Jayapura, djpbn.kemenkeu.go.id- Si Mini adalah sebutan lain untuk Mini Treasury Learning Center Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Papua. Medio April 2011, Kakanwil DJPBN Provinsi Papua, Bjardianto Pudjiono mencanangkan pemberdayaan dan optimalisasi pusat belajar itusebagai salah satu layanan unggulan edukatif kepada satker. Hal ini merupakan upaya pengenalan fasilitas Mini TLC yang saat ini telah tersedia di Kanwil DJPBN Provinsi Papua, maupun di KPPN dalam wilayah kerja Kanwil DJPBN Provinsi Papua, kepada satker-satker mitra kerja jajaran DJPBN di Papua dan Papua Barat. Fasilitas terpasang di Si Mini meliputi perangkat komputer dan kumpulan peraturan-peraturan sehingga memenuhi syarat digunakan sebagai pusat edukasi mini di tiap unit kerja lingkup Kanwil DJPBN Provinsi Papua.
Pemberdayaan dan optimalisasi fungsi ini berupa kegiatan Bimtek aplikasi yang diselenggarakan sepanjang bulan Mei 2011, meliputi bimtek aplikasi- aplikasi:
- RKAKL-DIPA 2011 untuk Revisi POK/DIPA 2011
- Aplikasi Forecasting Satker (AFS) untuk Perencanaan Kas satker
- SAPPAW yang hanya diperuntukkan bagi satker tingkat Wilayah dan diadakan hanya di Kanwil DJPBN Provinsi Papua (UAPPA-W Papua) dan di KPPN Manokwari (UAPPA-W Papua Barat)
- SAKPA untuk Laporan Keuangan seluruh satker
- GPP satker untuk mengelola gaji pokok pegawai
- SPM untuk pengajuan SPM ke KPPN
Sasaran bimtek adalah para operator aplikasi keuangan satker. Kanwil DJPBN Provinsi Papua sendiri menyelenggarakan bimtek dimaksud mulai tanggal 9 s.d. 26 Mei 2011 dengan peserta satker-satker dalam wilayah bayar KPPN Jayapura. KPPN selain KPPN Jayapura menyelenggarakan bimtek kepada operator aplikasi dalam wilayah kerja masing-masing juga dengan memanfaatkan Mini TLC KPPN. Instruktur bimtek terdiri dari petugas-petugas Kanwil DJPBN Provinsi Papua dan KPPN yang berkompeten menguasai aplikasi berkenaan.
Dengan materi komprehensif dan tanpa dipungut biaya apapun, bimtek tersebut disambut animo luar biasa oleh satker. Peserta dibebaskan untuk memilih materi aplikasi yang ingin diikuti. Peserta hanya diwajibkan membawa laptop untuk praktek. Tidak kurang dari lima ratus operator aplikasi keuangan di Papua dan Papua Barat ditugaskan oleh KPA satker masing-masing untuk mengikuti bimtek aplikasi tersebut. Panitia menjadwalkan tidak lebih dari sepuluh satker per hari penyelenggaraan. Masing-masing perwakilan satker cukup mengikuti bimtek selama satu hari untuk menerima materi-materi di atas. Dalam sambutannya, Bjardianto Pudjiono mengatakan, “Bimtek diadakan dalam bentuk kelas kecil dengan peserta maksimal dua puluh orang per kelas sesuai kapasitas ruang Mini TLC dengan tujuan agar materi yang disampaikan lebih mudah dipahami peserta dibanding materi yang disampaikan dalam kelas besar”.
Tiap kelas dipandu oleh minimal dua instruktur yaitu instruktur penyaji materi di depan kelas dan instruktur pendamping peserta bimtek yang berkeliling dari peserta satu ke yang lain memandu aplikasi langsung pada laptop masing-masing. Dengan metode ini, peserta dapat langsung menanyakan materi yang tidak dipahami kepada instruktur pendamping. Setiap penyajian materi aplikasi selalu diawali dengan pembagian pre-test materi dan diakhiri dengan pembagian post test materi kepada para peserta. Pembagian pre-test dan post-test ini bertujuan untuk mengetahui tingkat penyerapan materi aplikasi oleh peserta.
Penyelenggaraan bimtek aplikasi di Mini TLC tersebut menjadi salah satu upaya nyata jajaran Kanwil DJPBN Provinsi Papua dalam rangka meningkatkan kompetensi pengelola keuangan satker Daerah khususnya yang belum pernah mengelola APBN sehingga diharapkan dapat mempercepat realisasi anggaran, dengan mengoptimalkan sumber daya dan fasilitas yang dimiliki. Tingginya animo peserta menunjukkan bahwa kegiatan-kegiatan edukasi SDM sangat diminati peserta karena mendukung langsung pengelolaan keuangan di masing-masing satker.
Ditulis oleh: Akhmad Budi Susetyo-Kepala Seksi Bidang PA Kanwil DJPB Provinsi Papua











