- Regional
- Dilihat: 2949
KPPN Tuban: Kesungguhan untuk Mencapai Sasaran dan Output DIPA Serta Laporan Keuangan yang Andal
Liputan sosialisasi tata cara revisi DIPA KPPN Tuban
Tuban, djpbn.kemenkeu.go.id. – Rabu, 30 Mei 2012, KPPN Tuban punya gawe lagi. Kali ini ada 2 kegiatan yang dilaksanakan secara maraton. Sesi pertama, dengan menggandeng Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Jawa Timur, KPPN Tuban menyelenggararakan acara Sosialisasi Tata Cara Revisi DIPA Tahun 2012 dan sesi kedua, acara Workshop Aplikasi SAKPA 2012 yang dipandu oleh Seksi Vera KPPN Tuban. Ada 70 peserta yang datang mewakili 25 satker lingkup KPPN Tuban. Peserta terdiri dari Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan atau Bendahara Pengeluaran dengan didampingi 2 orang operator SAKPA. Acara dimulai pada pukul 08.30 WIB.
“Revisi DIPA merupakan salah satu bentuk kesungguhan Pengelola Perbendaharaan untuk mencapai sasaran dan output yang tercantum dalam DIPA. Jangan takut atau ragu untuk melakukan revisi DIPA, karena Pemerintah Pusat juga melakukan revisi APBN setiap tahunnya dengan istilah APBN-P. Revisi juga menggambarkan fleksibelitas dalam pengalokasian dan penggunaan anggaran oleh satker,” demikian sambutan Kepala KPPN Tuban - Pudji Ardi - saat membuka acara.
Sosialisasi Revisi DIPA tahun anggaran 2012 ini dilaksanakan untuk meningkatkan pemahaman satuan kerja terhadap kewenangan revisi DIPA sedangkan workshop Aplikasi SAKPA 2012 dilaksanakan untuk mempersiapkan satker dalam menyusun Laporan Keuangan Semester I tahun 2012 yang andal.
Materi Sosialisasi Revisi DIPA disampaikan oleh Plt. Kepala Bidang Pelaksanaan Anggaran Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Jawa Timur, Hari Utomo dan dibantu oleh Isti Wahjuli yang memperagakan tata cara revisi DIPA melalui Aplikasi RKA-KL.
Materi workshop Aplikasi SAKPA disampaikan oleh Sudi Harnowo yang menekankan pentingnya tiga proses yang harus dilakukan oleh satuan kerja untuk meningkatkan kualitas laporan keuangannya. Yang pertama adalah Pengambilan Saldo Awal, yaitu proses migrasi data tahun lalu untuk dimasukkan ke dalam data tahun berjalan, yang kedua adalah Konversi Kode Satker yang Berubah, yaitu mengubah data yang berisi kode tahun lalu menjadi kode tahun sekarang, dan yang ketiga adalah Menginput Revisi DIPA, yaitu berupa perekaman revisi DIPA.
Dalam kegiatan ini juga disampaikan informasi terkait SPAN dan SAKTI. Satker diberi pemahaman tentang SPAN dan modul aplikasi satker ke depan yang terdiri dari modul penganggaran, pelaksanaan, dan pelaporan. Aplikasi keuangan satker nantinya bernama Aplikasi SAKTI (Sistem Akuntansi Keuangan Tingkat Instansi) yang merupakan integrasi dari berbagai macam aplikasi keuangan yang saat sekarang ini kurang lebih berjumlah 8 aplikasi.
Oleh : Kontributor KPPN Tuban
Editor : Bambang Kismanto – Media Center Perbendaharaan








Bimtek dilaksanakan dalam dua angkatan. Angkatan pertama jam 08.30 sampai dengan jam 11.30 dan angkatan kedua jam 14.00 sampai dengan jam 17.00. Agar materi yang disampaikan para narasumber bisa terserap dan diimplementasikan dalam tupoksi masing-masing satker.
Untuk efektifitas dan mendekatkan lokasi satuan kerja dengan tempat sosialisasi, acara sosialisasi dilaksanakan dalam lima sesi di empat.Yaitu pada tanggal 24 s.d. 25 Mei 2012 di Bandar Lampung untuk Satker-satker di wilayah Kota Bandar Lampung, Kabupaten Lampung Selatan, Kabupaten Tanggamus, Kabupaten Pesawaran, dan Kabupaten Pringsewu. Di Metro, sosialisasi dilaksanakan pada tanggal 25 Mei 2012 untuk Satker-satker yang berada di wilayah Kota Metro, Kabupaten Lampung Timur dan Kabupaten Lampung Tengah. Sosialisasi untuk Satker-satker di wilayah Kabupaten Lampung Utara, Kabupaten Mesuji, Kabupaten Tulang Bawang, Kabupaten Tulang Bawang Barat, dan Kabupaten Lampung Utara dilaksanakan pada tanggal 29 Mei 2012 di Kotabumi. Sedangkan untuk Satker-satker di wilayah Kabupaten Lampung Barat acara sosialisasi dilaksanakan tanggal 31 Mei 2012 di Liwa.
