APBN Menjaga Irama Pembangunan Madiun Raya
Madiun-Menutup Tahun Anggaran 2025, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) kembali menunjukkan perannya sebagai denyut nadi pembangunan. Di wilayah Madiun Raya, APBN hadir tidak hanya sebagai angka dalam laporan, tetapi sebagai penggerak aktivitas ekonomi dan penjaga kesinambungan layanan publik.
Melalui siaran pers daring yang digelar oleh Kementerian Keuangan melalui instansi vertikal Kemenkeu Satu di wilayah Madiun Raya, kinerja pelaksanaan APBN hingga Triwulan IV Tahun 2025 dipaparkan kepada para pengelola keuangan satuan kerja dan perwakilan pemerintah daerah. Sebuah ruang refleksi sekaligus penegasan bahwa APBN terus bekerja, hingga detik terakhir tahun anggaran.

Penerimaan Negara: Fondasi yang Terjaga
Sepanjang Januari hingga Desember 2025, penerimaan negara di wilayah Madiun Raya mencatatkan kinerja yang solid. Dari sektor perpajakan, total penerimaan mencapai R1.197,88 miliar. Kontribusi tersebut berasal dari KPP Pratama Madiun sebesar Rp439,22 miliar, KPP Pratama Ponorogo sebesar Rp340,95 miliar, serta KPP Pratama Ngawi sebesar Rp417,70 miliar.
Dari sisi kepabeanan dan cukai, KPPBC Tipe Madya Pabean C Madiun membukukan penerimaan signifikan sebesar Rp1.222,05 miliar, mencerminkan aktivitas perdagangan dan industri yang tetap bergerak dinamis. Sementara itu, PNBP yang dikelola oleh KPKNL Madiun mencapai Rp15,1 miliar, berasal dari pengelolaan kekayaan negara dan kegiatan lelang.

Belanja Negara: Menggerakkan Roda Ekonomi
Di sisi belanja, APBN tampil sebagai katalis pembangunan. Hingga akhir Triwulan IV 2025, realisasi belanja negara di wilayah Madiun Raya mencapai Rp12.101,9 miliar.
Realisasi belanja pada wilayah kerja KPPN Madiun tercatat sebesar Rp10.555 miliar, atau 98,07% dari pagu, menunjukkan efektivitas pelaksanaan anggaran yang sangat tinggi. Sementara itu, pada wilayah kerja KPPN Pacitan, realisasi belanja mencapai Rp98,31 miliar atau 49,75% dari pagu yang tersedia.

Belanja tersebut tidak hanya menopang operasional pemerintahan, tetapi juga menjangkau sektor-sektor strategis antara lain pendidikan, kesehatan, infrastruktur, dan perlindungan sosial, yang langsung bersentuhan dengan masyarakat.
Menjaga Momentum, Melangkah ke Depan
Kinerja penerimaan dan belanja yang terjaga hingga penghujung tahun anggaran menegaskan bahwa #APBNKita tetap menjadi instrumen utama dalam menjaga momentum pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kualitas layanan publik di wilayah Madiun Raya. (AP)





