Jakarta, djpb.kemenkeu.go.id,- Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) baru saja menyelenggarakan pelantikan sejumlah Pejabat Fungsional baru pada Selasa (2/12) di Jakarta. Acara ini menjadi momentum penguatan peran DJPb sebagai pengelola Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sekaligus mendukung akselerasi digitalisasi dalam organisasi.
Dalam sambutannya setelah melantik Pejabat Fungsional baru tersebut, Sekretaris Ditjen Perbendaharaan, Arif Wibawa menyampaikan bahwa peran DJPb kini telah melebar, tidak hanya mempertajam fungsi Operational Treasury, namun juga menjalankan fungsi fiskal sebagai Regional Chief Economist (RCE) dan Financial Advisory (FA) di kantor vertikal.
"Peran Ditjen Perbendaharaan sebagai pengelola APBN baik sebagai Treasurer, Regional Chief Economist, dan Financial Advisor harus mampu memberikan nilai tambah dan memiliki manfaat yang tinggi, utamanya dari sisi belanja yang berkualitas, baik dari output maupun outcome, sehingga bermanfaat langsung ke masyarakat guna mendukung program strategis pemerintah," tegasnya.
Terhadap Pejabat Fungsional Analis Pengelolaan Keuangan APBN dan Pejabat Fungsional Pranata Keuangan APBN yang baru dilantik, Sekretaris Ditjen Perbendaharaan menekankan pentingnya peran mereka untuk meningkatkan kualitas pengelolaan keuangan APBN, menjadikan DJPb sebagai role model dalam pengelolaan anggaran.
Sementara itu untuk Pejabat Fungsional Pranata Komputer, Sekretaris Ditjen Perbendaharaan berharap mereka akan menjadi solusi dalam menghadapi tantangan digitalisasi perbendaharaan. Sekretaris Ditjen Perbendaharaan menyoroti pentingnya akselerasi otomasi proses bsinis, peningkatan fungsi data analitik, dukungan sistem IT yang andal, dan pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) untuk pekerjaan klerikal.
Sekretaris Ditjen Perbendaharaan juga memberikan pesan khusus kepada seluruh pejabat yang baru dilantik. Ia berharap kesempatan ini menjadi sarana untuk memperkaya kemampuan, pengetahuan, dan kompetensi.
"Jaga selalu value dari INTRESS, integrity, teamwork, responsive, elaborative, simplify dan service, dalam menjalankan setiap tugas dan bekerja, sehingga selalu memberikan kinerja yang terbaik bagi Ditjen Perbendaharaan, Kementerian Keuangan, dan Indonesia," ungkapnya menekankan pentingnya integritas dan profesionalisme.
Sekretaris Ditjen Perbendaharaan menyampaikan bahwa pengangkatan ini merupakan bagian dari manajemen karier PNS untuk meningkatkan profesionalisme dan kompetensi, sejalan dengan kebijakan Kementerian Keuangan dalam membentuk struktur organisasi yang lebih adaptif dan efisien. Pelantikan ini juga menandai pengangkatan perdana JF Analis Pengelolaan Keuangan APBN di Kantor Pusat DJPb.
Lebih lanjut Sekretaris Ditjen Perbendaharaan juga menjelaskan bahwa pengangkatan JF Pranata Keuangan APBN pada unit vertikal bertujuan untuk mengalihkan tugas Bendahara dari jabatan Pelaksana menjadi tugas jabatan fungsional guna mewujudkan pengelolaan keuangan yang lebih profesional dan independen.
Pelantikan ini dilakukan secara hybrid yang melibatkan total 63 (enam puluh tiga) Pejabat Fungsional di lingkungan DJPb, terdiri dari 7 JF Analis Pengelolaan Keuangan APBN, 52 JF Pranata Keuangan APBN, dan 4 JF Pranata Komputer yang tersebar di Kantor Pusat dan Kantor Vertikal. Hadir secara luring dalam acara tersebut adalah para direktur lingkup Kantor Pusat DJPb dan Tenaga Pengkaji Bidang Perbendaharaan serta para Kepala Bagian di Sekretariat Ditjen Perbendaharaan. (SW)

















