Oleh: Wisnhu Chrisnur Cahya, pelaksana tugas belajar
Sore itu hujan turun di Stasiun Lempuyangan. Aku berdiri di peron keberangkatan, sesekali tempias air hujan menerpa wajahku. Tepat pukul 15.10 kereta tiba di peron 1. Seperti halnya kereta yang berjalan di atas rel, begitulah kehadiran teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence atau AI). Ia berjalan di jalur yang manusia ciptakan, mempercepat perubahan di berbagai aspek kehidupan. Rel yang terarah mencerminkan bahwa meskipun AI perlahan mengubah setiap aspek kehidupan, ia tetap bergantung pada kendali manusia. Namun, seperti hujan yang bisa menghambat perjalanan, AI pun membawa tantangan yang menawarkan peluang besar, terutama dalam upaya global menuju Net Zero Emission. Sedangkan kita, seperti penumpang yang menunggu di peron, berharap AI membawa kita ke masa depan yang lebih baik, tanpa kehilangan arah.











