Denpasar, djpbn.kemenkeu.go.id - Bertempat di Aula Kanwil Ditjen Perbendaharaaan Provinsi Bali, Jumat (28/3/2014) Pukul 15.00 Wita sd menjelang pulang kantor, Seminar Mini : Bringing Campus Life to Office bertema “Spending Review” dilaksanakan untuk meningkatkan kapasitas dan kompetensi berkelanjutan bagi para pegawai/pejabat dalam melakukan penelitian, pemecahan masalah, analisis dan evaluasi di lingkungan Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Bali.
Seminar Mini “spending review” Perdana ini selain dihadiri oleh para pejabat dan pegawai di lingkungan Kanwil Ditjen Perbendaharaan ,juga dihadiri oleh Kepala KPPN Denpasar, Kepala KPPN Singaraja dan Kepala KPPN Amlapura. Sebagai Moderator adalah Kepala Bagian Umum, Rizki T.Karipany, Penyaji seminar adalah Kepala Subbagian Keuangan, Setia Parasian dan Komentator , yaitu Prof.Dr. Komang Gde Bendesa (Regional Economist/Dosen Universitas Udayana) dan Bekti Wicaksono (Kasi Pembinaan Anggaran I) sebagai Pembahas.
“Dalam pelaksanaan Seminar Mini ini, Kanwil Bali diharapkan sebagai Pioneer diantara 33 Kanwil dalam mewujudkan organisasi yang dinamis dan berdasarkan riset. Kegiatan ini akan dilaksanakan rutin tiap bulan”, demikian disampaikan oleh Rizki T. Karipany dalam pembukaannya.
Kakanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Bali, I.B.Gde Kartika Manuaba, dalam sambutannya menyampaikan bahwa seminar mini ini diharapkan dapat membawa Nilai-nilai akademis kampus ke kantor sehingga pegawai dapat berfikir secara komprehensif dan analitis.
Selanjutnya di sesi penyampaian materi, Penyaji membagi “Spending Review” dalam outline, yaitu Thesis Statement, Latar Belakang Spending Review, Pengertian, Status Saat ini, Tantangan Besar dan Rekomendasi. Dalam Thesis Statementnya, Setia Parasian menyimpulkan bahwa Meskipun Spending Review telah menjadi tugas keseharian Ditjen Perbendaharaan selama lebih kurang dua tahun, namun Ditjen Perbendaharaan belum memainkan peranan pentingnya ini dalam memberikan Functional dan Strategic Savings dalam rangka meningkatkan ruang fiscal dan prioritas pengeluaran pemerintah.
Seminar mini semakin hidup dengan beberapa pertanyaan yang disampaikan oleh peserta, antara lain bagaimana korelasi antara belanja pemerintah dengan PDB dan kaitannya dengan peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Agar efektif, sebagaimana dilakukan di negara maju, Spending Review diharapkan dilakukan pada organisasi Kementerian Keuangan yang melaksanakan fungsi perencanaan anggaran dan metodenya bisa bottom-up ataupun joint review dengan Kementerian/Lembaga. Disamping itu, belum maksimalnya Spending Review karena penganggaran masih fokus dengan input bukan output/outcomes dan base line pengeluaran belum diteliti lebih mendalam serta perlu adanya Strong Will dari Pemerintah dan DPR agar penghematan dari Spending review ini dapat digunakan untuk mendukung inisiatif program baru dan prioritas pembangunan pemerintah.
Diakhir sesi, Kakanwil Ditjen Perbendaharaan Prov.Bali sangat mengapresiasi kegiatan ini, sekaligus mengarisbawahi bahwa masih diperlukan lagi penjelasan yang lebih dalam terkait belum signifikannya kenaikan belanja pemerintah dengan kenaikan IPM (Indeks Pembangunan Manusia) dan Spending Review ini adalah sebagai bentuk kontribusi DJPB dalam menyumbang pemikiran atau masukan kepada Kementerian /Lembaga dalam meningkatkan efisiensi dan efektivitas belanja pemerintah. Apresiasi juga diberikan oleh Prof.DR. Komang Gde Bendesa karena seminar ini fokus kepada materi spending review dan cara yang bagus untuk menumbuhkan budaya menulis di kantor. Dan di akhir komentarnya, Beliau menyarankan untuk menyempurnakan data pengeluaran komponen pendukung IPM, karena walaupun kenaikan komponen pendukung IPM secara persentase kecil, namun kenaikan persentase kecil itu bisa signifikan kalau dihitung menurut statistik.
(Titin Supartini- Kontributor Kanwil Ditjen Perbendaharaan Prov.Bali)
- Regional
- Dilihat: 7320










