Liputan Sosialisasi Aplikasi Forecasting Satker (AFS) 2012
Sungai Penuh, djpbn.kemenkeu.go.id – Aplikasi Forecasting Satker atau yang lebih dikenal dengan aplikasi AFS 2012 disusun dan diintegrasikan dengan RKAKL-DIPA 2012. Hal itu merupakan perpaduan baru yang ditujukan untuk menyukseskan salah satu misi Ditjen Perbendaharaan, mewujudkan pengelolaan kas yang efesien dan optimal. Guna mendukung pencapaian misi tersebut, KPPN Sungai Penuh mengajak satker untuk mengelola kas secara efisien dan optimal. Ajakan tersebut diwujudkan dalam kegiatan sosialisasi Aplikasi Forecasting Satker (AFS) 2012 di Hotel Mahkota Sungai Penuh, Selasa (8/5).
Dengan pengelolaan kas yang efisien dan optimal dapat menghindarkan kerugian negara berupa idle cash yang seharusnya dapat diinvestasikan secara maksimal. Untuk itu membutuhkan perencanaan perkiraan kas yang handal. Untuk mewujudkan rencana perkiraan kas yang handal inilah Aplikasi Forecasting Satker (AFS) 2012 disusun dan diintegrasikan dengan Aplikasi RKAKL-DIPA 2012.
Setidaknya 51 orang petugas atau operator dari satker mitra kerja KPPN Sungai Penuh menghadiri kegiatan tersebut. Acara dimulai pada pukul 08.00 WIB dibuka oleh Kepala KPPN Sungai Penuh, Sutyawan. Tampil sebagai narasumber adalah pelaksana subbagian umum, Asnawi dan pandu oleh Kepala Seksi Pencairan Dana, Ahmad Bustomi sebagai moderator.
Dalam sambutannya Sutyawan mengajak satker berkomitmen untuk menyampaikan data rencana perkiraan kas yang tepat dan akurat.
”Perencanaan kas pemerintah bertujuan untuk memastikan bahwa Negara memiliki saldo kas yang cukup untuk membiayai kewajiban Negara dalam rangka pelaksanaan APBN. Untuk itu dibutuhkan dukungan dari setiap Kementerian/Lembaga (Satker pada lingkup KPPN Sungai Penuh) dan pihak terkait untuk menyampaikan proyeksi penerimaan dan pengeluaran secara periodic ke KPPN. Laporan tersebut kemudian akan dikompilasi untuk membuat perencanaan kas secara nasional,” kata orang nomor satu di KPPN Sungai Penuh itu.
Penyampaian materi pokok oleh narasumber, Asnawi, cukup menyita perhatian peserta bimtek. Satker dengan tekun menyimak penyampaian materi yang diawali dengan penjelasan singkat Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan Nomor: PER-03/PB/2010 tentang Perkiraan Penarikan Dana Harian Satuan Kerja dan Perkiraan Pencairan Dana Harian Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara, lalu dilanjutkan dengan penjelasan integrasi AFS 2012 dan RKAKL-DIPA 2012, tata cara penyusunan rencana penarikan dana dan pengiriman ADK ke Aplikasi AFK KPPN, hingga Praktek integrasi data AFS2012 ke RKAKL-DIPA 2012. Dalam Prakteknya, antusiasme peserta sangat terlihat dari banyaknya pertanyaan-pertanyaan seputar aplikasi, kesulitan dalam penyusunan rencana penarikan dana, sampai pengiriman ADK ke AFK.
Dalam sambutan penutupnya, Kepala KPPN, Sutyawan, kembali menegaskan kepada para petugas ssatker agar berkomitmen dalam mengelola kas. Ia berharap agar satker lebih disiplin dalam penyampaian rencana penarikan dananya.
“Setelah mengikuti bimtek AFS 2012 ini, saya berharap agar satker lebih cermat dan lebih disiplin dalam menyampaikan perencanaan kas melalui AFS, sehingga tidak terjadi penumpukkan pengeluaran anggaran yang meningkat drastis pada akhir tahun 2012 nanti,” pesannya kepada peserta bimtek.
Oleh: Edi Iriansyah – Kontributor KPPN Sungai Penuh
Editor : Bambang Kismanto – Media Center Perbendaharaan