“Dengan adanya nilai-nilai kementerian keuangan ini, maka meleburlah semua nilai dan budaya yang terdapat di masing-masing Eselon I Kementerian Keuangan menjadi INPROSPEK, singkatan dari Integritas, Profesional, Sinergi, Pelayanan, dan Kesempurnaan” ujar Eriswan. Dalam penjelasannya, beliau menyampaikan bahwa nilai kementerian keuangan diawali dengan Integritas yang bermakna bahwa nilai ini merupakan pondasi penting karena berisi kejujuran, ketulusan, dan dapat dipercaya. Nilai yang kedua yakni Profesional, yang berarti mempunyai pengetahuan dan keahlian yang luas serta dapat bekerja dengan hati. Sinergi, berarti menghormati dan memiliki prasangka yang baik serta menemukan dan melaksanakan solusi terbaik. Pelayanan dapat diartikan bahwa kita harus berorientasi terhadap kepuasan stakeholders dan bersikap proaktif. Nilai terakhir yaitu Kesempurnaan, berarti melakukan inovasi dan perbaikan terus menerus.
Pada kesempatan pertama, materi yang disampaikan adalah Perdirjend Perbendaharaan Nomor Per-15/PB/2012 tentang Tata Cara Revisi DIPA TA. 2012. Kepala Seksi Bidang PA Kanwil Ditjen Pebendaharaan Provinsi Jambi, Haryando Anil memberikan penjelasan yang komprehensif tentang revisi DIPA TA. 2012. Batasan wewenang pelaksanaan revisi DIPA, kewenangan pelaksanaan revisi POK mendapat perhatian yang lebih dari para peserta. Pada sesi ini, para peserta diberikan kesempatan untuk bertanya secara langsung atas hal-hal yang kurang jelas atas maksud yang ada pada peraturan tersebut. Atas semua pertanyaan yang diajukan, pemateri memberikan penjelasan dan disertai dengan contoh-contoh yang lebih ril sehingga satuan kerja dapat memahaminya dengan lebih mudah. Pada Sesi selanjutnya, Kepala Bidang PA, Darsi, berkesempatan untuk menjelaskan Peraturan terkait dengan pelaksanaan Perjalanan Dinas dan Bantuan Sosial.
Sementara itu, di ruangan IKMN berlangsung rapat konsolidasi para pejabat eselon III lingkup Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Jawa Tengah. Rapat yang dipimpin oleh Kepala Bagian Umum Djadid Radjim tersebut antara lain membahas: persiapan penyusunan LKKL Semester I tahun 2012 terkait dengan tindak lanjut atas temuan BPK; pengajuan dispensasi atas besaran Uang Persediaan (oleh Kepala Bidang PP II Eddy Djuliwanto); pengajuan TUP yang pelaksanaan pencairannya melebihi waktu satu bulan (oleh Kepala Bidang PP I Zainal Abidin); keselarasan pengajuan revisi halaman III DIPA oleh satker pada setiap triwulan sebagai sarana updating data DIPA di KPPN dan Kanwil (oleh Kepala Bidang PA Ida Palembina Tobing); serta penyampaian Kertas Kerja Penilaian LKPP Tingkat Kuasa BUN KPPN Bulanan yang dilakukan oleh Kanwil (oleh Kepala Bidang Aklap Lydia Kurniawati Christyana). Rapat konsolidasi sesi pertama itu berakhir menjelang waktu Sholat Jumat tiba.
pala KPPN menyampaikan laporan kesiapan menyambut launching KPPN Percontohan Tahap VI. Kakanwil menyampaikan apresiasinya atas upaya-upaya yang telah dilakukan, serta menekankan untuk terus bersungguh-sungguh dalam persiapannya. Memaksimalkan dana yang telah dimiliki untuk memenuhi standar minimal yang dipersyaratkan bagi terwujudnya KPPN Percontohan perlu dilakukan. Adapun kendala atas kompetensi para pegawai yang tidak merata, agar diupayakan langkah-langkah manajerial dengan memberikan peran kepada seluruh pegawai karena memberikan kesempatan untuk berkontribusi dapat menumbuhkan semangat untuk terus belajar dan berkarya. “Memang kesempurnaan tidak akan pernah dapat kita capai, namun kesempurnaan harus selalu kita upayakan”, pesan kakanwil menutup arahannya.
Layanan Patas, R-Express dan G-2 diberikan kepada tiga belas mitra kerja terbaik, dengan rincian lima mitra kerja terbaik dalam perencanaan kas mendapat layanan Patas, tiga mitra kerja terbaik dalam pelaporan atau rekonsiliasi mendapat layanan R-Express dan lima mitra kerja terbaik dalam penyerapan dana mendapat layanan G-2. Satuan kerja yang memperoleh layanan Patas adalah Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Provinsi Papua, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Prov. Papua, Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Kab. Pegunungan Bintang, Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum Strategis dan Polresta Jayapura. Satuan kerja yang memperoleh layanan R-Express adalah Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional X, Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah I Provinsi Papua, dan Balai POM Jayapura. Sedangkan, satuan kerja yang memperoleh layanan G-2 dalah Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Papua, Dinas Pekejaan Umum Provinsi Papua, SPRIPIM Polda Papua, Rosarpras Polda Papua dan Pengembangan Kinerja Pengelolaan Air Minum Papua. Secara simbolis Kepala Kanwil Ditjen Perbendahraan Provinsi Papua memberikan penghargaan kepada para mitra kerja yang memperoleh layanan unggulan KPPN Jayapura dan melakukan pemotongan nasi tumpeng. 

