Surakarta — Dalam rangkaian kunjungan kerjanya di Kota Surakarta, Kamis, 12 Februari 2026, Wakil Menteri Keuangan Republik Indonesia, Suahasil Nazara, menyempatkan diri berdialog dengan jajaran Kementerian Keuangan wilayah Solo Raya melalui kegiatan Dialog Kemenkeu Satu Solo Raya. Kegiatan ini menjadi ruang strategis untuk memperkuat pemahaman bersama atas arah kebijakan fiskal serta tantangan pengelolaan keuangan negara ke depan.
Dalam sambutannya, Wamenkeu Suahasil Nazara menyampaikan dua pesan utama, yakni pentingnya cross function serta penguatan koordinasi lintas unit di lingkungan Kementerian Keuangan. Ia menekankan bahwa perubahan kebijakan fiskal menuntut seluruh jajaran Kemenkeu untuk memiliki pemahaman yang sama.
Salah satu perubahan signifikan yang disoroti adalah mekanisme pembayaran gaji dan tunjangan profesi guru ASN daerah yang kini disalurkan langsung melalui Rekening Kas Umum Negara (RKUN). Perubahan ini, menurut Wamenkeu, menuntut konsolidasi yang kuat antar unit agar tidak terjadi tumpang tindih pelaksanaan kebijakan di lapangan, termasuk dalam hal pemungutan pajak yang sejatinya telah dilakukan di tingkat pusat.
Lebih lanjut, Wamenkeu menyampaikan bahwa tantangan fiskal pada tahun anggaran 2026 akan semakin besar. Oleh karena itu, sinergi dan kolaborasi antar unit Kementerian Keuangan menjadi kunci dalam menjaga kesinambungan fiskal sekaligus memastikan setiap kebijakan yang diambil berjalan efektif dan tepat sasaran.
Selain itu, Wamenkeu juga menyoroti pergeseran pola belanja negara. Meskipun secara nominal Transfer ke Daerah (TKD) melalui Pemda terlihat menurun, total belanja negara yang langsung menyentuh masyarakat justru meningkat signifikan. Pada tahun 2026, belanja tersebut diproyeksikan mencapai Rp1.300 triliun atau meningkat sekitar Rp400 triliun dibandingkan tahun 2025.
Peningkatan belanja tersebut bersumber dari berbagai program prioritas pemerintah, seperti Program Makan Bergizi Gratis (MBG), renovasi sekolah rakyat, serta layanan kesehatan gratis. Anggaran program-program ini dikelola oleh kementerian/lembaga pusat, namun manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat di daerah.
Menutup sambutannya, Wamenkeu Suahasil Nazara menegaskan pentingnya menjaga integritas dan komitmen seluruh insan Kementerian Keuangan untuk senantiasa terhindar dari segala bentuk tindakan korupsi. Integritas menjadi fondasi utama dalam menjaga kepercayaan publik serta memastikan seluruh kebijakan dan program pemerintah dijalankan secara akuntabel dan bertanggung jawab.
Melalui Dialog Kemenkeu Satu Solo Raya, diharapkan terbangun sinergi yang semakin kuat, keselarasan pemahaman kebijakan, serta kesiapan seluruh insan Kementerian Keuangan dalam menghadapi dinamika pengelolaan fiskal nasional ke depan.







