- Regional
- Dilihat: 2735
Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Sulsel Ingin Memastikan KPPN Benteng Siap Menjadi KPPN Percontohan
Liputan Kunjungan Kerja Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Sulsel
Benteng, djpbn.kemenkeu.go.id – Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Sulawesi Selatan Pardiharto melakukan kunjungan kerja ke KPPN Benteng, Selasa (4/9).
Kedatangan Pardiharto disambut oleh kepala KPPN Benteng Bulus Lumban Gaol, beserta jajaran pejabat eselon IV lingkup KPPN Benteng. Padiharto langsung menyapa dengan ramah dan hangat seluruh pegawai tersebut. Di ruang Front Office dirinya langsung mengecek beberapa hal seperti website KPPN Benteng dan monitoring laporan pengiriman kebutuhan dana. (e-kirana). Dalam tinjauan singkat tersebut Padiharto berpesan agar layanan yang ada ditingkatkan dengan ‘double service’. Maksudnya dengan pelayanan konvensional (tatap muka di FO) dan pelayanan ‘dunia maya’ yaitu dengan penyediaan informasi layanan melalui website.
Bersama dua orang stafnya, Padiharto kemudian meninjau kantor secara keseluruhan mulai dari ruang Front Office, Midle Office, hingga Back Office, dilanjutkan dengan ruang arsip. Terakhir, rombongan meninjau ruang server diteruskan sampai halaman kantor dan rumah dinas yang terletak pada lokasi yang sama.
Dalam arahannya, Padiharto menyampaikan mengenai target pencapaian penyerapan anggaran triwulan III ini sebesar 60%. Menurutnya, untuk mencapai target tersebut agar diperhatikan peningkatan upaya yang telah dilaksanakan dan waktu penyampaian pengajuan dana berikut pencairannya di KPPN. Beliau mengingatkan tentang tanggal hari kerja terakhir bulan September ini. Ini perlu diperhatikan agar target penyerapan anggaran tercapai.
Padiharto juga menekankan perlunya peningkatan kinerja KPPN, hakikat pelaksanaan tugas pokok KPPN dikaitkan dengan visi-misi Ditjen Perbendaharaan, Kementerian Keuangan. Terkait akan hal ini dikaitkan dengan pelaksanaan pekerjaan di KPPN ia mengingatkan bahwa pekerjaan di KPPN tidak hanya melulu mengurusi hal-hal yang sifatnya administratif saja. Namun lebih meningkat lagi, yaitu melakukan monitoring dan evaluasi atas permasalahan yang dijumpai dalam pelaksanaan tugas sebagai bukti nyata kontribusi Ditjen Perbendaharaan pada pembangunan khususnya di Kab. Kep. Selayar wilayah kerja KPPN Benteng.
Padiharto juga menanyakan kelengkapan sarana prasarana persiapan pembentukan KPPN Percontohan. Bilamana ada yang belum lengkap agar diidentifikasi, dibuat RAB-nya, dan segera diusulkan ke kantor pusat. Dirinya berjanji akan membantu mengusulkan dan memonitornya, sehingga kendala ketidaklengkapan sarana prasarana segera dapat dipenuhi.
Kehadiran Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Sulsel selama dua hari di KPPN Benteng telah memberikan spirit prestasi dalam memberikan pelayanan yang ramah profesional kepada seluruh stakeholder. Padiharto berharap dan ingin memastikan bahwa KPPN Benteng telah siap menjadi KPPN Percontohan mulai 1 Oktober 2012.
Kontributor KPPN Benteng, Sulawesi Selatan








sebagai media dalam meningkatkan keakraban bersama, mencairkan kekakuan, sehingga tidak ada rasa kesungkanan untuk belajar bersama khususnya di bidang pengelolaan keuangan negara. Hal itu dikatakan oleh Kepala KPPN Sintang Sudirman dalam kata sambutannya. Pada akhir sambutannya Sudirman menyampaikan banyak terima kasih kepada pemimpin Bank Mandiri Cabang Sintang, pemimpin PT ASKES (Persero) Cabang Sintang, serta pemimpin satuan kerja-satuan kerja yang telah menghadiri acara ini sehingga berlangsung meriah.
Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Sulsel, Pardiharto, dalam sambutannya menyampaikan bahwa pentingnya memahami tujuan negara, “APBN merupakan tangga untuk mencapai tujuan Negara, kita harus bangga dengan tugas mulia kita untuk mengelola APBN, dengan semangat kita akan bisa jalankan amanah tersebut,” ujarnya.
kesempatan tersebut Hendro juga menyampaikan bagaimana perkembangan organisasi Ditjen Perbendaharaan terkini kepada para pensiunan yang hadir, dimana pada akhir tahun ini seluruh KPPN akan menjadi KPPN Percontohan. Acara halal bi halal ini merupakan kali kedua setelah pada tahun yang lalu (1432 H) juga mengundang para pensiunan Ditjen Perbendaharaan khususnya eks lingkup Kanwil Ditjen Perbendaharaan Yogyakarta. Halal bi halal yang berlangsung dengan meriah namun khidmat tersebut diisi dengan ceramah agama yang menghadirkan penceramah dr. H. Probosuseno, SpPD, K-Ger, FINASIM yang sehari-harinya bertugas di RS Dr. Sardjito Yogyakarta dengan tema “Kesehatan dikaitkan dengan Agama.”
ada 4 ciri dari orang yang BAIK, yaitu Bermanfaat bagi sesama, mau Berubah kearah yang lebih baik, gemar memBaca, Beri contoh nyata dan Biasakan aktivitas yang berulang-ulang, Badan sehat agar bisa membuat kebaikan yang lebih banyak dan lama; Agama dijadikan landasan dalam menjalani hidup ini, dengan 10 S (Syahadat, sholat, syukur, sabar, shodaqoh, shoum, silaturahim, serah diri pada Allah, syiar dan santun); Ilmu yang semakin bermanfaat, dengan cara selalu membaca, mendengar, tulis, lihat dan praktekkan, disertai dengan Itqan yaitu melakukan tugas dengan kualitas terbaik; Konsisten= istiqomah, yaitu dengan senantiasa berdoa, sholat tahajud, puasa dawud dan mencari lingkungan yang baik.
Disamping itu beliu juga mengingatkan kembali bahwa penyerapan belanja Kementerian/Lembaga belum menunjukkan tingkat penyerapan yang diharapkan atau target di setiap triwulan, bahkan menunjukkan tingkat penyerapan belanja yang rendah sampai dengan triwulan III, dan akhirnya akan terjadi penumpukan di akhir triwulan IV atau rata-rata 6 minggu sebelum tahun anggaran berakhir. Apabila kondisi yang demikian berjalan secara terus-menerus, dikhawatirkan akan berdampak pada hasil pekerjaan yang kurang optimal, disamping itu juga dapat menghambat peran APBN dalam pertumbuhan ekonomi, perluasan tenaga kerja dan pengentasan kemiskinan. Untuk itu bersamaan dengan acara ini juga dilakukan Knowledge Sahring mengenai Perencanaan Kas dan Rencana Penyerapan Anggaran sehingga pencapaian penarikan dana APBN tahun anggaran 2012 dapat dilakukan tingkat penyerapan yang proporsional, fleksibel dan tepat waktu.
Sebelum dilakukan bimtek pelayanan service excellent dilakukan knowledge sharing Perencanaan Kas oleh Charis Yulianto dan Rencana Penyerapan Anggaran oleh Sutrisno . Materi Bimtek Teknis Layanan disampaikan oleh Duta Layanan Kanwil BRI Palembang, Dely dengan didampingi 3 frontliner dari BRI Cabang Jambi yaitu Sari, Ira , dan Popy. Kedatangan team dari BRI tersebut untuk memberikan gambaran teknik pelayanan yang prima kepada pelanggan sekaligus praktek di lapangan menghadapi situasi sulit dan tak terduga. “Kunci dalam melayani pelanggan adalah ketulusan hati dan keiklasan ,” papar Mbak Dely penuh semangat. Tanpa kedua hal tersebut tidak pernah akan terwujud pelayanan prima. Senyum yang dilakukan terpaksa akan tidak enak dilihat, tapi senyum yang dilakukan dengan penuh ketulusan akan indah dilihat. Untuk itu kepada peserta diajarkan teknik senyuman 7-2-7 yaitu teknik senyuman lebar dengan panjang mulut 7 cm , tinggi 2 cm sehingga kelihatan gigi dan ditahan selama 7 detik. Berulang –ulang dipraktekkan sehingga senyuman manis seluruh pegawai Kanwil DJPB menghiasi seluruh ruangan. Disamping senyuman maka kita juga harus punya ketrampilan kata-kata, bahasa tubuh, dan Magic Word. Jangan sampai kita mengeluarkan killer words yang akan membuat kita kehilangan simpati dari pelanggan, tetapi sambutlah pelanggan dengan magic words sehingga pelanggan akan merasa nyaman walaupun mungkin kepentingannya tidak bisa dipenuhi karena suatu aturan. Dely merekomendasikan TUNTAS (Tenang, Upayakan menyimak, Nyatakan maaf, Telusuri permasalahan, Ajukan solusi, Selesaikan dengan positif) untuk mengatasi situasi sulit dengan pelanggan.
