Oleh: Mohamad Ziqri Sandy Arifanto, pelaksana pada KPPN Nunukan
Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sering dipahami sebagai dokumen negara yang sarat angka, istilah teknis, dan prosedur birokrasi. Ia dibahas dalam forum resmi, disajikan dalam bentuk grafik dan tabel, lalu disahkan sebagai dasar pelaksanaan kebijakan fiskal nasional. Dalam persepsi sebagian masyarakat, APBN kerap terasa jauh dari kehidupan sehari-hari. Namun, cara pandang tersebut akan berubah ketika APBN dilihat dari daerah, terutama dari wilayah perbatasan seperti Kabupaten Nunukan.













