
JAKARTA - Semangat membangun birokrasi yang bersih dan melayani terus digaungkan di lingkungan KPPN Jakarta I. Melalui kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Pembangunan Zona Integritas (ZI) menuju WBK-WBBM Triwulan I Tahun 2026, seluruh jajaran kembali menyatukan langkah untuk memastikan bahwa integritas bukan sekadar slogan, melainkan budaya kerja yang hidup dan dirasakan. Kegiatan yang dilaksanakan secara daring melalui Microsoft Teams pada Kamis (2/4) ini menjadi bagian dari agenda rutin “Kamis Optimis”—sebuah kanal monitoring sekaligus ruang refleksi bagi seluruh pegawai dalam mengawal misi strategis organisasi.
Refleksi Bersama: Integritas Bukan Sekadar Formalitas
Membuka kegiatan, Kepala Seksi MSKI, Dona Junianto, menekankan pentingnya keberlanjutan pembangunan ZI WBK-WBBM. Ia mengingatkan bahwa monev bukan hanya agenda administratif, tetapi momentum untuk melihat kembali sejauh mana komitmen bersama telah dijalankan.
Apresiasi pun disampaikan kepada seluruh pegawai yang telah menunjukkan integritas tinggi, khususnya dalam menolak dan melaporkan gratifikasi. Hal ini menjadi fondasi penting dalam mewujudkan tata kelola yang bersih, transparan, dan akuntabel.
Capaian Triwulan I: Mayoritas Program Tuntas
Dalam sesi pembahasan, masing-masing area pengungkit memaparkan progres pelaksanaan program. Secara umum, capaian Triwulan I menunjukkan hasil yang sangat positif.
- Manajemen Perubahan yang disampaikan oleh Andre Parindrianto mencatat sebagian besar kegiatan telah terlaksana, dengan beberapa agenda masih berjalan dan akan segera dituntaskan.
- Penataan Tata Laksana oleh Supriadi menunjukkan progres baik, meskipun terdapat beberapa kegiatan yang masih dalam proses dan penjadwalan ulang.
- Penataan Sistem Manajemen SDM oleh Sudi Situmeang berhasil menyelesaikan seluruh kegiatan yang direncanakan.
- Penguatan Akuntabilitas oleh Riyadi Wibowo juga mencatat capaian 100%.
- Penguatan Pengawasan dan Kualitas Pelayanan Publik yang kembali disampaikan oleh Dona Junianto turut menunjukkan hasil optimal, dengan sebagian besar kegiatan telah terlaksana dan hanya menyisakan proses finalisasi survei kepuasan masyarakat.
Capaian ini menjadi indikator bahwa upaya reformasi birokrasi di KPPN Jakarta I berjalan pada jalur yang tepat.
Menatap Triwulan II: 30 Aksi Siap Dijalankan
Tidak berhenti pada evaluasi, KPPN Jakarta I telah menyiapkan 30 rencana kegiatan untuk Triwulan II Tahun 2026. Agenda ini menjadi bukti bahwa pembangunan ZI bukanlah program sesaat, melainkan proses berkelanjutan yang membutuhkan konsistensi dan kolaborasi.
Arahan Pimpinan: Hadirkan Makna, Bukan Sekadar Predikat
Menutup kegiatan, Kepala KPPN Jakarta I, Jamaluddin Ambo Dai, menyampaikan pesan yang menguatkan arah organisasi.
Ia menegaskan bahwa predikat WBK/WBBM bukanlah tujuan akhir. Lebih dari itu, yang terpenting adalah bagaimana seluruh pegawai mampu menjiwai nilai-nilai antikorupsi dan menghadirkan pelayanan publik yang benar-benar prima.
Selain itu, ia juga mengingatkan agar seluruh rencana kerja yang telah disusun dapat dilaksanakan secara konsisten. Jika terdapat kendala, komunikasi dan diskusi menjadi kunci untuk menemukan solusi terbaik.
Komitmen Bersama: Integritas dan Layanan Tanpa Biaya
Sebagai penutup, seluruh jajaran KPPN Jakarta I kembali menegaskan komitmen untuk:
- Menjaga integritas dalam setiap pelaksanaan tugas
- Menghadirkan layanan publik yang berkualitas
- Memberikan pelayanan tanpa biaya
Langkah ini menjadi bukti nyata bahwa pembangunan Zona Integritas bukan sekadar target organisasi, tetapi merupakan bagian dari budaya kerja yang terus tumbuh dan diperkuat.
***
KPPN Jakarta I, IHSAN !!!
Inovatif, Harmonis, Sigap, Akuntabel, Nyaman



