
JAKARTA - Dalam rangkaian kegiatan Gugus Kendali Mutu (GKM) PUG Triwulan III, KPPN Jakarta I menyelenggarakan sosialisasi kebijakan penyediaan Taman Pendidikan dan Penitipan Anak (TPPA) Artha Wildan. Kegiatan ini dilaksanakan pada Rabu, 10 September 2025, pukul 10.00–11.00 WIB secara daring melalui MS Teams, dan diikuti oleh seluruh pejabat serta pegawai lingkup KPPN Jakarta I.
Acara dibuka oleh Saudari Ariyuna selaku pembawa acara yang sekaligus memperkenalkan narasumber, yaitu Ibu Isti’anah selaku Ketua Yayasan Artha Wildan. Beliau memaparkan sejarah, tujuan, hingga sistem penyelenggaraan TPPA yang telah berdiri sejak 15 April 2003.
Menurut Ibu Isti’anah, TPPA Artha Wildan hadir sebagai solusi atas kebutuhan para pegawai Kementerian Keuangan, khususnya ibu bekerja yang memiliki anak kecil. TPPA ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat penitipan, tetapi juga lembaga pendidikan dengan kurikulum terstruktur, pengasuhan, perawatan, dan bimbingan sosial bagi anak usia 2 bulan hingga 6 tahun. Saat ini, TPPA Artha Wildan memiliki 24 edukater dengan tiga kelas utama, yaitu kelas bayi, kelas peralihan, dan kelas PAUD.
![]() |
Selain kualitas pembelajaran, TPPA juga memperhatikan aspek kesehatan. Menu makanan yang diberikan selalu dimasak di hari yang sama dan disusun sesuai rekomendasi ahli gizi dari RS Budi Asih. Fasilitas sarana dan prasarana pun dirancang untuk mendukung tumbuh kembang anak dalam suasana yang aman, nyaman, dan kondusif. Kepala KPPN Jakarta I dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas inisiatif ini. Menurut beliau, keberadaan TPPA Artha Wildan sejalan dengan pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM), khususnya dalam peningkatan kualitas pelayanan internal yang humanis. “TPPA Artha Wildan lahir dari sebuah kebutuhan nyata. Kehadirannya mendukung produktivitas pegawai sekaligus memastikan keseimbangan antara karier dan keluarga,” ungkapnya. |
Lebih jauh, penyediaan fasilitas TPPA juga mencerminkan penerapan Pengarusutamaan Gender (PUG). Dengan memberikan akses yang setara bagi pegawai, khususnya perempuan, untuk tetap berkarir tanpa mengabaikan pengasuhan anak, maka lingkungan kerja menjadi lebih inklusif dan responsif terhadap kebutuhan seluruh pegawai.
Melalui sosialisasi ini, diharapkan seluruh pegawai semakin memahami manfaat TPPA Artha Wildan, serta mampu melihat keterkaitannya dengan agenda besar Kementerian Keuangan dalam membangun budaya kerja yang berintegritas, inklusif, dan ramah keluarga.
***
KPPN Jakarta I, IHSAN !!!
Inovatif, Harmonis, Sigap, Akuntabel, Nyaman