Di akhir acara Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi,Kiswandoko menegaskan kembali bahwa meskipun pelayanan yang dilakukan antara instansi pemerintah dan perbankan terdapat perbedaan karena KPPN sebagai Bendahara Umum Negara Tingkat Daerah tidak memiliki competitor dalam menjalankan tugasnya namun pelayanan kepada stakeholder tetap harus dilaksanakan dengan baik. Bahkan tekad kita adalah memberikan pelayanan prima. “Apakah Bapak / Ibu bersedia melaksanakan ?” Tanya Beliu kepada peserta, yang dijawab peserta dengan penuh semangat ,”bersedia.” Acara diakhiri dengan buka bersama untuk meningkatkan tali silahturami bagi seluruh pegawai Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Jambi.
, DSU KPPN Sampit Joko Sumedhi, dalam rangka memotivasi pegawai, menyelenggarakan kegiatan berupa pertandingan tenis meja dan bola voli yang diikuti seluruh pegawai, satpam, dan cleaning service. Pertandingan yang berjalan lancar dan penuh antusias tersebut dilaksanakan mulai tanggal 28 s.d. 31 Agustus 2012, pukul 16.30 sampai dengan selesai. Diharapkan dengan even olah raga tersebut dapat terpupuk jalinan kerja sama bawahan dan atasan sehingga dapat memovitasi semangat untuk bekerja dan menghasilkan kinerja yang lebih baik. Harapan selanjutnya adalah dapat terimplementasikannya Nilai-nilai Kementerian Keuangan, yaitu berperilaku jujur, memiliki kepercayaan yang tinggi, memiliki sangka baik, saling percaya dan menghormati, menghindari arogansi kekuasaan, serta berwawasan ke depan dan adaptif.
Memasuki acara inti dari sosialisasi ini, Duta SPAN menjelaskan tentang progress status SPAN. Dari pemaparan tersebut, kita mengetahui sejauh mana perkembangan SPAN sampai saat ini. Serta tak luput Duta SPAN juga me-refresh kembali mengenai alur proses bisnis SPAN yang beberapa bulan sebelumnya pernah disosialisasikan kepada pegawai KPPN Batam sebelum adanya diklat Duta SPAN di Bandung, bulan Juli kemarin. Dari penjelasan tersebut, para pegawai KPPN Batam lebih memahami bagaimana alur kerja disaat SPAN sudah diberlakukan. Duta SPAN juga menghimbau kepada para pegawai, untuk tidak segan menanyakan langsung mengenai informasi SPAN.
Lebih lanjut Hendro mengharapkan agar semua pegawai Kanwil DJPBN Provinsi D.I. Yogyakarta siap menyambut SPAN ini dengan terus mempelajari modul-modul manajemen SPAN yang akan diterapkan dalam pelaksanaan tugas nantinya, tidak hanya melalui sosialisasi seperti ini saja, tetapi juga dilakukan secara mandiri dan kelompok di bidangnya masing-masing. Pada kesempatan tersebut beliau juga menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat atas prestasi para pegawai Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi D.I. Yogyakarta yang hampir 100% lulus dalam pelaksanaan assessment KPPN Percontohan Tahap VI. Sambil berseloroh beliau menyatakan ”Kalau sebelum assessment ada pegawai yang stres tidak bisa tidur, sekarang gantian di kantor pusat tidak bisa tidur memikirkan bagaimana menempatkan pegawai yang lulus ini.”
erupakan kelanjutan diseminasi materi modul manajemen SPAN sebelumnya (Manajemen DIPA, Komitmen dan Data Supllier), yang pelaksanaannya sempat tertunda terkait dengan libur Hari Raya Idul Fitri 1433 H dan cuti bersama. Pada diseminasi ini disampaikan 4 materi modul manajemen SPAN oleh 3 narasumber dari Bidang Pembinaan Perbendaharaan yaitu Modul Manajamen Pembayaran disampaikan oleh Noorlina Hidayati, Manajemen Penerimaan dan Manajemen Penerimaan pada Dit PKN dan SMI oleh Enny Setyawati serta Modul Manajemen Kas oleh Arief Rokhman. 

