
JAKARTA - Dalam rangka memperkuat budaya belajar di lingkungan kerja serta meningkatkan kompetensi pegawai, KPPN Jakarta I menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Learning Organization (LO) dan Bimbingan Teknis Individual Development Plan (IDP) Semester I Tahun 2026. Kegiatan ini dilaksanakan secara daring melalui Microsoft Teams pada Jumat (06/03) dan diikuti oleh seluruh pegawai KPPN Jakarta I.
Kegiatan ini menghadirkan Laily Zulfa Febriana sebagai narasumber yang menyampaikan materi terkait implementasi Learning Organization serta penyusunan Individual Development Plan (IDP) sebagai bagian dari upaya pengembangan kompetensi pegawai.
Pada awal pemaparan, narasumber menyampaikan bahwa organisasi saat ini dituntut untuk mampu beradaptasi dengan berbagai perubahan yang berlangsung secara cepat, baik dari sisi kebijakan, perkembangan teknologi, maupun tuntutan pelayanan kepada masyarakat. Oleh karena itu, setiap pegawai perlu terus meningkatkan kompetensi melalui kegiatan pembelajaran yang terencana dan berkelanjutan.
Konsep Learning Organization mendorong organisasi untuk menjadi lingkungan yang aktif dalam proses belajar, di mana pegawai tidak hanya mengandalkan pelatihan formal, tetapi juga memanfaatkan berbagai bentuk pembelajaran lain seperti berbagi pengetahuan, diskusi, pengalaman kerja, hingga inovasi yang lahir dari praktik pekerjaan sehari-hari. Dengan penerapan konsep ini, diharapkan tercipta lingkungan kerja yang adaptif, kolaboratif, serta mampu menghasilkan solusi dan inovasi yang bermanfaat bagi organisasi.
Dalam implementasinya di lingkungan Kementerian Keuangan, Learning Organization didukung oleh beberapa komponen utama, antara lain pengelolaan pengetahuan, rantai nilai pembelajaran (learning value chain), kinerja pembelajar, serta peran pimpinan dalam proses pembelajaran. Salah satu bentuk pengelolaan pengetahuan yang didorong adalah dokumentasi aset intelektual yang dimiliki pegawai agar pengetahuan tersebut dapat dimanfaatkan secara lebih luas oleh organisasi.
Narasumber juga menjelaskan konsep Learning Value Chain, yaitu rangkaian proses pembelajaran yang dimulai dari identifikasi kebutuhan pembelajaran, perencanaan kegiatan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran, hingga evaluasi hasil pembelajaran. Melalui proses tersebut, pembelajaran yang dilakukan diharapkan dapat memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kinerja organisasi.
Selain itu, peran pimpinan juga menjadi faktor penting dalam mendukung keberhasilan implementasi Learning Organization. Pimpinan diharapkan tidak hanya memberikan arahan, tetapi juga berperan sebagai fasilitator dan teladan dalam menciptakan budaya belajar di lingkungan kerja.
Pada sesi berikutnya, narasumber memaparkan mengenai Individual Development Plan (IDP) Tahun 2026, yaitu rencana pengembangan kompetensi individu yang disusun oleh setiap pegawai dengan melibatkan atasan langsung. Penyusunan IDP bertujuan membantu pegawai merencanakan kegiatan pembelajaran yang relevan dengan tugas dan tanggung jawabnya sehingga kompetensi yang dimiliki dapat terus berkembang.
Dalam penyusunannya, pegawai didorong untuk memanfaatkan berbagai metode pembelajaran, seperti pembelajaran mandiri, pembelajaran sosial melalui diskusi atau berbagi pengetahuan, pembelajaran terstruktur melalui pelatihan atau seminar, serta pembelajaran berbasis pengalaman kerja. Hal ini menunjukkan bahwa proses belajar tidak selalu harus melalui pelatihan formal, tetapi dapat diperoleh dari berbagai aktivitas yang berkaitan dengan pekerjaan sehari-hari.
Pegawai juga diharapkan dapat mendokumentasikan setiap kegiatan pembelajaran yang telah dilakukan, baik dalam bentuk resume pembelajaran, laporan kegiatan, maupun sertifikat pelatihan. Dokumentasi tersebut menjadi bukti pelaksanaan IDP sekaligus bahan evaluasi dalam pengembangan kompetensi pegawai.
Dalam kegiatan tersebut, Kepala KPPN Jakarta I, Jamaluddin Ambo Dai, turut memberikan arahan kepada seluruh pegawai terkait pentingnya kesiapan dalam menyusun IDP secara tepat dan sesuai ketentuan. Kepala Kantor juga mengarahkan agar unit kerja menyusun jadwal asistensi penyusunan IDP guna memberikan pendampingan kepada pegawai.
Melalui kegiatan asistensi tersebut, pegawai diharapkan dapat memperoleh pemahaman yang lebih baik terkait penyusunan IDP, mulai dari pemilihan kegiatan pembelajaran yang relevan hingga kelengkapan dokumen yang diperlukan. Dengan adanya pendampingan yang terjadwal, proses penyusunan IDP diharapkan dapat berjalan lebih terarah, terkoordinasi, serta meminimalkan kesalahan dalam pengisian maupun perencanaan pengembangan kompetensi.
Secara keseluruhan, kegiatan sosialisasi ini menegaskan bahwa implementasi Learning Organization dan penyusunan Individual Development Plan merupakan bagian penting dalam pengembangan sumber daya manusia di lingkungan KPPN Jakarta I. Dengan meningkatnya kompetensi pegawai serta budaya belajar yang kuat, diharapkan kinerja organisasi dapat terus berkembang dan memberikan pelayanan yang semakin optimal kepada para pemangku kepentingan.
***
KPPN Jakarta I, IHSAN !!!
Inovatif, Harmonis, Sigap, Akuntabel, Nyaman



