
Oleh: Ngatiman, PTPN Penyelia KPPN Surakarta
Keberadaan UMKM menjadi tulang punggung ekonomi, tentu tidak bisa disepelekan begitu saja, sebab sektor UMKM menjadi penyumbang perekenomian nasional, mengatasi kemiskinan, kesenjangan pendapatan masyarakat, dan membantu mengurangi pengangguran. Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) telah lama diakui sebagai tulang punggung perekonomian nasional. Namun, sektor ini kerap menghadapi berbagai tantangan, mulai dari keterbatasan akses permodalan hingga minimnya kemampuan dalam tata kelola keuangan. Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) sebagai instansi vertikal di bawah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb), Kementerian Keuangan, dan representasi Menteri Keuangan di daerah turut mengambil peran strategis menjadi Financial Advisor bagi Pemerintah Daerah dan para pelaku usaha, termasuk UMKM.
Sebagai implementasi peran KPPN sebagai Finacial Advisor dalam upaya meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah, KPPN memiliki tugas mendukung pemberdayaan UMKM di wilayah kerja masing-masing KPPN dalam bentuk perluasan akses pembiayaan bagi para pelaku UMKM khususnya penyaluran Kredit Ultra Mikro (UMi). Tugas dan peran KPPN dalam pemberdayaan UMKM yang pertama adalah monitoring dan evaluasi pembiayaan Ultra Mikro (UMi). Menurut Peraturan Direktorat Jenderal Perbendaharaan PER-6/PB/2022, Pembiayaan UMi adalah program fasilitas pembiayaan kepada Usaha Ultra Mikro baik dalam bentuk pembiayaan konvensional maupun pembiayaan berdasarkan prinsip syariah. Program ini diluncurkan pemerintah untuk membantu para pelaku UMKM yang sulit mengakses pinjaman ke lembaga perbankan. Pembiayaan UMi disalurkan oleh Lembaga Keuangan Bukan Bank (LKBB) seperti PT Permodalan Nasional Madani (PNM), Koperasi, Pegadaian, dan lain-lain.
Selain melakukan monitoring dan evaluasi Pembiayaan Ultra Mikro (UMi) kepada debitur, pemberdayaan UMKM oleh KPPN berupaya mengadakan kegiatan lainnya yang mendukung pertumbuhan UMKM dan mendorong berbagai kegiatan yang dapat membuka pintu bagi wirausahawan muda yang berbakat untuk tumbuh dan berkembang, menciptakan lapangan kerja serta mengurangi kesenjangan social dan ekonomi. Dalam rangka pelaksanaan tugas Special Mission KPPN Surakarta sebagai Financial Advisory dan dalam rangka mendorong pertumbuhan UMKM serta memeriahkan acara Pemberian Penghargaan Kinerja Satuan Kerja dan Pemerintah Daerah di SemesterI Tahun 2026, KPPN Surakarta menyelenggarakan Bazaar UMKM sebagai bagian dari rangkaian acara Arjuna Awards.
Peran dalam medorong kebangkitan UMKM tidak hanya dijalankan dalam bentuk kebijakan-kebijakan formal. Kantor vertikal Ditjen Perbendaharaan beserta pegawainya memiliki ruang untuk berinisiasi dan berinovasi membangun UMKM di wilayahnya. Pelibatan sebagai penyedia barang dan jasa, KPPN Surakarta sebagai vertikal DJPb menggaet UMKM dengan bertajuk “Bazar UMKM” mengundang satker mitra kerja dan sosialiasi untuk mengajak UMKM sebagai rekanan memberikan bukti bahwa kepedulian terhadap UMKM sudah berkembang dikalangan insan perbendaharaan.
Lima belas UMKM Binaan KPPN Surakarta diundang menjadi peserta Bazaar UMKM pada Kegiatan Arjuna Awards Semester I Tahun 2026 hari Kamis tanggal 23 Juli 2026 di Grha Artaka Lantai 2 KPPN Surakarta, dengan daftar sebagai berikut:
Bazaar UMKM telah terselenggara dengan diikuti oleh 15 ( lima belas ) UMKM Binaan dan dikunjungi oleh sekitar 200 orang peserta Arjuna Awards yang terdiri dari satuan kerja, pemerintah daerah mitra, pegawai dan PPNPN KPPN Surakarta serta mahasiswa magang. Dalam pelaksanaannya KPPN Surakarta menyediakan fasilitas berupa lokasi bazaar yang strategis, booth dan perlengkapan pendukung serta operasional lainnya seperti meja kursi, tulisan pengenal UMKM yang dipasang di masing-masing meja UMKM guna menunjang kelancaran kegiatan bazaar UMKM tersebut.
Untuk meningkatkan partisipasi dan transaksi, peserta Arjuna Awards diberikan voucher belanja senilai Rp.10.000,00 yang dapat digunakan untuk berbelanja di seluruh tenant UMKM. Transaksi belanja yang dilakukan di UMKM selain menukarkan voucher yang sudah dibagikan dari KPPN Surakarta, para tamu bisa berbelanja lewat Qris yang sudah ada di setiap tenant para UMKM tersebut, sebagai upaya membangun cashless society.
Kegiatan Bazaar UMKM ini menjadi salah satu wujud nyata dari KPPN Surakarta menjalankan fungsi special mission untuk mendukung pengembangan UMKM binaan melalui penyediaan akses pasar secara langsung. Penyelenggaraan Bazaar UMKM ini diharapkan dapat memberikan dampak yang positif sebagai sarana promosi dan pemasaran, mendorong peningkatan omzet, memperluas akses pasar, serta memperkuat daya saing UMKM secara berkelanjutan.
UMKM merasa sangat terbantu dan mengucapkan terima kasih kepada KPPN Surakarta, karena mereka merasa terbantu sekali dengan kegiatan Bazaar UMKM dalam acara Arjuna Awards yaitu produk makanan dan kriya mereka laku laris manis dalam bazaar tersebut. Selain itu produk mereka juga mulai dikenal oleh para Satuan Kerja dan Pemerintah Daerah, sehingga ada potensi omset mereka mengalami kenaikan akibat efek kegiatan bazaar UMKM tersebut. Para UMKM berharap kedepannya mereka dapat diikutkan lagi dalam kegiatan serupa yang diadakan oleh KPPN Surakarta, untuk mengenalkan produk, menaikkan omset serta menjadi lahan untuk memperluas jaringan penjualan produk mereka.
Marilah kita bergandengan tangan mendukung UMKM bertumbuh dan naik kelas. Pelatihan, pendampingan dan akses terhadap sumber daya harus ditingkatkan untuk membantu UMKM meningkatkan kapasitas dan daya saing mereka. Semoga kedepannya kita semua tetap mampu menjaga komitmen dan memberikan kontribusi terbaik dalam pemberdayaan UMKM dan pada akhirnya kemajuan perekonomian dan kesejahteraan dapat dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat. Sehingga upaya pemerintah untuk mendongkrak perekonomian daerah membuahkan hasil.
Disclaimer: Tulisan ini merupakan opini pribadi penulis dan tidak mewakili pandangan organisasi.



