Oleh: Rizqi Febrian Pratama - Pembina Teknis Perbendaharaan Terampil, KPPN Jayapura
Saat Mesin Fiskal Mulai Panas: dari Stabilisasi ke Akselerasi
Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2026 disusun dalam momentum yang berbeda. Setelah cukup lama menghadapi badai ketidakpastian global seperti pandemi, krisis energi, hingga tensi geopolitik, Indonesia kini memasuki fase baru dalam manajemen fiskal, yaitu dari stabilisasi menuju akselerasi. Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,4 persen, defisit di bawah tiga persen produk domestik bruto (PDB), dan inflasi terjaga. Target ini bukan sekadar optimisme makro, melainkan manifestasi dari keyakinan bahwa fondasi fiskal Indonesia kini cukup kokoh untuk melangkah lebih cepat.

