
JAKARTA - Dalam rangka memperkuat kemampuan individu, organisasi, atau komunitas dalam mengelola sumber daya dan menjalankan fungsinya secara efektif dan berkelanjutan, KPPN Jakarta I bersama dengan KPPN lingkup Gedung Juanda menyelenggarakan kegiatan Capacity Building untuk periode Triwulan IV 2024.
Kegiatan Capacity Building KPPN Jakarta I untuk Triwulan IV 2024 dimulai dengan senam pagi bersama yang diikuti oleh seluruh anggota KPPN, diikuti oleh sesi foto dan sarapan bersama. Acara dibuka secara resmi oleh MC dari KPPN KPH dan KPPN Jakarta I, dengan tema "Penguatan Solidaritas Antar Pegawai dalam Pelatihan Keselamatan Kebakaran." Kepala KPPN Jakarta IV, Bapak Made Cana Armaya, memberikan arahan tentang pentingnya pelatihan P3K dan kebakaran untuk meningkatkan kesiapan dalam situasi darurat. Pelatihan ini bertujuan memperkuat keterampilan praktis dan solidaritas pegawai, mendukung manajemen mutu internal KPPN.
Pelatihan dimulai dengan arahan dari Bapak Supriyanto, S.Sos, Kepala Sektor 1 Kecamatan Gambir, yang menekankan pentingnya pelatihan keselamatan kebakaran dan P3K sebagai persiapan menghadapi situasi darurat yang tidak terduga. Ia mengingatkan bahwa meskipun lingkungan kantor terlihat aman, keadaan darurat dapat terjadi kapan saja. Pelatihan ini bertujuan meningkatkan keterampilan individu serta solidaritas dan kerja sama dalam menghadapi kondisi darurat.
Selanjutnya, materi P3K disampaikan oleh tim dari Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Pusat. Peserta belajar langkah-langkah dasar P3K, termasuk memeriksa respon korban, mengecek pernapasan dan nadi, serta melakukan RJP (CPR) jika diperlukan. Peserta juga diberi kesempatan mempraktikkan langsung keterampilan P3K yang telah diajarkan.
Setelah sesi P3K, pelatihan berlanjut dengan penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR). Narasumber menjelaskan penyebab umum kebakaran, seperti kelalaian manusia dan peralatan rusak, serta teknik memadamkan api menggunakan karung goni basah dan APAR. Peserta mempelajari cara menggunakan APAR dengan benar, mulai dari menarik pin hingga menyemprotkan bahan pemadam ke dasar api, dan mempraktikkan teknik tersebut.
![]() |
![]() |
Pertanyaan dan Jawaban dalam Pelatihan P3K:
-
Bagaimana jika saat terjadi kecelakaan kita tidak memiliki peralatan yang memadai, seperti saat praktik tadi?
- Jawaban: Jika peralatan tidak memadai, gunakan benda yang ada di sekitar untuk memberikan pertolongan cepat dan aman, seperti pakaian untuk menahan pendarahan atau bahan keras untuk menstabilkan patah tulang.
-
Bagaimana jika terjadi korban dengan patah tulang hingga tulangnya keluar menonjol?
- Jawaban: Jangan mencoba memasukkan kembali tulang yang keluar. Stabilkan area dengan bahan lembut untuk mencegah cedera lebih lanjut dan segera bawa korban ke rumah sakit.
-
Apa yang harus dilakukan jika korban adalah lawan jenis? Apakah tidak masalah?
- Jawaban: Tidak masalah memberikan pertolongan, meskipun jika merasa tidak nyaman, bisa minta bantuan orang lain. Yang terpenting adalah memastikan korban mendapat pertolongan cepat dan tepat.
Pertanyaan dan Jawaban dalam Pelatihan Penggunaan APAR:
-
Apakah penting untuk memiliki APAR di rumah?
- Jawaban: Sangat penting, terutama di area dengan risiko kebakaran tinggi, seperti dapur. APAR dapat membantu memadamkan api sebelum menyebar.
-
Bagaimana cara penyimpanan APAR yang baik?
- Jawaban: Simpan APAR di tempat mudah dijangkau, jauh dari sumber panas, dan pastikan lingkungan penyimpanan bersih dan kering.
-
Standar APAR seperti apa yang baik untuk digunakan di rumah?
- Jawaban: Gunakan APAR berkapasitas hingga 3,5 kg yang sesuai dengan jenis kebakaran, seperti tipe kelas A untuk material padat atau kelas B untuk cairan mudah terbakar.
***
KPPN Jakarta I, IHSAN !!!
Inovatif, Harmonis, Sigap, Akuntabel, Nyaman





