Berita Nasional

(Seputar Ditjen Perbendaharaan)

Menyulam Asa di TTU: Kampung UMi Klaster Tenun Dorong UMKM Naik Kelas

Timor Tengah Utara – Program Kampung UMi Klaster Tenun yang diluncurkan oleh Badan Layanan Umum (BLU) Pusat Investasi Pemerintah (PIP) bersama PT Ada Ide Indonesia (Ada Impact) menjadi harapan baru bagi pengrajin tenun tradisional di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Dengan tujuan meningkatkan kapasitas pelaku usaha mikro (UMi) dan kualitas produk tenun, program ini sekaligus mendorong pemberdayaan UMKM lokal agar mampu bersaing di pasar nasional maupun internasional melalui pelatihan dan pendampingan berkelanjutan.

Acara peluncuran berlangsung di Balai Desa Subun, Kecamatan Insana Barat, Rabu (04/12). Kegiatan dihadiri oleh Gubernur NTT yang diwakili oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Provinsi NTT, Victorius Manek, Kepala Kanwil DJPb Provinsi NTT Catur Ariyanto Widodo, Bupati TTU yang diwakili oleh Staf Ahli Bupati Bidang Politik dan Pemerintahan Marsel B. Dassi, Kepala KPPN Atambua Mauritz Cristianus Raharjo Meta, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan TTU yang diwakili oleh Kepala Bagian Industri Willibrodus Lory, Plt. Camat Insana Barat Hilaria D. Wati N. Tuames, dan Kepala Desa Subun Fredericus Naisoko. Sebanyak 48 alat tenun diserahkan kepada peserta dari Desa Subun, melengkapi total 413 alat yang diberikan kepada enam desa yang terlibat. Penyerahan ini menjadi simbol komitmen PIP dalam mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat di wilayah terpencil.

Program Kampung UMi – Klaster Tenun NTT dirancang sebagai upaya jangka panjang hingga tahun 2027. Pada tahun pertama, fokus diarahkan pada pelatihan dasar, seperti teknik pewarnaan alami, manajemen kelompok, dan literasi keuangan. Tahun-tahun berikutnya akan diadakan pengembangan desain motif dan pelatihan legalitas usaha, branding lokal, hingga pemasaran nasional dan internasional. Dengan target peningkatan penjualan hingga 100% dan rencana pembukaan toko fisik, program ini diharapkan mampu menciptakan dampak ekonomi yang signifikan bagi para pengrajin.

Sebanyak 150 peserta dari enam desa, yaitu Desa Kiusili, Tautpah, Nian, Tapenpah, Fafinesu, dan Subun, mengikuti program ini. Mereka mendapatkan pelatihan intensif teknik menenun, pewarnaan alami, serta manajemen usaha dari praktisi Elsje Paulina. Kemitraan dengan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) setempat dan promosi melalui media sosial seperti akun Instagram @ceritamamaditimur diharapkan juga makin memperluas peluang pasar bagi produk tenun lokal.

Direktur Utama PIP Ismed Saputra menyatakan bahwa program ini mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat sekaligus meningkatkan inklusi keuangan di Indonesia. Dengan pendekatan kolaboratif yang melibatkan pemerintah, komunitas lokal, dan mitra strategis, Program Kampung UMi – Klaster Tenun menjadi model inspiratif pemberdayaan UMKM yang berorientasi pada keberlanjutan.

“Kami berharap program ini dapat membantu masyarakat di NTT meningkatkan keterampilan, memperluas jaringan usaha, dan meningkatkan pendapatan mereka,” ujar Ismed. [JES]

 

Hak Cipta Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Kementerian Keuangan RI
Manajemen Portal DJPb - Gedung Prijadi Praptosuhardjo I Lt. 1
Jl. Lapangan Banteng Timur No. 2-4 Jakarta Pusat 10710
Call Center: 14090
Tel: 021-386.5130 Fax: 021-384.6402

   

 

IKUTI KAMI

 

PENGADUAN

 

Search

Kantor Wilayah Provinsi, Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) 

(Daftar Kantor Vertikal DJPb Selengkapnya ..)