Lampung,djpbn.kemenkeu.go.id - Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi Lampung sebagai representasi Kementerian Keuangan di daerah mengadakan Seminar Kebijakan Fiskal dan Perkembangan Ekonomi Terkini Tahun 2015 (11/06).
Seminar ini merupakan salah satu dari rangkaian kegiatan Forum Ekonom Kementerian Keuangan tahun 2015, yang terselenggara atas dukungan dari Kantor Pusat Ditjen Perbendaharaan, Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan dan Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kementerian Keuangan. Seminar yang dihadiri sekitar 170 peserta yang terdiri dari instansi vertikal Kementerian Negera/Lembaga, Pemerintah Daerah di Provinsi/Kabupaten/Kota, perwakilan DPRD Provinsi Lampung, kalangan akademisi, dan sektor swasta.
Seminar ini merupakan salah satu media yang menyediakan kesempatan bagi kita semua untuk berkomunikasi dan bersinergi dalam mendukung proses pembangunan nasional dan upaya peningkatan kinerja penyelenggaraan berbagai fungsi pemerintahan dalam suatu sistem pengelolaan fiskal yang sustainable. “event ini merupakan kesempatan untuk mengembangkan wawasan berkenaan dengan pemahaman mengenai kebijakan fiskal dan kaitannya dengan pembangunan ekonomi” kata Tenaga Pengkaji Bidang Perbendaharaan, Taukhid.
Pada tahun 2014 PAD merupakan komponen pendapatan yang mengalami pertumbuhan tertinggi (25,3%) seiring dengan peningkatan porsi PAD dalam struktur pendapatan Pemda. Dari sisi pengeluaran, belanja Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah di Provinsi Lampung selalu mengalami peningkatan selama 5 tahun terakhir (2009 s.d. 2014) dengan rata-rata sebesar 14,1%. Belanja pegawai Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah di Provinsi Lampung pada periode yang sama meningkat dari 42% menjadi 44%, adapun belanja modal meningkat dari 18% menjadi 21%. Pendapatan pemerintah pusat di Provinsi Lampung meningkat setiap tahun seiring dengan peningkatan penerimaan pajak, namun laju pertumbuhannya mengalami perlambatan selama 3 tahun terakhir. Realisasi penerimaan pajak pemerintah pusat di Provinsi Lampung tahun 2014 mencapai 101% dengan pertumbuhan sebesar 19%. Hal tersebut disampaikan dalam pemaparan Kepala Kantor Wiayah Ditjen Perbendaharaan Provinsi Lampung Sahat M.T. Panggabean.
Perekonomian Lampung pada triwulan I tahun 2015 tumbuh sebesar 4,91% lebih besar dari pertumbuhan perekonomian nasional sebesar 4,71%, namun lebih lambat dari periode triwulan I tahun 2014 yang mencapai lebih dari 6%. Pertumbuhan ekonomi pada triwulan II tahun 2015 diprediksi akan mencapai 5% atau lebih mengingat proyek seperti jalan tol Trans Sumatera, dan adanya peningkatan target penambahan 1 juta ton gabah akan berdampak besar terhadap roda perekonomian di provinsi Lampung. “Dari seminar ini dapat memberikan sumbangan pemikiran agar pertumbuhan ekonomi wilayah Lampung dapat lebih baik, dan memberikan kesejahteraan bagi masyarakat Lampung” kata Staf Ahli Gubernur Lampung Bidang Ekonomi dan Keuangan Kherlani di akhir keynote speech-nya.
Setengah hari seminar dilangsungkan banyak topik pembicaraan yang informatif dan membuka wawasan baru. Hadirnya nara sumber seperti Luky Alfirman dari BKF, Kresnadi Prabowo Mukti dari DJPK dan Hesrian Hendi Caya dari ISEI Cabang Lampung melengkapi sudut pandang wawasan peserta.
Oleh : Kontributor Kantor Wilayah Ditjen Perbendaharaan Prov. Lampung











