Liputan Rakorwil lingkup Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi D.I Yogyakarta Tahun 2012
Yogyakarta, djpbn.kemenkeu.go.id - Jelang akhir tahun anggaran 2012, Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta menggelar Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) pada tanggal 21-22 September 2012, di Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi D.I. Yogyakarta. Rakorwil tersebut diikuti oleh 33 peserta yang terdiri dari seluruh pejabat eselon II, III dan IV lingkup Kanwil DJPBN Provinsi D.I. Yogyakarta, KPPN Yogyakarta, Wonosari dan Wates. Rakorwil kali ini mengusung tema “Wujudkan Komitmen Yang Tinggi Menuju Pembentukan KPPN Percontohan Tahap VI dan Keberhasilan Capaian Kinerja TA 2012.”
Rakor dibuka secara resmi oleh Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi D.I. Yogyakarta, Jumat (21/9). Dalam sambutannya, Hendro Baskoro mengharapkan agar rakorwil ini menjadi sarana forum komunikasi serta menumbuhkan semangat dan sensitifitas seluruh jajaran Kanwil Jogja dalam pencapaian keberhasilan pelaksanaan tugas khususnya mewujudkan pembentukan KPPN Percontohan Tahap VI dan capaian kinerja tahun anggaran 2012. Pada kesempatan tersebut ia memaparkan hasil Rakernas Akuntansi dan Rapimtas yang diselenggarakan baru-baru ini di Jakarta seraya berpesan agar segera diimplementasikan sesuai dengan bidang tugas masing-masing.
Pada rakorwil ini, masing-masing unit eselon III lingkup Kanwil menyampaikan expose progress report capaian kinerja pada semester I TA 2012 dan langkah-langkah strategis dalam mencapai target kinerja semester II TA 2012.
Khusus paparan Kepala KPPN Wonosari dan Wates disampaikan pula bagaimana kesiapan menghadapi perubahan status menjadi KPPN Percontohan pada bulan Oktober mendatang.
Pada hari kedua, dilaksanakan bermacam kegiatan yang dilaksanakan secara maraton, dimulai dari sholat Subuh berjamaah di Masjid Al Amanah Kanwil Jogja, dilanjutkan acara jalan santai dengan rute area persawahan di belakang kantor dan pertandingan persahabatan bola voli antara Tim Kanwil melawan KPPN.
Selepas sarapan pagi rakorwil dilanjutkan dengan sidang komisi. Para peserta dibagi dalam dua komisi, yaitu Komisi I membahas topik “ Persiapan Pembentukan KPPN Percontohan Tahap VI” dan Komisi II “ Langkah strategis mewujudkan percepatan penyerapan anggaran 2012”. Sidang komisi berhasil merumuskan beberapa langkah strategis yang kemudian diformulasikan menjadi intisari hasil rapat koordinasi wilayah.
Selepas acara penutupan, dilakukan kunjungan ke Istana Presiden Yogyakarta atau yang dikenal sebagai Gedung Agung. Para peserta rakor disambut dengan hangat oleh Kepala Rumah Tangga Istana. Selama lebih dari satu jam para peserta diajak berkeliling Istana yang didirikan pada tahun 1824 tersebut. Kunjungan dimulai dari gedung Seni Sono, dimana didalamnya terdapat ruang pameran koleksi seni dan cinderamata istana dari tamu-tamu negara yang berkunjung ke Gedung Agung. Kemudian rombongan berajak masuk Gedung Induk Istana yang berfungsi sebagai tempat penyambutan tamu resmi negara serta didalamnya terdapat ruang tidur presiden dan wakil presiden beserta keluarganya.
Kunjungan berikutnya ke Museum Benteng Vredeburg yang terletak berseberangan dengan Istana Presiden. Bekas benteng Belanda tersebut dibangun pertama kali oleh Sri Sultan Hamengkubuwono I pada tahun 1760 atas permintaan Belanda yang dipimpin Gubernur Wilayah Pantai Utara Jawa Nicolaas Harting. Maksud dibangunnya benteng tersebut dengan dalih untuk menjaga keamanan keraton dan sekitarnya akan tetapi dibalik itu sesungguhnya Belanda ingin mengontrol segala perkembangan yang terjadi di keraton. Sejak dibangun sampai dengan sekarang, Benteng Vredeburg telah beberapa kali mengalami perubahan status hingga pada tahun 1992 Benteng Vredeburg ditetapkan sebagai Museum Khusus Perjuangan Nasional dengan nama Museum Benteng Vredeburg. Selama satu jam lebih para peserta seakan berada di masa lampau melihat sejarah bangsa yang terukir dalam bermacam visualisasi dan diorama di museum ini.
Dari kunjungan di dua tempat yang bersejarah tersebut, para peserta mendapat hikmah yang amat berharga. Para peserta dapat memaknai perjuangan para pendahulu, para pahlawan bangsa dalam memperjuangkan/mempertahankan kemerdekaan bangsa ini dengan segenap jiwa dan raganya. Selain itu, para peserta dapat memahami teran penting dan krusial dari Yogyakarta baik Sultan maupun masyarakatnya dalam sejarah NKRI sehingga sangat layak daerah ini berstatus sebagai daerah istimewa. Tentu saja hal itu memupuk pelestarian benda-benda purbakala untuk memperkokoh jati diri bangsa.
Jajaran Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi D.I. Yogyakarta berharap semangat perjuangan, rela berkorban dan keistimewaan seperti inilah, dapat tercermin dalam dalam diri masing-masing sebagai Nilai-nilai Kementerian Keuangan.
Oleh : Arief R - Kontributor Kanwil Yogyakarta













