Bangkok, djpbn.kemenkeu.go.id - Dalam pembayaran transaksi pemerintah saat ini dan ke depan, pengurangan transaksi tunai perlu dilakukan secara bertahap, dan pengurangan ini harus diterapkan dengan didukung mulai dari perubahan kebijakan sampai dengan perubahan teknis termasuk penyesuaian teknologi informasi dan sistem perbankan yang ada.
Demikian pernyataan Bank Dunia (World Bank) yang disampaikan oleh Senior Financial Management Specialist-nya, Khuram Farooq dalam forum Public Expenditure Management Network in Asia Treasury Community of Practice (PEMNA T-COP) Meeting di Bangkok, Thailand (01-03/03) dengan tajuk “Eliminating/Reducing the Use of Cash for Government Transaction”.
Senada dengan Farooq, Direktur Pengelolaan Kas Negara (PKN) Ditjen Perbendaharaan, Rudy Widodo dalam kapasitasnya selaku PEMNA-TCOP Chairman juga menyampaikan bahwa pengurangan penggunaan uang tunai dalam transaksi pemerintah sangat relevan dan strategis untuk diterapkan pada negara-negara anggota PEMNA sesuai dengan kondisi saat ini dank e depan dalam pengelolaan keuangan pemerintah di tiap negara.
Untuk mewujudkan hal tersebut, dalam pembahasan rencana transformasi pengurangan transaksi tunai Pemerintah dalam PEMNA-TCOP Meeting kali ini, delegasi Indonesia yang terdiri dari perwakilan Kementerian Keuangan dan Bank Indonesia memilih program penggunaan kartu kredit untuk transaksi penerimaan dan pengeluaran Pemerintah. Hal ini terkait dengan uji coba/piloting secara terbatas penggunaan kartu kredit untuk transaksi Pemerintah yang telah berjalan selama tiga tahun terakhir. Yang selanjutnya akan diperkuat dengan studi lanjutan atas mekanisme penerimaan dan pengeluaran negara menggunakan kartu kredit dengan negara-negara yang telah lebih dulu menerapkannya seperti Korea Selatan dan China. Diungkapkan pula dukungan Bank Indonesia selaku Bank Sentral yang penting dalam penerapan sistem non-tunai ini ke depan, seperti telah difasilitasinya penggunaan kartu elektronik untuk transaksi Pemerintah, serta pelaksanaan implementasi sistem transfer dana Treasury Single Account (TSA) ke bank umum yang telah berjalan saat ini, dioperasionalkan oleh Ditjen Perbendaharaan. Sistem transfer dana TSA ini mengakomodasi transfer dana untuk akses di tingkat pusat dan penyajian data kas Pemerintah untuk akses di tingkat daerah.
PEMNA T-COP sendiri merupakan jaringan komunitas pengelola perbendaharaan/treasury Pemerintah pada negara-negara Asia timur dan Pasifik yang difasilitasi oleh World Bank, International Monetary Fund (IMF), Australian Agency for International Development, dan Pemerintah Korea,bertujuan mendukung Pemerintah negara-negara Asia timur dan Pasifik untuk berkolaborasi dan meningkatkan efisiensi belanja negara melalui komunitas pengelola perbendaharaan maupun pengelola anggaran, serta menyediakan forum/jaringan diantara pengelolan treasury dan anggaran untuk berdialog terkait implementasi reformasi pengelolaan keuangan publik.Pertemuan PEMNA-TCOP Meeting kali ini diikuti delegasi dari negara-negara : sendiri merupakan agenda rutin Indonesia, Korea, Laos, RRC, Malaysia, Mongolia, Myanmar, Philippines, Thailand, Timor Leste, Brunei dan Vietnam. (p/w)
Oleh : Kontributor Direktorat PKN













