Kendari, September 2024. Pertumbuhan ekonomi regional Sulawesi Tenggara pada triwulan II-2024 mengalami pertumbuhan sebesar 5,54% (y-oy). Berdasarkan besaran Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku triwulan II-2024 mencapai Rp46,22 triliun dan atas dasar harga konstan 2010 mencapai Rp27,77 triliun. Kondisi harga-harga barang tetap terjaga dengan inflasi di angka 1,62% (y-o-y), didorong oleh kenaikan indeks kelompok pengeluaran yaitu: kelompok makanan, minuman, dan tembakau; kelompok transportasi; kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya; kelompok pendidikan; kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran; serta kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya.
Perkembangan APBN regional Sulawesi Tenggara s.d 31 Agustus 2024 memberikan catatan yang bagus karena belanja negara tumbuh positif sebesar 5,90%, namun perlu perhatian karena pendapatan negara mengalami kontraksi sebesar 1,62% (y-oy). Meskipun demikian, capaian ini akan terus didorong dan dioptimalkan untuk mendukung peran APBN bagi masyarakat. Realisasi pendapatan negara mencapai Rp2.717,72 miliar atau 47,93% dari target pendapatan 2024. Sedangkan realisasi belanja negara mencapai Rp16.865,22 miliar atau 62,34% dari pagu APBN.
PENDAPATAN NEGARA
Penerimaan Perpajakan
Realisasi penerimaan perpajakan di wilayah Sulawesi Tenggara s.d 31 Agustus 2024 mencapai Rp2.157,02 miliar (42,21% target) dengan rincian penerimaan pajak dalam negeri sebesar Rp2.041,58 miliar dan penerimaan yang berasal dari pajak perdagangan internasional sebesar Rp115,44 miliar. Realisasi penerimaan pajak dalam negeri mengalami penurunan sebesar atau Rp77,25 miliar atau -3,65% (y-o-y). Sedangkan pajak perdagangan internasional mengalami pertumbuhan positif yang sebesar Rp23,13 miliar atau 25,06% (y-oy).
Penerimaan pajak dalam negeri Sulawesi Tenggara s.d 31 Agustus 2024, didominasi oleh Pajak Penghasilan (PPh) sebesar 59,23% dan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sebesar 35,49%, sisanya adalah Pajak Bumi Bangunan (PBB) dan Pajak Lainnya. Proporsi PPh yang cukup besar, menjadikan pertumbuhan pajak secara keseluruhan tetap terjaga. PPN dan PBB mengalami pertumbuhan negatif yang disebabkan oleh tingginya jumlah restitusi pajak dan penurunan aktivitas operasi wajib pajak (WP) di sektor pertambangan dan penggalian akibat belum terbitnya Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) atas WP tambang.
Penerimaan pajak perdagangan internasional s.d 31 Agustus 2024, disumbang oleh bea masuk sebesar Rp117,85 miliar dengan pertumbuhan sebesar 27,67% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu atau tumbuh sebesar Rp25,54 miliar. Bea keluar yang telah terealisasi s.d. periode ini sebesar Rp2,42 miliar.
Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP)
Sampai dengan 31 Agustus 2024, penerimaan PNBP di Sulawesi Tenggara mencapai Rp560,70 miliar (100% pagu) dan mengalami pertumbuhan sebesar 1,70% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu atau sebesar Rp9,35 miliar. Penerimaan ini terdiri dari penerimaan penerimaan PNBP lainnya sebesar Rp336,65 miliar dan penerimaan Badan Layanan Umum (BLU) sebesar Rp224,05 miliar. PNBP lainnya yang diterima bulan Agustus 2024 antara lain berasal dari: pengelolaan kekayaan negara sebesar Rp7,37 miliar, pelayanan lelang sebesar Rp2,53 miliar, dan piutang negara Rp0,74 miliar.
BELANJA NEGARA
Belanja Pemerintah Pusat
Realisasi Belanja Pemerintah Pusat di wilayah Sulawesi Tenggara sampai dengan 31 Agustus 2024 mencapai Rp4.814,53 miliar atau 56,81% dari pagu APBN. Realisasi Belanja tersebut meliputi Belanja Pegawai sebesar Rp1.957,04 miliar (73,53% dari pagu APBN), Belanja Barang sebesar Rp2.012,64 miliar (48,85% dari pagu APBN), Belanja Modal sebesar Rp840,80 miliar (49,93% dari pagu APBN), dan Belanja Bantuan Sosial sebesar Rp4,67 miliar (43,63% dari pagu APBN).
Transfer ke Daerah (TKD)
Penyaluran Transfer Ke Daerah (TKD) sampai dengan 31 Agustus 2024 mencapai Rp12.048,92 miliar (64,88%). Belanja Transfer ke Daerah wilayah Sulawesi Tenggara mengalami peningkatan sebesar 9,03% atau Rp998,06 miliar dibandingkan realisasi tahun 2023. Peningkatan ini didukung oleh tumbuhnya realisasi Dana Alokasi Umum (DAU) sebesar Rp1.020,28 miliar (70,21% dari pagu 2024) dan Dana Desa yang tumbuh sebesar Rp232,43 miliar (86,45% dari pagu 2024).
Secara keseluruhan, capaian APBN Regional Sulawesi Tenggara s.d 31 Agustus 2024 telah terlaksana dengan baik. Pendapatan negara terakselerasi didukung kenaikan hampir seluruh komponen. Belanja negara yang tumbuh positif akan terus didorong agar pertumbuhan ekonomi regional dapat terakselerasi melalui APBN yang dikelola dengan penuh kehati-hatian. Sehingga pelaksanaan APBN regional yang baik akan memberikan dampak yang lebih besar kepada sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.


















