Padang, 28 Oktober 2025 - Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Sumatera Barat menampilkan enam UMKM binaan unggulan dalam ajang Sumbar Expo Komoditi Ekspor 2025 yang diselenggarakan di Hotel Truntum Padang. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut kerja sama antara Kanwil DJPb Sumbar dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sumatera Barat dalam rangka mendorong penguatan peran UMKM berorientasi ekspor.
Showcase ini menghadirkan enam UMKM binaan Kanwil DJPb Sumbar, yaitu Madu Minang Galo Galo, Himpunan Pengusaha Randang Minangkabau (HIPERMI), Koperasi Pemasaran Anak Nagari Minangkabau (Kopas Anam), Ayesha Collection, Talamak Bakery and Others, serta Malibou Chocolate. Produk yang ditampilkan meliputi bumbu rendang, oleh-oleh khas Minangkabau, madu, cokelat, batik, serta aneka pastry dan roti.
Kegiatan Sumbar Expo Komoditi Ekspor 2025 dibuka oleh Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, bersama Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan, Fajarini Puntodewi. Dalam sambutannya, Dirjen Pengembangan Ekspor Nasional menyampaikan harapan besar agar UMKM dapat berkontribusi lebih besar terhadap ekspor nasional. Berdasarkan data Kementerian Perdagangan tahun 2024, sekitar 62% pelaku usaha di Indonesia merupakan UMKM, namun kontribusi terhadap ekspor baru mencapai 19%, yang masih memiliki ruang besar untuk ditingkatkan.
Sementara itu, Gubernur Sumatera Barat menegaskan pentingnya peningkatan nilai tambah dan ruang fiskal daerah melalui penguatan ekspor komoditas unggulan Sumatera Barat. Beliau juga mendorong agar penerbitan Surat Keterangan Asal (SKA) dilakukan di Sumatera Barat, sehingga dapat memberikan dampak langsung terhadap pendapatan daerah. Salah satu contoh potensi besar yang disampaikan adalah komoditas gambir, di mana 90% kebutuhan dunia dipenuhi dari Sumatera Barat, namun sebagian besar ekspor masih dilakukan melalui pelabuhan di Sumatera Utara.
Selain showcase UMKM binaan, kegiatan ini juga diisi dengan berbagai talkshow dan workshop yang membahas penguatan daya saing produk ekspor daerah.
Dalam kesempatan tersebut, Kemenkeu Satu Sumatera Barat turut berpartisipasi melalui pembukaan booth Sarumpun Layanan Konsultasi yang melibatkan beberapa unit vertikal Kementerian Keuangan, yakni:
-
Kanwil DJPb Sumbar (konsultasi pembiayaan dan pemberdayaan UMKM),
-
KPKNL Padang (konsultasi lelang UMKM),
-
KPPBC Teluk Bayur (konsultasi perizinan ekspor), dan
-
Kanwil DJP Sumbarja (konsultasi perpajakan UMKM).
Partisipasi aktif Kemenkeu Satu ini disambut antusias oleh peserta dan pengunjung expo yang memanfaatkan layanan konsultasi untuk memperluas wawasan dan jejaring dalam mendukung ekspor produk UMKM.
Melalui kegiatan ini, Kanwil DJPb Sumbar terus menegaskan komitmennya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui pemberdayaan UMKM berbasis potensi lokal dan berorientasi ekspor, sejalan dengan peran Regional Chief Economist (RCE) sebagai penggerak koordinasi ekonomi dan fiskal di daerah.
[Meilisa Kusumawati - Bidang PPA II]
[Meilisa Kusumawati - Bidang PPA II]







