack). Khusus Indonesia, BSSN (Badan Siber dan Sandi Negara) mencatat pada tahun 2018 ada 12,8 juta serangan. Pada tahun 2019 melonjak 98,2 juta serangan, selanjutnya pada tahun 2020 ada sebanyak 74,2 juta serangan. (Laporan Honeynet Project, BSSN)
Ibarat kisah perisai yang tidak tertembus dan tombak yang mampu menembus apapun, serangan siber (cyber attack) terus menciptakan ancaman potensial bagi sistem sampai end-user. Pada tahun 2021 ini, sejumlah pihak menilai serangan siber belum akan mereda. Kaspersky misalnya menyebutkan bahwa pandemi COVID-19 bisa membuat munculnya berbagai gelombang kemiskinan yang kemungkinan akan meningkatkan kejahatan, termasuk melakukan cyber attack. Salah satu solusi untuk meminimalisir hal tersebut yaitu dengan memberi perhatian terhadap pengelolaan sistem keamanan siber (cybersecurity). Cybersecurity merupakan perlindungan yang sangat dibutuhkan baik untuk perorangan, perusahaan, ataupun pemerintahan untuk menjaga dan mencegah penyalahgunaan akses maupun pemanfaatan data dalam sistem teknologi informasi dari seseorang yang tidak memiliki hak untuk mengakses maupun memanfaatkan data dalam sistem tersebut.
Apa itu Cybersecurity?
Menurut ISO (International Organization for Standardization), tepatnya ISO/IEC 27032:2012 Information technology — Security techniques — Guidelines for cybersecurity. Cybersecurity atau cyberspace security adalah upaya yang dilakukan dalam menjaga kerahasiaan (confidentiality), integritas (integrity), dan ketersediaan (availability) dari informasi di cyberspace . Adapun cyberspace merujuk pada lingkungan yang kompleks yang merupakan hasil dari interaksi antara orang, perangkat lunak, dan layanan di internet, yang didukung oleh perangkat teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dan koneksi jaringan yang tersebar di seluruh dunia.
Sedangkan menurut CISCO, cybersecurity adalah praktik melindungi sistem, jaringan, dan program dari serangan digital. Cybersecurity biasanya ditujukan untuk mengakses, mengubah, atau menghancurkan informasi sensitif, memeras uang dari pengguna, atau mengganggu operasional proses bisnis.
Jadi, dapat disimpulkan bahwa cybersecurity atau keamanan siber sebagai tindakan untuk melindungi sistem komputer dari serangan digital atau akses ilegal. Terdapat beberapa elemen dari cybersecurity antara lain, application security, information security, cloud security, network security, disaster recovery/business continuity planning, operational security, dan end-user education. Elemen-elemen ini sangat penting guna memastikan keamanan cybersecurity secara keseluruhan, karena risiko terkena ancaman digital terus meningkat dan ancamannya pun semakin beragam. Maka dari itu, penting untuk melindungi sistem bahkan dari risiko terkecil sekalipun.
