Nusa Dua, djpbn.kemenkeu.go.id - dihadiri oleh delegasi dari negara-negara di Asia, perwakilan Treasury of Russian Federation, World Bank, IMF, Korea Institute of Public Finance (KIPF), OECD dan beberapa negara donor, kegiatan Plenary Meeting The Public Expenditure Management Network in Asia (PEMNA) 2017 jadi tempat berdiskusi dan bertukar pengalaman mengenai isu pengembangan SDM berkaitan dengan penganggaran dan belanjanya (08/05).

“Pada Plenary Meeting ini, kita akan membahas peran, strategi, dan faktor kunci keberhasilan pemerintah untuk mengatur dan menyalurkan anggaran “ kata Dirjen Perbendaharaan, Marwanto Harjowiryono dalam welcoming speechnya. “Saya percaya bahwa menyediakan fasilitas pendidikan, keterampilan, dan kesehatan bagi orang-orang tersebut dapat secara efektif meningkatkan pendapatan orang miskin dan akhirnya mengentaskan mereka dari perangkap kemiskinan” tambahnya.
Saat ini Indonesia telah melakukan reformasi anggaran dan sedang fokus pada pengeluaran anggaran untuk infrastruktur, pengentasan kemiskinan, dan kesenjangan antar daerah. Disamping itu Indonesia berusaha untuk terus meningkatkan manajemen pengeluaran publik dan tata pemerintahan yang baik. “Saya yakin dengan meningkatkan manajemen pengeluaran publik dan tata pemerintahan yang baik akan menciptakan lingkungan bagi pertumbuhan ekonomi yang inklusif, di Indonesia dan juga di negara Anda, di tengah ketidakpastian perekonomian global” Harap Wakil Menteri Keuangan Mardiasmo saat membuka PEMNA 2017.
Plenary Meeting PEMNA 2017 sebagai peer-learning bagi para praktisi manajemen pengeluaran publik merupakan platform yang sempurna. [TAP]
Oleh : Media Center Ditjen Perbendaharaan













