Liputan Pembekalan Persiapan Seleksi KPPN Percontohan
Lubuk Linggau, djpbn.kemenkeu.go.id.- Pelaksanaan Pembekalan Persiapan Seleksi KPPN Percontohan Tahap VI s.d. VIII di KPPN Lubuk Linggau (Sabtu, 21/4/2012) berlangsung dinamis dan bersemangat. Yang menjadikannya lebih unik, peserta pembekalan adalah para pegawai yang bertugas pada dua KPPN dari dua Kanwil Ditjen Perbendaharaan yang berbeda. Mereka terdiri dari tiga belas pegawai KPPN Curup dan lima belas pegawai KPPN Lubuk Linggau.
Di aula KPPN Lubuk Linggau yang cukup memadai 28 peserta secara antusias mengikuti pembekalan selama hampir delapan jam, yang berisi materi-materi yang menyemangatkan, baik yang disampaikan oleh Kepala KPPN Lubuk Linggau Nur Amalia maupun sang trainer Ennoch Sindjang. Dalam pengarahan pembukaannya Kepala KPPN Lubuk Linggau mengapresiasi semangat yang ditunjukkan oleh para pegawai KPPN Curup dalam mengikuti pembekalan. “Saya sangat gembira menyaksikan semua peserta bersemangat pada pagi hari ini, terutama rekan-rekan kita dari KPPN Curup yang datang sejak pagi”, ungkapnya.
Pada kesempatan yang sama bu Lia, panggilan akrabnya, meminta kepada para peserta untuk bersungguh-sungguh mengikuti pembekalan dan terus berupaya agar berhasil lulus saat assessment. Bu Lia juga menyatakan bahwa pimpinan akan selalu memfasilitasi kemauan kuat para pegawainya tersebut dengan mengadakan belajar dan diskusi bersama selepas jam kantor. Nur Amalia pun mengungkapkan rencananya untuk membuat sebuah program latihan mengerjakan soal-soal assessment dengan mendatangkan tenaga pengajar yang berkompeten. “Saya yakin, bila bapak ibu semangatnya terus seperti ini, pasti nanti lulus semua”, tegasnya. Peserta pun mengamini pernyataannya itu.
Sebelum itu, dalam laporannya Kepala Seksi Dukungan Teknis Pelaksanaan Anggaran Direktorat Pelaksanaan Anggaran Dody Prihardi menerangkan bahwa Ditjen Perbendaharaan selalu berkomitmen untuk meningkatkan kinerja organisasi dan menyempurnakan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Untuk mendukung hal itu, dibutuhkan jajaran pegawai yang memiliki kompetensi sebagaimana yang dipersyaratkan di dalam Standar Kompetensi Jabatan (SKJ). Pelaksana KPPN Percontohan wajib memenuhi sembilan kompetensi dasar SKJ. ”Pemahaman dan aktualisasi sembilan kompetensi itulah yang diharapkan dapat terwujud dengan diadakannya pembekalan ini. Para peserta akan secara lebih mudah mengungkapkannya ketika menjawab soal-soal assessment,” harapnya.
Sementara itu, Ennoch Sindjang menegaskan bahwa diadakannya assessment adalah sebuah bukti bahwa Ditjen Perbendaharaan bersungguh-sungguh untuk berubah dalam upaya meningkat kinerjanya. Dan diselenggarakannya pembekalan merupakan sebuah bukti bahwa assessment yang dilakukan bukanlah asal-asalan atau karbitan. Di sini menunjukkan bahwa ada keinginan yang sangat kuat agar institusi ini digawangi oleh pegawai-pegawai yang benar-benar berkompeten melaksanakan tuganya.
Pembekalan berlangsung mulai pukul 08.00 sampai dengan pukul 15.30 waktu setempat. Kegiatan itu dirancang supaya para peserta dapat benar-benar memahami kemudian mengaktualisasikan Sembilan Kompetensi yang dipersyaratkan bagi pegawai KPPN Percontohan. Tak hanya penjelasan verbal yang dilakukan oleh trainer untuk menginternalisasikan materi pembekalan, seperti halnya kegiatan belajar-mengajar di kelas perkuliahan biasa. Di dalam pembekalan ini trainer juga menyuguhkan materi dalam bentuk audio-visual dan permainan. Harapannya, Sembilan Kompetensi yang diajarkan dapat secara lebih mudah dimengerti oleh para peserta. Sembilan Kompetensi itu antara lain: adapting to change; planning and organizing; delivering result; continuous improvement; policies, processes, and procedures; stakeholder service; integrity; team work and collaboration; dan interpersonal communication.
Setelah selesai mengikuti pembekalan, para pegawai KPPN Curup pun pulang kembali Rejang Lebong .tempatnya bertugas. Mereka tampak bungah sehabis menyambangi rekan-rekannya di Lubuk Linggau, meski cuma sehari. Kedekatan mereka ternyata tak bisa dipisahkan oleh sekedar batas provinsi atau beda kantor wilayah.
Oleh: Hendy S. Yudhiyanto




