
JAKARTA - KPPN Jakarta I kembali menghadirkan terobosan baru dalam pengelolaan kinerja pegawai melalui kegiatan GKM Fungsi Dukman Triwulan III Tahun 2025 yang digelar secara daring pada Rabu (13/08). Acara ini menjadi momen penting karena di dalamnya diluncurkan inovasi aplikasi SMART JAK-ONE serta internalisasi penggunaan modul kinerja pada aplikasi Satu Kemenkeu dan INTENSE DJPb.
Kegiatan dibuka dengan penayangan video singkat mengenai integritas, kode etik, serta budaya anti-suap dan gratifikasi. Setelah itu, Kepala Subbagian Umum KPPN Jakarta I, Sudi Situmeang, menyampaikan agenda utama yang menjadi fokus pembahasan kali ini.
Sorotan pertama adalah perkenalan inovasi baru bernama SMART JAK-ONE (Sistem Monitoring Aktivitas Rutin di KPPN Jakarta I). Aplikasi ini dirancang untuk membantu pegawai memantau tugas-tugas harian agar tidak ada lagi pekerjaan yang terlewat. Kepala Seksi Bank, Andre Parindrianto, menegaskan bahwa SMART JAK-ONE hadir sebagai alat bantu strategis untuk meningkatkan efisiensi dan transparansi manajemen kinerja.
Pengembang aplikasi, Nanda Kurnia, kemudian memaparkan cara kerja serta menampilkan live demo SMART JAK-ONE. Pegawai diajak mencoba langsung berbagai fitur, mulai dari pendaftaran akun, pengisian data tugas, hingga pemantauan progres yang dapat dipantau oleh atasan. Antusiasme terlihat dari sesi diskusi, di mana muncul berbagai masukan agar aplikasi ini bisa diperluas manfaatnya, misalnya untuk mendukung monitoring kegiatan lain seperti SKM, WBK-WBBM, dan ISO.
Setelah sesi inovasi, agenda berlanjut dengan pembahasan modul kinerja. Ariyuna Fitriani dari Seksi MSKI memandu pegawai memahami langkah teknis penyusunan SKP Non-Peta di aplikasi Satu Kemenkeu. Hal-hal penting seperti kesesuaian data, target kinerja, dan ekspektasi pimpinan ditekankan agar tidak terjadi kesalahan yang dapat berdampak pada proses reviu kinerja.
Kepala Subbagian Umum, Sudi Situmeang, kemudian melanjutkan dengan materi pengelolaan dokumen kinerja pada aplikasi INTENSE DJPb. Ia mengingatkan bahwa ada 21 dokumen penting yang harus dilengkapi, mulai dari SKP hingga Hasil Evaluasi Kinerja (HEK). Monitoring terbaru menunjukkan masih ada pegawai yang belum mengunggah dokumen wajib tersebut. Karena itu, seluruh pegawai diminta lebih peduli dan disiplin dalam pemenuhan dokumen, bukan hanya demi IKU, tapi juga sebagai bentuk tanggung jawab profesional.
Menutup acara, Kepala KPPN Jakarta I, Jamaluddin Ambo Dai, menyampaikan apresiasi kepada tim pengembang SMART JAK-ONE dan seluruh pegawai yang terlibat. Beliau menekankan bahwa aplikasi ini dibuat untuk mempermudah pengawasan tugas, baik individu maupun organisasi, dan berharap ke depan dapat direplikasi oleh unit kerja lain. Beliau juga kembali mengingatkan pentingnya menjaga integritas serta menjauhi hal-hal yang dapat merusak reputasi, termasuk bahaya judi online.
Dengan semangat kebersamaan dan inovasi, kegiatan GKM kali ini tidak hanya menambah pengetahuan teknis pegawai, tetapi juga meneguhkan komitmen KPPN Jakarta I untuk terus meningkatkan kualitas kinerja dan pelayanan. Ke depan, GKM Fungsi Dukman akan terus hadir dengan topik-topik menarik lainnya, mulai dari pengelolaan SDM, keuangan, hingga kehumasan.
***
KPPN Jakarta I, IHSAN !!!
Inovatif, Harmonis, Sigap, Akuntabel, Nyaman



