Banjarmasin,djpbn.kemenkeu.go.id - Kondisi perlambatan pertumbuhan ekonomi saat ini, telah dirasakan dampaknya hampir semua sektor di Indonesia.
Namun demikian, Dirjen Perbendaharaan, Marwanto Harjowiryono tetap optimis kondisi tersebut akan segera pulih kembali. Orang nomor satu Ditjen Perbendaharaan ini mengatakan, kondisi saat ini berbeda jauh dengan kondisi pada saat Indonesia mengalami krisis.
“Krisis yang yang kita hadapi di tahun 1978, 1998 merupakan proses pembelajaran yang sangat berharga bagi kita. Insya allah melambatnya ekonomi Indonesia pada saat ini akan segera pulih, karena basis dan dasar ekonominya berbeda jauh pada saat kita mengalami krisis 10 atau 15 tahun yang lalu” tutur Marwanto saat memberi sambutan acara Seminar Kebijakan Fiskal dan Perkembangan Ekonomi Terkini di Hotel Rattan Inn Banjarmasin, Selasa (08/09).
Untuk membantu mendorong pertumbuhan ekonomi, Marwanto berharap agar penyerapan belanja pemerintah dapat dipercepat. Namun demikian, persepsi publik terhadap kondisi ekonomi menjadi hal penting yang harus di waspadai. Lebih lanjut, Marwanto menekankan pentingnya menumbuhkan semangat dan kepercayaan terhadap pasar. Untuk itu, diperlukan upaya seluruh komponen bangsa bergerak meningkatkan optimisme dalam pembangunan serta tidak menimbulkan kegaduhan dan persepsi buruk yang justru akan menghambat pembangunan itu sendiri. “Tuhan akan memberikan apa yang kita mau dan sesuai dengan prasangka kita, kalau kita pesimis terhadap kita sendiri, maka secara psikologis semua komponen bangsa juga akan pesimis” lanjutnya.
Hal itu diaminkan Penjabat Gubernur Kalimantan Selatan, Tarmizi A. Karim, yang berkesempatan hadir membuka acara seminar tersebut. Menurutnya, masyarakat harus mampu menimbang dan memilah-milah setiap informasi yang ada di media dengan tetap selalu berpikiran positif. Tarmizi percaya bahwa masih banyak kekuatan-kekuatan lokal yang akan memberikan sebuah effort yang besar di tengah-tengah kondisi yang dialami saat ini.
“Kenapa kebijakan fiskal menjadi amat penting hari ini?. Ditengah-tengah gejolak seperti ini, kita tidak mau kehilangan momentum untuk berperan menyelamatkan negara kita. Kekuatan pemerintah dengan instrumen pengeluarannya sangat diharapkan. Investasi kita di sektor infrastruktur sangat signifikan. Kita ingin masuk ke sektor-sektor yang dapat memberikan harapan dimasa depan” ucap Tarmizi yang juga Inspektur Jenderal Kemendagri ini.
Kegiatan yang menjadi agenda tahunan ini dihadiri sejumlah kalangan dari mahasiswa, akademisi, pengusaha dan pejabat dari instansi pemerintah terkait. Selain dihadiri Dirjen Perbendaharaan dan dibuka Penjabat Gubernur Kalimantan Selatan, seminar ini juga menghadirkan narasumber yang berkompeten dibidangnya masing-masing diantaranya Kurnia Chairi, S.E. Ak., M.Sc, Kasubdit Analisis Ekonomi Makro dan Pendapatan Negara DJA yang membawakan Perkembangan Ekonomi Terkini dan Pokok-pokok RAPBN Tahun 2016 dilanjutkan materi Kebijakan Dana Desa oleh Prof. Dr. Abdul Halim, M.A, Guru Besar Ilmu Akuntansi Universitas Gadjah Mada dan Muhammad Handry Imansyah, Ph.D., Ekonom Kementerian Keuangan Wilayah Kalimantan Selatan yang membawakan materi Kajian Ekonomi dan Potensi Khusus Kalimantan Selatan dengan moderator seminar, DR. Zakhyadi Ariffin, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Lambung Mangkurat. Pada kesempatan yang sama, Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Kalimantan Selatan, Dedi Sopandi didapuk membahas Evaluasi Pelaksanaan Anggaran Semester I Tahun 2015.
Oleh : Abd. Gafur – Kontributor Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Kalsel











