Liputan Focus Group Discussion (FGD) Triwulan I TA 2013 Satker BLU lingkup Kanwil Ditjen Perbendaharaan Prozvinsi D.I Yogyakarta
Yogyakarta, djpbn.kemenkeu.go.id- Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi D.I. Yogyakarta menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) Triwulan I TA 2013 Satker BLU lingkup Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi D.I Yogyakarta, Senin (25/3), di Ruang Bulat Gedung Administrasi Utama RS Dr Sardjito Yogyakarta. Acara tersebut diikuti oleh lima satker BLU yaitu RS. Dr. Sardjito, Universitas Gadjah Mada, Universitas Negeri Yogyakarta, UIN Sunan Kalijaga dan Poltekkes Yogyakarta. Selain itu, hadir pula Kepala KPPN Yogyakarta dan Pejabat Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi D.I. Yogyakarta.
Acara dibuka oleh Direktur Utama RS Dr Sardjito Yogyakarta, dr. Mochammad Syafa Hanung, Sp.A. Dalam sambutannya, ia menilai pentingnya kegiatan seperti ini dalam meningkatkan kinerja satker BLU, apalagi kegiatan ini merupakan agenda rutin yang dilaksanakan Kanwil Ditjen Perbendaharaan dalam rangka update knowledge dan sharing isu-isu strategis terkait pengelolaan BLU.
“Hari ini RS Sardjito telah menjadi saksi sejarah perjalanan satker BLU, khususnya di wilayah D.I. Yogyakarta,” terang dokter spesialis anak ini.
FGD BLU kali ini merupakan pelaksanaan yang keempat kalinya sejak pendelegasian fungsi pembinaan PK BLU kepada Kanwil Ditjen Perbendaharaan. Pada tahun 2013 ini, FGD Satker BLU direncanakan dilaksanakan setiap triwulan . FGD ini menjadi terasa spesial karena untuk pertama kalinya dilaksanakan diluar Kanwil Ditjen Perbendaharaan, sebagai bagian dari kesepakatan para peserta FGD untuk menjadi tuan rumah secara bergiliran. FGD BLU ini juga menjadi akhir kenangan manis Bidang Pembinaan Perbendaharaan (PP) Kanwil, mengingat sesuai PMK 169/PMK.01/2012, pembinaan BLU Pusat selanjutnya akan dilaksanakan oleh Bidang PPA I. Terkait dengan hal tersebut, sebagai pelaksanaan suksesi dan transisi fungsi, panitia FGD merupakan gabungan pejabat/staf Bidang PP dan PA.
Agenda utama FGD Triwulan I Tahun 2013 ini adalah evaluasi pengelolaan keuangan satker BLU wilayah D.I. Yogyakarta TA 2012 dan paparan terkait isu strategis PK BLU. Evaluasi disampaikan oleh Kepala Bisdang Perbendaharaan I – Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi D. I. Yogyakarta, M.I. Sri Nuryati. Evaluasi mencakup dua hal yaitu pengelolaan RM dan PNBP, dimana berdasarkan data yang ada secara umum hasilnya cukup baik, namun terdapat beberapa hal yang masih memerlukan perbaikan proses di masa mendatang antara lain pelaksanaan dana APBN-P terkait modal fisik yang belum sesuai ketentuan.
Selanjutnya narasumber kedua, Kasubdit PK BLU, Catur Ariyanto Widodo memaparkan isu-isu strategis terkait pengelolaan keuangan BLU, dari filosofis sampai dengan perkembangan terkini, termasuk terkait tarif dan remunerasi. Catur memberikan pemahaman dengan begitu jelas baik secara konseptual maupun teknis terkait pengelolaan BLU.
Sesi ketiga diisi dengan diskusi dan tanya jawab seputar pengelolaan keuangan BLU. Seluruh satker BLU yang hadir diberi kesempatan untuk menyampaikan pertanyaan, kritik, usulan, masukan dan saran kepada kedua narasumber. Sesi yang dipandu oleh Evan Himawan ini berjalan dengan menarik dan hidup sehingga acara melebihi waktu yang telah diagendakan. Selanjutnya FGD ditutup dengan pengarahan Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi D.I. Yogyakarta, Hendro Baskoro.
Beberapa hal yang menjadi sorotan Hendro antara lain: terkait temuan BPK terhadap pengelolaan keuangan satker BLU agar dapat dicarikan titik temu sudut pandangnya sehingga sinkron antara kebijakan pemerintah dengan BPK. Hal ini agar tidak terjadi kesalahan pemahaman dari satker BLU. Terkait sukses tidaknya sebuah BLU, selain pengelolaan kinerja dan keuangan, beliau menambahkan salah satu tolok ukur keberhasilan yaitu tingkat ketergantungan terhadap APBN (RM) yang semakin mengecil.
“Kalau tidak berhasil, satker BLU akan dikembalikan lagi kepada khittahnya, yaitu sebagai satker pengguna PNBP,” terangnya.
Lebih lanjut Hendro mengharapkan agar hasil diskusi ini bisa menjadi masukan penyempurnaan pengelolaan keuangan BLU yang menjadi kebijakan secara nasional sehingga tujuan utama pembentukan BLU dapat tercapai dengan baik.
Oleh : Arief R - Kontributor Kanwil Yogyakarta










