Liputan pengambilan sumpah pegawai
Merauke, djpbn.kemenkeu.go.id –Jumat tanggal 10 Juni 2011 menjadi momentum bersejarah bagi beberapa pegawai KPPN Merauke. Di hadapan rohaniwan baik Islam maupun Kristen Portestan, mereka mengucapkan janji dan sumpah PNS.
Acara pengambilan sumpah/janji PNS yang dilaksanakan di aula KPPN Merauke itu diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya kemudian dengan membacakan nama-nama pegawai yang akan di sumpah. Pengangkatan sumpah dipimpin langsung oleh Kepala KPPN Merauke, Ander, diikuti oleh seluruh pegawai yang disumpah dan didampingi oleh dua orang rohaniwan dari Kementerian Agama Kabupaten Merauke, Sahbannur, rohaniwan bagi yang beragama Islam dan Hendrik Belwawin, rohaniwan Kresten Protestan. Penandantangan berita acara sumpah/janji disaksikan Arvis Ali Baso, Kepala Seksi Bendahara Umum dan Paulina Latupeirissa, Kepala Seksi Verifikasi dan Akuntansi. Secara simbolis penandatangan berita acara diwakili oleh dua orang pegawai yang telah disumpah yaitu satu orang dari agama Islam dan satu orang Kristen Protestan .
Dalam sambutannya Kepala KPPN Merauke, Ander, mengatakan bahwa semangat reformasi birokrasi telah membawa perubahan di lingkup Ditjen Perbendaharaan, perbaikan dan penyempurnaan senantiasa terus dilakukan demi tercapainya suatu pelayanan terbaik bagi masyarakat. Salah satunya adalah penerapan SOP KPPN Percontohan. Peningkatan kinerja para pegawai selalu terus ditingkatkan yang dikenal dengan istilah stick and carrot atau punishment and reward, sehingga tidak dapat dipungkiri reformasi identik dengan peningkatan remunerasi sebagai bentuk dari caroot, sedangkan stick-nya adalah hukuman disiplin bagi pegawai yang melakukan pelanggaran.
Arus kompleksitas perubahan dilingkungan Ditjen Perbendaharaan mendorong kita untuk melakukan suatu perubahan pada aspek pengelolaan keuangan dalam rangka proses transformasi, yang terencana untuk meminimalkan resiko, mendukung terciptanya proses transformasi yang lancar, serta menggunakan ukuran-ukuran kinerja yang realiabel, akurat dan diterima oleh semua stakeholders yang lebih di kenal dengan SPAN. Tahun 2010 laporan keuangan yang dikenal dengan LKPP mendapat opini Wajar Dengan Pengecualian (WDP) atau qualified opinion sedangkan laporan keuangan tingkat kementerian/lembaga mengalami peningkatan dengan opini WTP.
Masih dalam sambutannya, Ander mengatakan bahwa sumpah atau janji PNS bukan sebatas seremonial belaka. Ia mempunyai tujuan yang hendak dicapai, yaitu kesadaran para pegawai untuk memikul tanggung jawab sebagai abdi negara dan abdi masyarakat yang bersih dan bebas KKN. Beliau berharap agar seluruh pegawai KPPN Merauke dapat terus memperkaya diri dengan kemampuan belajar terutama bidang teknologi informasi sebagai antisipasi perkembangan zaman yang semakin modern. Kinerja pegawai semakin ditingkatkan demi tujuan bersama membangun lembaga yang transparan dan terpercaya dalam pengelolaan keuangan negara khususnya di lingkungan KPPN Merauke.
Oleh: Salampessy M. Insan – kontributor KPPN Merauke
Editor : Bambang Kismanto – Media Center Perbendaharaan











