Jl. Slamet Riyadi No.467, Surakarta, Jawa Tengah 57146

 

Oleh: Zahrotun Nafisah, PTPN Penyelia KPPN Surakarta

Pengelolaan data transaksi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) di Indonesia secara historis ditopang oleh sistem pemantauan terpisah seperti Online Monitoring Sistem Perbendaharaan dan Anggaran Negara (OMSPAN) dan Monitoring Sistem Aplikasi Keuangan Tingkat Instansi (MonSAKTI). Namun, pertumbuhan data dan pengembangan fitur yang dinamis telah memunculkan tantangan signifikan, yaitu fragmentasi data, inkonsistensi informasi, dan efisiensi operasional yang rendah akibat kompleksitas pengelolaan pengguna dan data lag time. Penelitian ini bertujuan menganalisis inisiatif strategis

Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) dalam mengatasi tantangan tersebut melalui pengembangan sistem MyIntress. MyIntress dirancang sebagai Aplikasi Monitoring Keuangan Terintegrasi untuk menjadi Single Source of Truth data transaksi APBN. Sistem ini mengintegrasikan fungsi Monitoring yang komprehensif, Early Warning System untuk mitigasi risiko, Pelaporan yang akuntabel, dan layanan Konsultasi yang responsif. Implementasi sistem ini diharapkan dapat meningkatkan kepuasan pengguna layanan digital dan mendukung pengambilan keputusan yang lebih akurat dan komprehensif di lingkungan Kementerian Keuangan.

 

Latar Belakang dan Konteks Sistem Eksisting

Aplikasi OMSPAN (Online Monitoring SPAN) dan Monsakti (Monitoring SAKTI) telah lama menjadi tulang punggung dalam monitoring pengelolaan data transaksi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN)1. Kedua aplikasi ini memiliki fungsi yang esensial, mulai dari monitoring, pengendalian, pengawasan, rekonsiliasi, hingga evaluasi transaksi keuangan negara.

  • OMSPAN (terkait dengan SPAN) berperan penting dalam memberikan informasi kepada Satuan Kerja (Satker) mengenai status pembayaran (SPM dan SP2D), revisi DIPA, realisasi anggaran, data supplier, kontrak hingga monitoring penerimaan negara.
  • MonSAKTI (terkait dengan SAKTI) berfungsi sebagai tools pengawasan dan pengendalian internal bagi Kementerian/Lembaga (K/L) serta monitoring dan evaluasi sistem aplikasi oleh DJPb.

Identifikasi Permasalahan dan Kebutuhan Transformasi

Meskipun OMSPAN dan MonSAKTI telah berfungsi optimal, pertumbuhan data, pengembangan fitur, dan kebutuhan integrasi yang lebih luas telah menghadirkan sejumlah tantangan strategis:

  • Fragmentasi Data: Data keuangan negara tersebar di berbagai aplikasi, sehingga sulit untuk mendapatkan informasi yang terpadu (holistik).
  • Isu Efisiensi dan Akurasi: Terdapat keterlambatan akses data (data lag time), serta hambatan berupa kesenjangan teknologi dan kebutuhan akan single-point of truth yang memengaruhi efisiensi dan akurasi informasi.
  • Duplikasi dan Inkonsistensi: Potensi duplikasi data dan inkonsistensi informasi meningkat karena belum terintegrasinya aplikasi secara menyeluruh.
  • Efisiensi Operasional Rendah: Penggunaan banyak aplikasi memerlukan pelatihan dan pemeliharaan yang terpisah, yang secara keseluruhan meningkatkan biaya (cost) dan menyulitkan pengguna.
  • Kompleksitas User Management: Perbedaan basis data pengguna yang digunakan oleh kedua aplikasi (OMSPAN dan MonSAKTI) menambah kompleksitas dalam pengelolaan pengguna.

 

Tujuan Pengembangan MyIntress

Pengembangan MyIntress diinisiasi oleh Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb), yang memegang posisi selaku pemilik Proses Bisnis (Business Owner) dan penyedia Aplikasi Monitoring Keuangan Terintegrasi.

Tujuan Utama Pengembangan MyIntress: MyIntress dikembangkan untuk menjadi Single Source of Truth data monitoring transaksi APBN. MyIntress dirancang untuk mencapai efisiensi operasional TIK dan menyajikan data monitoring serta evaluasi keuangan yang lebih komprehensif, reliabel, mendukung simplifikasi sistem, serta meningkatkan kepuasan pengguna layanan digital.

 

Fungsionalitas MyIntress sebagai Platform Terintegrasi

MyIntress hadir sebagai platform terintegrasi untuk Monitoring, Early Warning, Pelaporan, Evaluasi, dan Layanan Konsultasi. 

  

Implikasi terhadap Tata Kelola TIK dan Pengambilan Keputusan

MyIntress mendukung pencapaian sasaran strategis TIK DJPb, yaitu :

  • Peningkatan Akurasi Data: Dengan menjadi Single Source of Truth, MyIntress menghilangkan duplikasi dan inkonsistensi, sehingga data menjadi lebih reliabel.
  • Dukungan Pengambilan Keputusan: Penyajian data monitoring dan evaluasi yang lebih komprehensif mendukung pengambilan keputusan yang lebih akurat dan tepat.
  • Efisiensi Operasional: Integrasi sistem dan simplifikasi alur pelaporan antar unit kerja menghasilkan efisiensi operasional TIK secara keseluruhan.

 

KESIMPULAN

Pengembangan MyIntress merupakan respon strategis DJPb terhadap tantangan fragmentasi dan efisiensi sistem monitoring APBN yang lama. Dengan mengintegrasikan fungsionalitas OMSPAN dan MonSAKTI ke dalam satu platform yang memiliki kemampuan EWS dan layanan konsultasi, MyIntress tidak hanya mencapai status Single Source of Truth tetapi juga secara fundamental mendukung simplifikasi sistem informasi pengelolaan keuangan negara.

Peta Situs   |  Email Kemenkeu   |   FAQ   |   Prasyarat   |   Hubungi Kami

 

 

 

 

Hak Cipta Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Kementerian Keuangan RI
Manajemen Portal DJPb - Gedung Djuanda I Lt. 9
Gedung Prijadi Praptosuhardo II Lt. 1 Jl. Lapangan Banteng Timur No. 2-4 Jakarta Pusat 10710
Call Center: 14090
Tel: 021-386.5130 Fax: 021-384.6402

IKUTI KAMI

 MEDIA SOSIAL KPPN SURAKARTA

 LAYANAN PENGADUAN

 HUBUNGI KAMI:

sippn

 

Search