Liputan sosialisasi Sistem Perbendaharaan dan Anggaran Negara KPPN Selong
Selong, djpbn.kemenkeu.go.id - Salam Transformasi! Mengusung tema “membangun komunikasi, meraih komitmen, menggapai sukses”, KPPN Selong menggelar Gugus Kendali Mutu (GKM) dilanjutkan dengan sosialisasi dan internalisasi SPAN yang diselenggarakan di Hotel Jayakarta, kawasan wisata Senggigi, Mataram, 24-25 September lalu.
Dalam sambutannya, Kepala KPPN Selong, Ni Luh Kompiang Siti Suardani menekankan perlunya membangun komunikasi guna meningkatkan pemahaman dalam rangka pelaksanaan SPAN sebagai solusi pengelolaan keuangan Negara di masa mendatang.
SPAN merupakan pekerjaan besar kementerian keuangan. SPAN menuntut perubahan signifikan dalam proses bisnis dari yang semula serba manual dan boros kertas kearah penggunaan teknologi informasi. Oleh karena itu, persiapan dalam pengenalan teknologi informasi mutlak diperlukan. Dengan rajin bersentuhan dengan teknologi informasi, meskipun sekedar bermain game hingga mengakses situs jejaring sosial dalam batasan tertentu, kita akan terbiasa dengan penggunaan teknologi. Hal ini dibutuhkan sebagai penunjang kesiapan untuk mengimplementasikan SPAN.
Ada tiga perubahan yang disyaratkan dalam SPAN yaitu perubahan mindset, perubahan sistem hingga perubahan budaya. Mindset atau pola pikir lama yang tidak sesuai dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan organisasi perlu ditinggalkan diganti dengan pola pikir baru. Sistem kerja lama yang terbiasa menggunakan banyak kertas nantinya akan diubah menjadi tanpa kertas. Etos kerja juga perlu ditingkatkan guna mendukung perubahan budaya/ kultur.
“Siapa yang mampu mengadakan perubahan dan membaca peluang, maka berpotensi untuk maju,” pesan Kepala Seksi Pencairan Dana, Muhammad Nashirudin, selaku Duta Span Unit KPPN Selong.
Sebagai narasumber tamu dalam kegiatan sosialisasi dan internalisasi SPAN kali ini, hadir petugas Duta Span Unit (DSU) KPPN Mataram, Nyoman Enri S.
Selain sebagai perwujudan amanah yang tertuang dalam Undang-undang Keuangan Negara dan Undang Undang Perbendaharaan Negara, SPAN memiliki arti penting sebagai sarana modernisasi pengelolaan keuangan negara dan peningkatan kinerja, sarana integrasi sistem informasi manajemen keuangan negara juga sebagai penyempurnaan proses bisnis.
“Business process dengan sistem informasi yang terpisah-pisah dan tidak terintegrasi menyebabkan keragaman sumber data yang berakibat LKPP disclaimer’” papar DSU KPPN Mataram, Nyoman Enri S.
Dalam paparannya, ada tiga hal yang menjadi pilar utama SPAN. Business Process Improvement (BPI) dengan penelahaan dan perbaikan proses bisnis pada Direktorat Jenderal Perbendaharaan dan Direktorat Jenderal Anggaran hingga pusintek Sekretariat Jenderal Kementerian Keuangan sebagai pelaku utama SPAN. Change Management and Communication (CMC) yang diwujudkan dengan serangkaian kegiatan persiapan organisasi dan sumber daya manusia mulai dari rekrutmen duta SPAN baik koordinator dan unit hingga kegiatan-kegiatan pelatihan SPAN. Terakhir, Information Technology Solution (IT solution) yang nantinya memfasilitasi dan mengotomasi implementasi treasury model.
Menutup acara, Kepala KPPN Selong berpesan kepada segenap jajarannya untuk terus belajar dan mempersiapkan diri untuk menyambut era baru pengelolaan keuangan negara yang lebih baik. Karena sebagai agent of change, tanpa kemauan untuk belajar dan kesiapan menghadapi perubahan, SPAN yang digadang-gadang menjadi solusi hanya akan menjadi spam belaka.
Oleh :Wahyu – kontributorKPPN Selong, Editor : Bambang Kismanto – Media Center Perbendaharaan











