
JAKARTA - Dalam upaya meningkatkan kualitas layanan kepada para pemangku kepentingan, KPPN Jakarta I menyelenggarakan kegiatan Capacity Building dan Pelatihan Service Excellence Semester I Tahun 2026. Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk memastikan layanan yang diberikan semakin profesional, responsif, dan berorientasi pada kepuasan pengguna.
Di tengah tuntutan layanan publik yang semakin dinamis, peningkatan kompetensi pegawai menjadi hal yang tidak bisa dihindari. Layanan yang prima tidak hanya ditentukan oleh kecepatan dan ketepatan, tetapi juga oleh sikap, komunikasi, empati, serta kemampuan dalam memberikan solusi yang tepat. Oleh karena itu, penguatan kapasitas sumber daya manusia menjadi kunci dalam menjaga kualitas layanan yang berkelanjutan.
Kegiatan yang dilaksanakan pada Rabu, 8 April 2026 di Aula KPPN Jakarta I ini diikuti oleh seluruh pejabat dan pegawai, baik yang terlibat langsung maupun tidak langsung dalam pelayanan. Dalam arahannya, Kepala KPPN Jakarta I menegaskan bahwa pelayanan prima merupakan salah satu pilar utama dalam mendukung kinerja organisasi dan kepuasan pengguna layanan. Seluruh pegawai diharapkan mampu membangun mindset pelayanan yang adaptif, profesional, dan berorientasi pada solusi.
![]() |
Kegiatan ini juga menghadirkan narasumber dari Bank Muamalat Indonesia yang memberikan perspektif tambahan terkait pentingnya sinergi antara instansi pemerintah dan perbankan dalam meningkatkan kualitas layanan. Melalui kolaborasi ini, peserta memperoleh wawasan mengenai berbagai alternatif layanan perbankan, termasuk pemanfaatan kanal digital dan solusi non-tunai yang dapat mendukung kelancaran transaksi serta aktivitas keuangan.
Dalam sesi materi, peserta mendapatkan pemahaman bahwa service excellence bukan sekadar memberikan pelayanan yang ramah, tetapi juga bagaimana menghadirkan nilai tambah bagi pengguna layanan. Komunikasi yang efektif, baik verbal maupun non-verbal, menjadi salah satu faktor penting dalam menciptakan pengalaman layanan yang positif. Selain itu, sikap, penampilan, dan empati juga berperan besar dalam membangun kesan pertama yang baik. Peserta juga dibekali pemahaman mengenai dimensi kualitas layanan serta teknik penanganan keluhan sebagai bagian dari upaya perbaikan berkelanjutan. |
Kegiatan berlangsung interaktif melalui sesi diskusi dan tanya jawab yang diikuti dengan antusias oleh peserta. Berbagai pertanyaan dan pengalaman dibagikan, termasuk terkait kendala dalam mekanisme penarikan dana pada kondisi tertentu. Menanggapi hal tersebut, narasumber memberikan alternatif solusi yang dapat dimanfaatkan, seperti optimalisasi layanan teller, pemanfaatan layanan digital, serta penggunaan kanal distribusi lainnya. Diskusi ini tidak hanya memperkaya wawasan, tetapi juga menjadi ruang berbagi praktik baik dalam pelayanan.
Pelaksanaan kegiatan ini memberikan dampak positif yang signifikan, antara lain meningkatnya pemahaman pegawai terhadap konsep layanan prima, terbentuknya mindset pelayanan yang lebih profesional dan solutif, serta bertambahnya wawasan terkait layanan pendukung. Tingginya partisipasi peserta juga menunjukkan komitmen bersama untuk terus meningkatkan kualitas layanan di lingkungan KPPN Jakarta I.
Sebagai penutup, Kepala KPPN Jakarta I menegaskan bahwa ilmu dan wawasan yang diperoleh dari kegiatan ini diharapkan dapat segera diimplementasikan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari. Komitmen terhadap pelayanan prima perlu dijaga secara konsisten dan berkelanjutan, didukung dengan sinergi dan inovasi dalam memberikan layanan terbaik kepada pengguna.
Sejalan dengan pembangunan Zona Integritas menuju WBK/WBBM, KPPN Jakarta I terus berkomitmen untuk menghadirkan layanan yang berintegritas, profesional, dan bebas biaya, demi mewujudkan kepuasan pengguna layanan yang optimal.
***
KPPN Jakarta I, IHSAN !!!
Inovatif, Harmonis, Sigap, Akuntabel, Nyaman




