- Opini
- Dilihat: 7446
Literasi Keuangan Keluarga: Inklusivitas Keuangan Berbasis Gender, Langkah Strategis Menuju Indonesia Emas 2045
Oleh Muhammad Naufal Fadhlurahman, KPPN Kotamobagu
Di tengah kemajuan teknologi finansial dan perbankan, edukasi dan literasi terkait keuangan sangatlah penting dan menjadi aspek yang sangat krusial bagi masyarakat agar tidak tertinggal dengan perkembangan zaman. Literasi keuangan merupakan jendela menuju keuangan yang inklusif. Berdasarkan Hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) tahun 2022 yang diselenggarakan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), indeks literasi keuangan masyarakat Indonesia sebesar 49,68%. Persentase tersebut meningkat dibandingkan dengan tahun 2019 yang sebesar 38,03%. Peningkatan tersebut menjadi indikasi tingkat inklusi keuangan yang makin tinggi. Inklusivitas keuangan yang tinggi pada suatu negara dapat menciptakan efisiensi ekonomi serta dapat mendukung stabilitas sistem keuangan nasional.













