
JAKARTA - KPPN Jakarta I pada Selasa (30/09) menggelar Rapat Monitoring dan Evaluasi (Monev) Keberlanjutan Pembangunan Zona Integritas (ZI) menuju WBK/WBBM Triwulan III Tahun 2025 secara daring melalui aplikasi MS Teams. Rapat yang diikuti oleh Kepala KPPN Jakarta I, Jamaluddin Ambo Dai, para pejabat pengawas, pejabat fungsional, serta seluruh pegawai ini dibuka oleh Kepala Seksi MSKI, Dona Junianto, yang menekankan pentingnya keberlanjutan pembangunan ZI sebagai wujud komitmen bersama untuk mewujudkan KPPN Jakarta I yang bebas dari korupsi dan senantiasa memberikan pelayanan yang bersih serta melayani. Rapat diawali dengan penayangan video integritas yang menjadi pengingat sekaligus penguat pesan anti korupsi bagi seluruh pegawai.
Dalam pembahasan, masing-masing pengungkit memaparkan capaian serta progres pelaksanaan kegiatan selama triwulan III. Dari pengungkit manajemen perubahan, masih terdapat kegiatan yang sedang berlangsung, khususnya monev pembangunan ZI WBK-WBBM. Pada pengungkit penataan tata laksana, laporan keterbukaan informasi publik yang dilakukan secara triwulanan direncanakan tuntas pada awal Oktober 2025. Sementara itu, pengungkit sistem manajemen sumber daya manusia menyampaikan bahwa seluruh kegiatan yang direncanakan telah terlaksana sesuai jadwal sebagai bagian dari kegiatan rutin dalam penataan SDM. Untuk pengungkit penguatan akuntabilitas, penyusunan capaian kinerja triwulan II telah rampung pada bulan Juli 2025. Sedangkan pada pengungkit penguatan pengawasan, seluruh kegiatan utama telah diselesaikan. Di sisi lain, pengungkit penguatan kualitas pelayanan publik menegaskan bahwa inovasi menjadi agenda yang terus digalakkan setiap bulan. Berbagai inovasi di KPPN Jakarta I telah berjalan dengan baik dan senantiasa diperbarui, meskipun kegiatan sosial “Jumat Berkah” yang sebelumnya rutin dilaksanakan kini dihentikan dan akan dijadwalkan kembali bertepatan dengan peringatan Hari Oeang Republik Indonesia (HORI).
![]() |
![]() |
Rapat juga membahas rencana kerja triwulan IV, antara lain usulan penyusunan laporan kinerja yang lebih tepat waktu serta inisiatif kegiatan sosial baru berupa penggalangan infaq dan sedekah dari para pejabat dan pegawai untuk mendukung kegiatan Masjid Al Amanah. Selain itu, evaluasi Unit Kepatuhan Internal (UKI) turut menjadi agenda penting dengan penekanan pada pentingnya menjaga profesionalisme dalam bekerja, bersikap responsif terhadap mitra kerja, menjunjung tinggi integritas dengan semboyan “Tolak dan Laporkan Gratifikasi”, bijak dalam bermedia sosial, menghindari gaya hidup berlebihan, serta menjaga reputasi baik organisasi. Sesi monitoring inovasi juga menyoroti bahwa setiap gagasan kreatif, baik individu maupun kelompok, harus memenuhi unsur kebaruan, efektivitas, kebermanfaatan, dapat direplikasi, dan berkelanjutan, sehingga inovasi benar-benar membawa perubahan nyata dan manfaat yang dirasakan langsung maupun tidak langsung oleh organisasi dan pemangku kepentingan.
Menutup rapat, Kepala KPPN Jakarta I, Jamaluddin Ambo Dai, menyampaikan apresiasi atas komitmen dan inovasi yang telah ditunjukkan seluruh jajaran pegawai. Beliau menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan Zona Integritas menuju WBK/WBBM bukan semata dinilai dari capaian angka atau penilaian formal, melainkan dari perubahan nyata dalam budaya kerja, penguatan integritas, serta peningkatan kualitas pelayanan yang benar-benar dirasakan baik oleh mitra kerja maupun oleh internal pegawai. Untuk itu, seluruh jajaran KPPN Jakarta I diharapkan terus menunjukkan komitmen penuh, memperkuat sinergi tim, menjadikan monev sebagai sarana evaluasi dan perbaikan berkelanjutan, serta menghadirkan inovasi yang memberikan dampak terukur. Dengan langkah tersebut, KPPN Jakarta I optimis dapat terus memperkuat integritas organisasi dan meningkatkan kualitas layanan publik menuju predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM).
“Lebih dari sekadar penilaian, Zona Integritas adalah wujud perubahan nyata dalam budaya kerja.”
***
KPPN Jakarta I, IHSAN !!!
Inovatif, Harmonis, Sigap, Akuntabel, Nyaman





