- Regional
- Dilihat: 1656
KPPN Nabire Melaksanakan GKM SPAN Lebih Intens
Liputan Pelaksanaan Gugus Kendali Mutu (GKM) SPAN di KPPN Nabire
Nabire, djpbn.kemenkeu.go.id - KPPN Nabire kembali mengadakan GKM (Gugus Kendalai Mutu) SPAN untuk kesekian kalinya, Selasa, (11/9). Menyadari tuntutan untuk menjadi institusi yang profesional, maka KPPN Nabire secara rutin telah melaksanakan kegiatan GKM. Sejalan dengan itu, dalam rangka pemantapan persiapan implementasi KPPN Percontohan dan implementasi SPAN, maka GKM tersebut dilaksanakan secara lebih intens.
Materi yang menjadi pokok penyajian pada GKM tersebut adalah Infrastruktur SPAN. Sebagai Penyaji GKM Modul SPAN adalah Yuda Gustama, selaku Duta SPAN Unit KPPN Nabire. Para Pegawai KPPN Nabire mengakui, bahwa cukup sulit untuk memahami Modul SPAN, karena baik penyaji maupun peserta mencoba mendeskripsikan kondisi dan hal-hal yang belum pernah dilakukan. Namun, dengan penyajian dari DSU dalam pertemuan GKM tersebut diharapkan dapat menjadi bekal awal para pegawai KPPN Nabire.
Suasana antusias dan semangat, itulah gambaran yang terlihat dalam setiap pelaksanaan GKM SPAN para pegawai KPPN Nabire. Hal yang paling mudah terlihat dari gambaran tersebut adalah banyaknya pertanyaan yang disampaikan kepada penyaji. Sikap antusias tersebut merefleksikan keinginan besar para pegawai agar mampu menyesuaikan dengan perubahan yang sedang dan akan terjadi dalam organisasi Ditjen Perbendaharaan.
Muncul beberapa pertanyaan di luar topik pembahasan GKM hari itu, namun masih terkait dengan SPAN. Salah satu pertanyaan terkait dengan adanya konsep “jatuh tempo” pada Modul Pembayaran, yakni tentang keterkaitan atau perbedaan dengan konsep “penyelesaian 1 jam” yang sekarang berlaku. Penyaji memberikan penjelasan bahwa hal tersebut terkait dengan jatuh tempo pencairan atas permintaan pembayaraan oleh Satker yang diajukan ke KPPN. Dalam system SPAN, nantinya akan muncul work list (daftar perkerjaan) yang harus diselesaikan setiap pemegang otoritas ketika sudah melakukan login pada aplikasi SPAN. Pada work list itulah akan tercantum batas waktu penyelesaian pekerjaan. Teknis pelaksanaannya akan diatur dalam peraturan perundangan lebih lanjut.
Pada kesempatan tersebut Kepala KPPN Nabire, Amra, menyampaikan arahan bahwa Modul SPAN sangat penting untuk dipahami seluruh pegawai. Melalui GKM Modul SPAN, beliau berharap seluruh jajaran pejabat/pegawai KPPN Nabire dapat menggali dan memahami betul tentang SPAN. GKM merupakan salah satu media bagi para pegawai untuk meningkatkan kompetensi sesuai tuntutan organisasi.
Selanjutnya, Amra juga menyampaikan hasil assestment Pelaksana KPPN Nabire. Tingkat kelulusan KPPN Nabire mencapai 75% dengan perincian 8 lulus murni, 4 lulus cadangan, dan 4 pegawai belum lulus. Kepada yang telah lulus, Kepala KPPN Nabire mengucapkan selamat sekaligus berharap agar capaian tersebut memotivasi pegawai untuk terus berbenah diri. Kepada yang belum lulus, Bapak Amra berpesan agar jangan berkecil hati, tetap bersemangat. Sebagaimana penegasan dari Kantor Pusat dalam surat nomor S-7302/PB/2012, kepada yang belum lulus akan diberikan kesempatan mengulang. Beliau yakin Pimpinan Ditjen Perbendahraan telah merumuskan kebijakan yang terbaik untuk organisasi sekaligus terbaik untuk pegawai.
Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan dukungan nyata untuk kelancaran pelaksanaan tugas organisasi KPPN Nabire dalam menyongsong implementasi KPPN Percontohan di bulan Oktober 2012 dan implementasi SPAN tahun 2013. Sikap antusias yang tercermin dari pertanyaan-pertanyaan yang muncul sudah menyiratkan kesiapan awal KPPN Nabire dalam menyongsong agenda besar dimaksud.
