Liputan Forum Group Discussion Koordinasi Satker di KPPN Sampit
Sampit, djpbn.kemenkeu.go.id. Koordinasi adalah jenis kata yang sangat mudah diucapkan namun susah untuk dilaksanakan. Kali ini KPPN Sampit ingin membuktikan bahwa koordinasi itu mudah dilakukan dan perlu. Menyadari pentingnya posisi KPPN dalam pelaksanaan APBN, di mana KPPN Sampit memainkan peran penting bahkan bisa dikatakan startegis dalam melayani satuan kerja (satker) yang tersebar di tiga kabupaten dengan jarak tempuh berjam-jam, KPPN Sampit harus mempunyai solusi cerdas untuk membantu satker dalam menyelesaikan permasalahan perbendaharaan yang berujung pada tingkat penyerapan anggaran.
Ada dua strategi yang diterapkan oleh KPPN Sampit dalam rangka koordinasi tersebut, yaitu: (1) pembinaan ke satker (on the spot), khusus untuk satker yang berada di wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur atau di sekitar KPPN Sampit, serta (2) Focus Group Discussion (FGD) bagi satker di wilayah Kab. Katingan dan Kab. Seruyan.
Mengambil momen awal bulan di mana satker melakukan rekonsiliasi, KPPN Sampit mengundang pengelola keuangan (KPA, PPK, dan PP SPM) dari satker yang mempunyai jarak tempuh kurang lebih antara 2-4 jam untuk melakukan FGD. Meskipun hanya diawaki empat orang staff, Seksi Pencairan Dana mampu mengefektifkan waktu antara FGD, dan penyelesaian SP2D. Minimal satu orang dari staf seksi pencairan dana mengawaki diskusi yang dipimpin kepala kantor dengan tim pengelola keuangan dari 5 satker untuk masing-masing sesi. Setiap sesi memakan waktu lebih dari satu jam, satu jam di pagi hari dan satu jam di sore hari. Empat puluh tim pengelola keuangan dari 40 satker berhasil berdiskusi intensif tentang permasalahan-permasalahan terkait pengelolaan keuangan di tingkat satker.
Irwan Wahyu Basuki, Kepala KPPN Sampit, selalu mengawali acara dengan mengatakan bahwa KPPN Sampit sengaja mengundang sedikit-sedikit biar bisa berdiskusi lebih intensif dan juga bisa lebih saling mengenal. Karena dengan keintensifan ini, beberapa problem akan mudah terpecahkan, dan dengan bersedikit akan lebih saling mengenal. Serta yang terpenting akan memudahkan koordinasi, sehingga ke depannya segala problem akan lebih mudah di atasi atau dicegah lebih dini. Ternyata, rasa terpendam selama ini mampu tercurahkan melalui acara diskusi ini. Sambutan antusias para KPA, PPK dan PP SPM merupakan bukti nyata bahwa mereka haus akan bimbingan dari KPPN.
Hampir semua satker tidak sungkan-sungkan lagi mengemukakan problem dan keberhasilan mereka dalam mengelola keuangan yang bersumber dari APBN ini. Sebagaian besar satker menyampaikan permasalahan penyerapan dana mereka, Berbagai penyebab mereka kemukakan, mulai dari masalah keterbatasan personal, kendala belum adanya SK yang menjadi dasar pembayaran, pemblokiran dan juga sebagian kegiatan yang memang belum dijalankan. Problem belanja pegawai yang minus merupakan problem umum yang dimiliki oleh satker di wilayah pembayaran KPPN Sampit tahun ini. Problem lain yang tak kalah menarik adalah prinsip kehati-hatian. Begitu hati-hatinya satker sehingga mereka lebih memilih untuk tidak melakukan penyerapan dana daripada ada sesuatu yang mereka takutkan. Semua problem ini kita diskusikan dengan tuntas dan para satker pun puas, dan berharap ada kelanjutan diskusi yang sama di lain kesempatan.
Kedua belah pihak berharap, sebelum terjadi permasalahan sudah bisa didiskusikan untuk mencari jalan keluar. Forum seperti ini menjadi alternatif bagi mereka.
Oleh: Isti’anah (KPPN Sampit)













