Gedung Prijadi Praptosuhardjo III B Lantai 2
JI. Wahidin II No. 3, Jakarta Pusat 10710

Pelaporan Capaian Output Tahun 2025

Monitoring dan Evaluasi (monev) Pelaksanaan Anggaran bertujuan untuk mewujudkan ketercapaian Output dan Outcome belanja pemerintah. Permasalahan pelaksanaan anggaran yang sering dihadapi satuan kerja antara lain: (1) perencanaan yang kurang baik; (2) alokasi yang kurang wajar; (3) pelaksanaan kegiatan yang tidak sesuai dengan jadwal; (4) realisasi tidak sesuai dengan rencana penarikan dana; (5) penyerapan yang tidak proporsional; (6) pencapaian output yang dibawah target; dan (7) kendala teknis operasinal dan kebijakan. 

Pelaporan data capaian output merupakan salah satu penilaian dari delapan indikator pada Indikator Kinerja Pelaksanaan Anggaran (IKPA). Capaian Output memegang peranan penting dalam penilaian IKPA karena mempunyai bobot teritnggi yaitu 25% dari seluruh indikator pada IKPA. Tata cara penilaian pada Capaian Output merujuk pada Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan Nomor PER - 5/PB/2024 tentang Petunjuk Teknis Penilaian Indikator Kinerja Pelaksanaan Anggaran Belanja Kementerian/Lembaga.

 

Tahapan Pelaporan data Capaian Output 

1. Pelaksanaan Assesment Rincian Output (RO)

Pada awal tahun anggaran maupun setiap ada revisi DIPA yang mengakibatkan perubahan RO, Eselon I kementerian /Lembaga berkewajiban melakukan assesment terhadap RO yang dilakukan pada aplikasi monev.kemenkeu.go.id.  Setelah diinput oleh Eselon I,Assesment RO divalidasi oleh Kementerian/Lembaga dan di Approve oleh Direktorat Jenderal Anggaran. Assesment RO yang dilakukan terdiri dari:

a. Jenis RO

RO statis : Realisasi Volume RO-nya tidak dapat melebihi Target Volume RO.

RO dinamis : Realisasi Volume RO-nya dapat melebihi Target Volume RO.

b. Cara Pelaporan RO

Tahapan : Progres capaian RO dihitung berdasarkan tahapan kegiatan yang sudah dilaksanakan atau dihitung berdasarkan proporsional antara realisasi dengan target yang direncanakan.

Otomatis :  Progres capaian RO dihitung berdasarkan target progres capaian RO (TPCRO) bulanan yang telah diinput saat menetukan proyeksi.

Periodik : Penyampaian manfaat RO dilakukan secaraperiodik terhadap pihak yang sama.

c. Polarisasi Capaian RO

Maximize : Semakin tinggi realisasi output/ RVRO terhadap target RO diindikasikan semakin baik kerjanya.

MInimize : Semakin rendah realisasi output/ RVRO terhadap target RO diindikasikan semakin baik kerjanya.

d. Polarisasi Waktu

Stabilized : Semakin akurat output dieksekusi sesuai targetnya, diindikasikan semakin baik kinerjanya.

Time Eficiency : Semakin cepat output dieksekusi sesuai targetnya, diindikasikan semakin baik kinerjanya.

 

2. Perekaman Target Kinerja Satker

Perekaman proyeksi target kinerja satker dilakukan oleh satker pada aplikasi SAKTI. Setelah Assesment RO sudah di-approve oleh DJA maka satker dapat merekam target capaian output secara bulanan dalam satu tahun anggaran setelah periode perekaman target kinerja satker dibuka. Satker juga dapat melakukan pemutakhiran target kinerja satker secara triwulanan bersamaan dengan batas waktu penyampaian revisi halaman III DIPA.

Sistem SAKTI akan melakukan validasi kesesuaian isian target dengan kriteria:

- TPCRO komulatif ( Januari s.d. Desember ) = 100

- TRVRO komulatif (Januari s.d. Desember) = Target RO dalam DIPA

- Seluruh RO sudah diinput dengan lengkap dan sesuai.

Dalam hal terdapat revisi DIPA yang menyebabkan perubahan jumlah RO dan/atau terdapat RO yang mengalami perubahan jumlah target, satker dapat melakukan penyesuaian target output hanya untuk output yang mengalami perubahan setelah DIPA Revisi terbit.

Adapun periode pemutakhiran input proyeksi target output tahun 2025 adalah sebagai berikut:

 

3. Perekaman Realisasi Kinerja Satker

Alur Sistem Pelaporan dan Monitoring Capaian Output dapat digambarkan sebagai berikut:

 

Komponen pengisian data capaian output terdiri dari :

  1. Realisasi Volume RO (RVRO) merupakan capaan keluaran output riil berupa jumlah barang atau jasa yang dihasilkan oleh satker atas penggunaan anggarannya.
  2. Progres Capaian RO (PCRO) merupakan presentase yang menunjukkan tingkat penyelesaian dari berbagai tahaan atu aktivitas yang dilakukan satker dalam mencapai suatu output riil/ spesifik berupa barang/jasa.
  3. Keterangan merupakan informasi tambahan tekait capaian, tahapan, aktivitas yan sudah dilakukan, permasalahan, tindak lanjut, metode perhitungan, devisi, penjelasan lainnya.

 

Jadwal Pengisian data Capaian Output Tahun 2025 adalah sebagai berikut:

 

Anomali Pelaporan Data Capaian Output

Anomali dapat terjadi pada kondisi sebagai berikut:

  1. Capaian Kinerja terlalu tinggi -- terdapat GAP (PCRO-PA>20%) untuk non PN dan (PCRO-PA>5%) untuk non PN;
  2. Capaian Kinerja terlalu rendah -- terdapat GAP (PCRO-PA<-20%) untuk non PN dan (PCRO-PA<-5%) untuk non PN;
  3. PCRO 100%, RVRO lebih rendah dari target.

Ketika terdapat anomali, satker dapat mengisi referensi sesuai dengan kondisi riil pelaporan data capaian output.

 

Proses Bisnis Penilaian IKPA Indikator Capaian Output

Capaian Output dihitung berdasarkan nilai komposit antara Nilai Kinerja :

  • Komponen Ketepatan Waktu (30%), dan
  • Komponen Capaian RO (70%).

Ketepatan waktu berarti satker menyampaikan pengiriman data capaian output tidak melebihi 5 hari kerja pada awal bulan pelaporan. Sedangkan Komponen Capaian RO dihitung berdasarkan :

- Bulan Januari s.d. November : Ketercapaian Realisasi RO (PCRO)  terhadap Target Capaian Output (TPCRO).

- Bulan Desember : Ketercapaian RVRO terhadap Volume RO pada DIPA.

 

Sri Utami

JF PTPN Penyelia KPPN Jakarta I

Peta Situs   |  Email Kemenkeu   |   FAQ   |   Prasyarat   |   Hubungi Kami

Hak Cipta Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Kementerian Keuangan RI
Manajemen Portal DJPb - Gedung Djuanda I Lt. 9
Gedung Prijadi Praptosuhardo II Lt. 1 Jl. Lapangan Banteng Timur No. 2-4 Jakarta Pusat 10710
Call Center: 14090
Tel: 021-386.5130 Fax: 021-384.6402

IKUTI KAMI

 

PENGADUAN

 

Search