Oleh: Endarto, Kontributor KPPN Nabire








Dengan diawali permainan sederhana yang dipandu narasumber namun dapat menyegarkan semua peserta kemudian dilanjutkan dengan berbagi pengalaman bagaimana Service Excellence yang sudah dijalankan oleh Bank BRI selama ini. Untuk mewujudkan Service Excellence kita harus tahu kebutuhan dari stakeholder dan harapan mereka begitu kata narasumber. Dengan S3 Senyum, Sapa dan Salam, tiga hal yang sangat mudah untuk dilakukan, kita dapat mewujudkan rasa simpati dan empati orang yang kita layani yang akhirnya mereka akan memberikan puas atas layanan yang kita berikan.
Alah bisa karena biasa. Budayakan Senyum, Sapa dan Salam kepada siapapun juga...
Trainer Service Excellence menyampaikan paparan menyangkut materi tentang kepuasan akan standar layanan yang dipengaruhi berbagai variable atau dapat dilihat dari dimensi, antara lain Sikap Pelaku Layanan, Kualitas Layanan, Ketepatan Waktu Layanan, Kemudahan, Kenyaman dan Keamanan dalam pemberian layanan. Materi pelatihan juga dilaksanakan dengan metode role play atau simulasi atas aktivitas layanan, di antaranya simulasi penampilan petugas Front Office untuk menampilkan citra layanan yang dapat memberikan kesan profesional meliputi tata rias wajah, tata rias rambut, tata busana yang dikenakan, dan pemakaian aksesoris yang tidak berlebihan. Dilanjutkan role play menganai sikap tubuh, bagaimana cara berjalan, berdiri, sikap duduk dan berbicara kepada stakeholder yang dilayani. Dan tidak kalah pentingnya, simulasi terhadap sikap mengakhiri layanan, berupa tetap menjaga kontak mata, menawarkan bantuan lainnya, mengucapkan salam dan menyebutkan nama mitra kerja yang dilayani.
Kegiatan pelatihan ini diselingi dengan sesi tanya jawab para pegawai KPPN Raha dengan trainers menyangkut berbagai tips and tricks dalam memberikan layanan prima kepada mitra kerja. Secara umum, kegiatan pelatihan Service Excellence ini sangat penting karena merupakan transfer knowledge dari perbankan yang dapat diadopsi guna meningkatkan layanan prima pada KPPN Raha yang terus menerus dan berkesinambungan.
sampaikan oleh Kepala bagian Umum Kanwil Ditjen Perbendaharaan Sulselbar, Usdek Rahyono, dirinya mengatakan bahwa berdasarkan pengamatan Kanwil Ditjen Perbendaharaan Sulselbar, 24 Pegawai KPPN Parepare sudah cukup layak kompetensinya untuk dijadikan sebagai pegawai KPPN Percontohan, dan beliau berharap agar senantiasa melakukan perbaikan dan menggali informasi yang up to date, “Kemampuan SDM KPPN Parepare harus senantiasa ditingkatkan dengan mengadakan beberapa kegiatan seperti Gugus Kendali Mutu dan pemantapan kesiapan penerapan SPAN,” imbuhnya.
Sekapur sirih dari Kepala KPPN Wates, Lili Khamiliyah, memaparkan tentang pentingnya kegiatan sosialisasi dan mendorong para Kuasa pengguna Anggaran untuk lebih memperhatikan perkembangan penyerapan anggaran yang dikelolanya. Selepas menyampaikan sambutannya, Lili Khamiliyah melanjutkan acara dengan menyampaikan presentasi mengenai Percepatan Penyerapan Anggaran. Lili menampilkan data realisasi penyerapan anggaran non belanja pegawai sampai dengan tanggal 29 Agustus 2012 secara rinci pada masing-masing satker. Diinformasikan juga oleh Ibu Lili bahwa target pencapaian penyerapan anggaran untuk Belanja Barang, Belanja Modal, dan Belanja Bantuan Sosial (Non Belanja Pegawai) sampai dengan Triwulan III TA 2012 yang akan berakhir pada tanggal 28 September 2012 adalah 60 %. Dari data tersebut, Ibu Lili mengharapkan agar seluruh satker dapat mengambil langkah-langkah percepatan penyerapan anggaran agar target yang ditentukan dapat tercapai pada waktunya.
Acara dibuka oleh Plh. Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Aceh, Isrin.
Selanjutnya setelah istirahat acara dilanjutkan dengan materi Gambaran Umum Monev TA 2012 Semester I yang dipimpin oleh Muliasyah, Kepala Bidang PA. Dalam sesi ini dibahas mengenai penyebab-penyebab rendahnya penyerapan anggaran Satker dan menumpuknya SPM yang diajukan di akhir Tahun Anggaran, dimana penyerapan anggaran satker dalam wilayah kerja Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Aceh sampai dengan tanggal 31 Juli 2012 masih 45,74% dan jumlah satker dengan realisasi penyerapan anggaran rendah adalah sebanyak 581 satker dari jumlah satker keseluruhan. Selain itu juga dibahas mengenai langkah-langkah yang diambil dalam rangka meningkatkan penyerapan anggaran Satker. 