Ancaman Cybersecurity
Ancaman maupun serangan tidak hanya terjadi di dunia nyata atau langsung menyentuh diri kita tetapi juga marak terjadi saling menyerang di cyberspace. Penyerangan di cyberspace paling dikenal yang melahirkan istilah cyber attack terjadi pada tahun 1988 dalam peristiwa The Morris Worm. Pada saat itu, seorang mahasiswa pascasarjana Cornell University New York, Amerika. Robert Tapan Morris berhasil menyebarkan virus (Morris Worm) pada sebagian besar komputer di Amerika Serikat dan mematikan sekitar 10 persen komputer di dunia yang pada saat itu sedang terhubung ke internet. Pelaku cyber attack pada dasarnya adalah orang yang menguasai algoritma dan pemrograman komputer untuk menciptakan kode/script. Mereka mampu menganalisa celah pada sistem sehingga memanfaatkan celah tersebut untuk memasuki sistem komputer secara illegal dan melakukan pengrusakan data. Ada pun jenis ancaman siber berdasarkan modus operasi pelaksanaannya, yaitu:
Berawal di periode 1960-an dan terus berkembang hingga saat ini. Terjadi pertama kali di Amerika Serikat pada tahun 1960-an. Berbagai kasus cyber crime terjadi saat itu, mulai dari manipulasi transkrip akademik mahasiswa di Brooklyn College New York, penggunaan komputer dalam penyelundupan narkotika, penyalahgunaan komputer oleh karyawan hingga akses tidak sah terhadap Database Security Pacific National Bank yang mengakibatkan kerugian sebesar 10.2 juta dolar AS pada tahun 1978. Dalam praktik cyber crime, pelaku melakukan akses ilegal seperti transmisi ilegal atau manipulasi data untuk tujuan tertentu, di antaranya menciptakan gangguan dan mencari keuntungan finansial, bisa dilakukan seorang diri atau melibatkan sekelompok orang. Para pelaku cyber crime tentu adalah orang yang sudah ahli dalam berbagai teknik hacking, bahkan tak jarang sebuah aksi cyber crime dilakukan dari berbagai tempat berbeda di waktu bersamaan. Banyak contoh aksi cyber crime yang masih terjadi, seperti pencurian identitas (identity theft), penipuan/pembobolan kartu kredit (carding), memata-matai target tertentu (cyber espionage), dan lain-lain.
Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi memberi banyak kemudahan dalam menjalankan aktivitas pemerintahan, namun melahirkan ancaman baru yang berdampak bagi kestabilan kedaulatan suatu negara juga, yaitu cyber warfare. Cyber warfare merupakan perkembangan dari cyber attack dan cyber crime. Cyber warfare dapat diartikan sebagai perang di dalam cyberspace, namun di dalam cyber warfare terdapat penyerangan yang berbeda dengan penyerangan dalam perang konvensional atau perang fisik lainnya. Media utama yang digunakan di dalam cyber warfare adalah komputer dan internet, objek yang diserang dalam cyber warfare bukan merupakan wilayah fisik, wilayah teritorial ataupun wilayah geografis, namun objek dalam cyberspace yang dikuasai oleh suatu negara. Salah satu contoh kasus cyber warfare yaitu kasus antara Amerika Serikat dengan Iran di tahun 2008 dimana Amerika Serikat merusak sistem sentrifugal Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir milik Iran.
Merupakan aktivitas sejumlah jaringan atau kelompok teroris yang bertujuan untuk mengganggu keamanan sosial, politik, dan ekonomi suatu negara dengan memanfaatkan kekuatan teknologi internet. Misalnya seperti menyerang website resmi pemerintah, melakukan sadap jaringan komunikasi strategis politik, mencuri sumber data elektronik perbankan, dan sebagainya. Aktivitas siber ini sangat berbahaya karena dapat menyebabkan kepanikan dan ketakutan skala besar.
Metode Cyber Attack
Beberapa metode yang umum digunakan oleh pelaku cyber attack yang menjadi ancaman cybersecurity.
Malware adalah salah satu ancaman cyber paling umum, berbentuk software berbahaya yang dibuat untuk menganggu atau merusak komputer pengguna. Malware seringkali menyebar melalui lampiran email atau unduhan yang nampak sah, beberapa jenis malware yang umum dikenal yaitu:
Social engineering adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan serangan yang didasarkan oleh interaksi manusia, dilakukan dengan memanipulasi pengguna untuk memberikan informasi sensitif seperti password, jawaban untuk pertanyaan keamanan, dan lainnya. Jenis ancaman ini memanfaatkan rasa ingin tahu manusia dan memancingnya untuk melakukan hal-hal yang mungkin terasa biasa saja, tetapi sebenarnya membahayakan. Sebagai contoh, aksi social engineering yang marak menimpa pengguna ojek online. Modus yang dijalankan adalah dengan menelpon korban dan menanyakan kode OTP (One Time Password), kode ini cukup penting untuk dapat mengambil alih akun korban.
