Padang, 15 Juli 2026 – Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (Kanwil DJPb) Provinsi Sumatera Barat menyelenggarakan Sinergi Pemberdayaan UMKM melalui Pelatihan Kewirausahaan di Aula Lantai III Kanwil DJPb Provinsi Sumatera Barat. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas dan daya saing UMKM binaan melalui pendampingan berkelanjutan, mendorong pengembangan usaha berbasis potensi daerah dan berorientasi pasar, serta mengevaluasi efektivitas penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) melalui pemetaan calon debitur potensial dan survei persepsi pelaku UMKM terhadap skema pembiayaan.
Kegiatan yang diikuti sekitar 200 pelaku UMKM dari Kota Padang dan sejumlah daerah lain seperti Maninjau dan Pasaman Barat. Turut hadir dalam kegiatan Kepala Dinas Koperasi UKM Provinsi Sumatera Barat, Wakil Pimpinan Kantor Wilayah BRI Padang, Pimpinan BPJS Ketenagakerjaan Kota Padang, Ketua PLUT UMKM Sumatera Barat, Statistisi Madya Perwakilan BPS Provinsi Sumatera Barat, perwakilan Stasiun RRI dan TVRI Padang, Komunitas UMKM Sumbar Madani, serta UMKM binaan Kanwil DJPb Provinsi Sumatera Barat.
Acara dibuka dengan sambutan Kepala Kanwil DJPb Provinsi Sumatera Barat, Mohammad Dody Fachrudin. Dalam sambutannya, menyampaikan bahwa pelatihan kewirausahaan merupakan bagian dari program pendampingan berkelanjutan untuk meningkatkan kapasitas dan daya saing UMKM binaan. Menurutnya, pendampingan yang berkesinambungan diharapkan mampu mendorong UMKM agar semakin siap menghadapi pasar yang semakin terbuka serta berkembang menjadi usaha yang lebih mandiri dan berdaya saing.
Segmen utama kegiatan diisi dengan pelatihan mengenai perizinan usaha dan peningkatan kapasitas bisnis melalui strategi digital yang disampaikan oleh Co-Founder CV Gemilang Academy Indonesia, Muhammad Nazif. Peserta memperoleh materi mengenai peningkatan kualitas produk, pengemasan, pemasaran digital, asesmen usaha, serta akses pembiayaan perbankan untuk mendukung pengembangan usaha.
Pada kesempatan yang sama, BPS Provinsi Sumatera Barat juga menyampaikan sosialisasi Sensus Ekonomi 2026 sekaligus mengajak pelaku UMKM berpartisipasi dalam pelaksanaan sensus tersebut.
Selain pelatihan, Kanwil DJPb Provinsi Sumatera Barat bersama KPPN Padang turut melaksanakan survei debitur KUR dan calon debitur potensial guna mengukur efektivitas penyaluran KUR serta mengetahui persepsi masyarakat terhadap skema pembiayaan bersubsidi tersebut. Kegiatan juga diramaikan dengan pameran produk UMKM sekaligus kurasi produk untuk diseleksi sebagai pemasok (supplier) sejumlah toko ritel ternama di Kota Padang dan sekitarnya.
Melalui kegiatan ini, Kanwil DJPb Provinsi Sumatera Barat menegaskan komitmennya dalam memperkuat sinergi bersama pemerintah daerah, lembaga keuangan, dan berbagai pemangku kepentingan untuk memperluas akses pembiayaan, meningkatkan kapasitas usaha, serta mendorong UMKM naik kelas sehingga mampu memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.

