- Regional
- Dilihat: 2759
Meningkatkan Kualitas Laporan Keuangan
Liputan Workshop Penyusunan LPJ Bendahara dan Penyajian Laporan Belanja Secara Akrual serta pemberian penghargaan Satker terbaik Pada Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara Sragen
Sragen, djpbn.kemenkeu.go.id – KPPN Sragen menggelar acara workshop penyusunan LPJ Bendahara dan penyajian laporan belanja secara akrual serta pemberian penghargaan Satker terbaik di bidang Rekonsiliasi Data Laporan Keuangan dan Pelaporan LPJ Bendahara. Acara dilaksanakan pada tanggal 28 Juni 2012 di Gedung Kartini Sragen. Workshop diikuti oleh 80 Bendahara Satuan Kerja di wilayah pembayaran KPPN Sragen dan 6 Kuasa Pengguna Anggaran penerima penghargaan Satker terbaik.
Acara dibuka oleh KPPN Sragen, Setyarta. Dalam sambutannya beliau menekankan tiga poin utama yaitu optimalisasi rekonsiliasi data dengan Seksi Verifikasi dan Akuntansi, penyempurnaan dalam penyusunan LPJ Bendahara, serta keakuratan dalam penyampaian laporan belanja secara akrual semester I Tahun Anggaran 2012.
Acara dibagi dalam tiga sesi dimana sesi I disampaikan pemaparan mengenai laporan belanja secara akrual yang disampaikan oleh Kepala Seksi Verifikasi dan Akuntansi, Raini Rahmania dilanjutkan dengan sesi II yaitu workshop penyusunan LPJ Bendahara yang dipandu oleh Irfan Ashadi Hamid.
Acara terakhir adalah pemberian penghargaan Satker terbaik pelaksana rekonsiliasi data laporan keuangan dan pelaporan LPJ Bendahara Semester II Tahun Anggaran 2011. Kriteria penilaian Satker terbaik meliputi, ketepatan waktu rekonsiliasi, kecepatan penyampaian data, keakuratan data, kelengkapan dokumen, dan penyerapan realisasi anggaran. Adapun penerima penghargaan Satker terbaik yang langsung diberikan oleh Bapak Setyarta selaku Kepala KPPN Sragen yaitu :
1. Peringkat pertama : Madrasah Aliyah Negeri 2 Sragen
2. Peringkat kedua : Pengadilan Negeri Karanganyar
3. Peringkat ketiga : Kepolisian Resor Karanganyar
4. Peringkat Harapan I : Kejaksaan Negeri Karanganyar
5. Peringkat Harapan II : Madrasah Aliyah Negeri 1 Sragen
6. Peringkat Harapan III : Pengadilan Agama Sragen
Pemberian penghargaan yang dilaksanakan tiap semester ini dimaksudkan untuk meningkatkan kualitas laporan keuangan dan memberikan motivasi tingkat Satuan Kerja di wilayah pembayaran KPPN Sragen. Dengan adanya pemberian penghargaan kepada Satker terbaik dibidang rekonsiliasi data laporan keuangan dan pelaporan LPJ Bendahara, tingkat prosentase rekonsiliasi di wilayah kerja KPPN Sragen selalu mencapai seratus persen.
Oleh : Irfan Ashadi Hamid Kontributor KPPN Sragen








Di samping itu, Kakanwil Provinsi Bali, Ni Luh Putu Kumalawati dalam sambutannya juga berpesan kepada peserta rakor mengenai empat hal sbb. Pertama, Kanwil Ditjen Perbendaharaan dan KPPN sebagai supporting agency. Artinya, Kanwil dan KPPN harus mampu memberikan dukungan pelayanan terbaik bagi tercapainya kepuasan pelanggan di lingkungan Ditjen Perbendaharaan serta mampu menunjang tercapainya visi dan misi Ditjen Perbendaharaan sebagai the real treasurer. Kedua, Kantor Kanwil Ditjen PBN dan KPPN sebagai strategic partner. Artinya, kanwil dan KPPN mempunyai hubungan yang terikat dan satu kesatuan yang tak terpisahkan dari kantor pusat dalam menyusun dan mengimplementasikan peran dan tujuan strategis Ditjen Perbendaharaan dalam rangka meningkatkan capaian kinerja organisasi dan transformasi organisasi. Ketiga, implementasi transformasi kelembagaan yang akan dilakukan Ditjen Perbendaharan adalah sebuah agenda besar untuk mewujudkan Ditjen Perbendaharaan yang unggul, terintegrasi dan berkelas internasional. Kanwil dan KPPN harus mampu bertransformasi dan meninggalkan sekat-sekat sektoral, serta harus lebih berorientasi pada proses bisnis yang terintegrasi, berbasis pada teknologi informasi dan sumber daya manusia yang unggul sehingga kita mampu melakukan penajaman fungsi treasury dalam pengelolaan keuangan negara dan sumber daya manusianya. Keempat, Kanwil Ditjen PBN dan KPPN sebagai change agent. Kita semua diharapkan dapat menjadi agen perubahan dengan menjadi sumber daya manusia yang capable dan amanah di Kanwil dan KPPN, sehingga transformasi kelembagaan tersebut di atas akan terus berkelanjutan terutama dalam menyambut implementasi SPAN pada tahun 2013.
Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Sulawesi Tengah, Ibu R. M. Wiwieng H., memaparkan materi mengenai Pendelegasian Sebagian Tugas dan Fungsi Direktorat SMI kepada Kanwil Ditjen Perbendaharaan serta ulasan mengenai Kredit Program itu sendiri. Dari sesi diskusi, terungkap beberapa kendala yang ditemui dalam pelaksanaan penyaluran kredit program antara lain mindset dari para petani dan kelompok tani yang beranggapan bahwa kredit program tersebut merupakan program bantuan/hibah dari pemerintah. Selain itu juga disebutkan bahwa masih kurangnya informasi mengenai skema kredit program tersebut.
Materi Workshop berikutnya disampaikan oleh Kepala Sub Direktorat Penerimaan Negara Direktorat Pengelolaan Kas Negara, Taukhid, SE, MSc yang menyampaikan sistem penerimaan negara kontemporer dan upaya pengembangan, serta penyempurnaannya. Menghimpun setoran penerimaan negara secara cepat dan aman untuk menjamin ketersediaan kas (providing cash, timely and sufficiently) dalam rangka mendukung pelaksanaan pembayaran tagihan kepada Negara sebagai Misi pengelolaan penerimaan negara ditegaskan dalam workshop tersebut. Pelaporan Data Transaksi Reversal Penerimaan Negara menjadi materi yang cukup penting disampaikan karena data reversal berdasarkan hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh BPK merupakan data yang kurang diyakini kebenarannya sehingga dapat mengakibatkan LKPP mendapatkan penilaian Wajar Dengan Pengecualian, demikian Deni Rusdijaman, Kepala Seksi Bank/Giro Pos KPPN Klaten memberikan penegasan pada materi yang disampaikan. Seluruh peserta workshop ternyata cukup antusias untuk berdiskusi tentang materi –materi yang disampaikan, hal tersebut dibuktikan banyaknya pertanyaan yang harus mendapat pencerahan dari para Pemateri/Narasumber. Antara lain tentang reversal, interface Bank dan Perjanjian Jasa Pelayanan Perbankan.
Diwarnai oleh turunnya kabut asap tipis di Kota Pekanbaru, bertempat di Aston Pekanbaru City Hotel, kegiatan sosialiasi dilaksanakan selama dua hari, yaitu pada hari Senin tanggal 25 Juni 2012, diikuti oleh satker yang berperan sebagai UAPPA-W KD/KP lingkup Provinsi Riau dan Provinsi Kepulauan Riau, serta pada hari Selasa tanggal 26 Juni 2012, diikuti oleh satker SKPD yang berperan sebagai UAPPA-W DK/TP/UB lingkup Provinsi Riau dan Provinsi Kepulauan Riau. Acara dimulai dengan laporan oleh Kepala Bidang Akuntasi dan Pelaporan selaku ketua panitia sosialiasi, Dirgohaju Widodo, dilanjutkan dengan sambutan dan pembukaan oleh Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Riau Harry Basar Hutapea. Dalam kata sambutannya Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Riau meminta agar seluruh peserta sosialisasi dapat memanfaatkan momentum ini dengan sebaik baiknya dan menggali ilmu sebanyak-banyaknya dari narasumber sehingga diharapkan UAPPA-W dapat menyusun Laporan Keuangan Pemerintah yang berkualitas dengan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP).
teri presentasi pertama tentang Kebijakan Rekonsiliasi Laporan Keuangan UAPPA-W dengan Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Riau disampaikan oleh Kepala Bidang Akuntansi dan Pelaporan dengan moderator kepala Seksi Pengolahan Data Akuntansi Arif Santoso. Pada presentasi ini ditekankan agar UAPPA-W lebih meningkatkan ketertiban dalam pelaksanaan rekonsiliasi dengan Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Riau sesuai jadwal yang telah ditentukan. Kendala jarak serta keterbatasan dana perjalanan dinas satker UAPPA-W tidak bisa lagi dijadikan alasan untuk tidak tertib dalam melaksanakan rekonsiliasi karena fasilitas rekonsiliasi melalui email (e-rekon) sudah lama diterapkan dan dapat dimafaatkan semaksimal mungkin oleh UAPPA-W. Khusus untuk hari kedua ada penambahan materi tentang ketentuan dan pentingnya pembentukan UAPPA-W di SKPD provinsi/ kabupaten/ kota yang menerima dana dekonsentrasi, tugas pembantuan, dan urusan bersama. Pada penyampaian materi kedua, para peserta sosialisasi diajak untuk menggali lebih dalam mengenai penyusunan laporan keuangan tingkat UAPPA-W semesteran dan tahunan, dengan pemateri Kepala Seksi Penyusunan Laporan Keuangan Rommel Hutapea. Materi berikutnya adalah Perdirjen Perbendaharaan no.Per-82/PB/2011 tentang Pedoman Akuntansi Penyisihan Piutang Tak Tertagih pada Kementerian Negara/ Lembaga yang dibawakan oleh Kasi Bimtek dan PSAP Made Ambara Sugama. Materi tersebut relatif baru dan wajib diterapkan oleh UAPPA-W yang memiliki piutang PNBP dalam LK semesteran dan tahunan. 