Injeksi SQL (Structured Query Language) adalah jenis ancaman cybersecurity yang digunakan untuk mengambil kendali dan mencuri data dari pusat data. Penjahat siber memanfaatkan kerentanan dalam aplikasi berbasis data untuk memasukkan kode berbahaya ke dalam basis data melalui pernyataan SQL. Ini memberi mereka akses ke informasi sensitif yang terdapat dalam pusat data.
Phishing merupakan bentuk penipuan yang biasanya hadir melalui email, penipu akan mengirimkan email menggunakan alamat yang mirip dengan sumber terpercaya dan mengelabui target menggunakan fake form login pada situs palsu yang menyerupai situs aslinya. Penipuan ini bertujuan untuk mencuri data sensitif seperti nomor keamanan kartu kredit (CVC), password, dan informasi penting lainnya.
Domain name adalah aset yang berharga karena dapat diperjualbelikan, disewa, dapat menjadi situs pemasang iklan sehingga menjadi sumber keuangan, bahkan dapat dijaminkan. Ada beberapa jenis ancaman cybersecurity yang berhubungan dengan nama domain, yaitu:
Metode cyber crime ini mencegah sistem komputer memenuhi permintaan akses yang, sehingga pengguna yang berhak atau yang berkepentingan tidak dapat menggunakan layanan tersebut. Serangan DoS menargetkan bandwidth dan koneksi sebuah jaringan untuk dapat mencapai misinya, dengan membanjiri jaringan dan server dengan traffic menggunakan perangkat yang sudah tersedia pada jaringan itu sendiri, sehingga membuat pengguna yang sudah terkoneksi di dalamnya mengalami hilang koneksi.
Setiap tindak kejahatan di cyberspace tentu saja mengakibatkan kerugian yang dirasakan oleh korbannya, kerugian yang dihasilkan cyber attack pun sangat besar. Sebagai contoh, WannaCry yang sempat menghebohkan dunia beberapa tahun lalu. Menurut Kaspersky, WannaCry yang menginfeksi lebih dari 230.000 perangkat di 150 negara mengakibatkan kerugian setidaknya 4 miliar dolar AS secara global.
Spesifik di Indonesia, berdasarkan penelitian Frost & Sullivan yang diprakarsai Microsoft pada tahun 2018, potensi kerugian ekonomi di Indonesia yang diakibatkan oleh cyber attack menyebabkan kerugian mencapai Rp 478,8 triliun atau 34,2 miliar dolar AS. Besarnya nilai kerugian tersebut adalah lebih dari 3 persen PDB Indonesia pada tahun 2018.
Menerapkan cybersecurity yang efektif kini menjadi tantangan, karena ada begitu banyak perangkat dibandingkan pengguna, dan penyerangan pun menjadi lebih inovatif. Walaupun infrastruktur pendukung keamanan siber telah diperkuat dewasa ini, tetapi tidak menutup kemungkinan peningkatan ancaman keamanan siber secara eksponensial. Melihat urgensi dari cybersecurity maka perlu upaya serius dari organisasi untuk membangun suatu infrastruktur pengamanan data dan infomasi yang handal, personil yang berkompeten, serta menyusun suatu prosedur operasional yang baku dalam pengelolaan data dan informasi dengan mengacu pada standar cybersecurity.
Salah satu standar cybersecurity yang paling populer adalah ISO/IEC 270001:213 Information technology — Security techniques — Information security management systems — Requirements. Pertama kali diterbitkan pada tahun 2005 dan telah mengalami pembaruan beberapa kali, dirancang untuk meningkatkan keamanan informasi, praktek keamanan informasi yang baik, dan kebijakan terkait untuk membantu mencegah penyalahgunaan dan pengubahan informasi dan komputasi sistem yang sensitif. Sertifikasi ISO/IEC 27001 pun bisa membantu organisasi mendapatkan kepercayaan yang lebih baik dari konsumennya.
Penulis: Penulis: Dwiyani Permatasari, Seksi Informasi, Bidang Kepatuhan Internal, Hukum, dan Informasi, Kantor Wilayah DJKN Sulawesi Selatan, Tenggara, dan Barat