Liputan Rapat Koordinasi Tingkat Wilayah (Rakorwil) Lingkup Kanwil Ditjen Perbendaharaan Prov.Sumsel
Ogan Komering Ilir, djpbn.kemenkeu.go.id -Kanwil Ditjen PBN Provinsi Sumsel melaksanakan rapat koordinasi tingkat wilayah lingkup Kanwil Kanwil Ditjen PBN Provinsi Sumsel yang diikuti oleh seluruh pejabat eselon III dan IV Kanwil dan KPPN lingkup Kanwil Ditjen PBN Provinsi Sumsel, pada tanggal 30 Nopember s.d. 2 Desember 2012, di Parai Lake Resort, Teluk Gelam, Ogan Komering Ilir. Rakorwil dihadiri 42 orang pejabat yang dipimpin langsung oleh Kepala Kanwil Ditjen PBN Sumsel, Iskandar.
Rakorwil kali ini mengambil tema “Mewujudkan penyerapan anggaran TA.2012 yang optimal dan akuntabel, serta menyongsong TA.2013 dengan semangat integritas dan profesionalisme, guna mencapai sinergi serta kesempurnaan dalam pelayanan perbendaharaan”. Acara diawali dengan pemaparan Kakanwil Ditjen PBN Provinsi Sumsel, Iskandar mengenai intisari hasil dan materi Rapimnas Ditjen PBN Nopember 2012 yang lalu. Dalam pemaparan tersebut, Iskandar menekankan bahwa seiring berkurangnya tugas administratif seperti pengesahan DIPA, instansi vertikal Ditjen PBN di daerah, khususnya dalam hal ini Kanwil Ditjen PBN justru akan bertambah perannya melalui fungsi-fungsi baru yang lebih strategis dan bersifat analitis yang dibebankan kepadanya seperti fungsi spending review, penyusunan GFS, pembinaan BLU di daerah, dan beberapa tupoksi lainnya.
Topik lain yang juga digarisbawahi oleh Iskandar adalah perlunya kesiapan segenap jajaran Kanwil Ditjen PBN Prov.Sumsel dalam menyongsong TA. 2013 yang diwarnai dengan sejumlah perubahan dan dinamika seperti restrukturisasi organisasi Kanwil dan KPPN, kemudian peningkatan status beberapa KPPN di lingkup Kanwil Ditjen PBN Prov.Sumsel dari A2 menjadi A1. Kesemuanya ini selain berarti adanya tugas baru seperti pelaksanaan kepatuhan internal, juga jelas mengisyaratkan adanya tanggung jawab yang lebih dibanding yang telah dijalankan di masa lalu.
Karenanya, Kakanwil Ditjen PBN Prov.Sumsel mengingatkan pentingnya perubahan paradigma dari sekedar business as usual menjadi inovatif, intens mencari peluang dan alternatif solusi atas permasalahan, mau menciptakan dan menampilkan prestasi serta berorientasi pada pencapaian visi-misi organisasi, bukan hanya mengejar kepentingan individu/kelompok. Juga ditekankan bahwa keterbatasan SDM, sarana-prasarana serta keterbatasan kondisi lainnya jangan menjadi masalah yang dijadikan bahan keluhan, tetapi hendaknya dijadikan sebagai tantangan untuk disiasati dan diantisipasi. Pengembangan kompetensi merupakan hal yang tidak bisa ditawar-tawar lagi sebagai prasyarat mutlak bagi terlaksananya peran/fungsi baru serta peningkatan tanggung jawab unit vertikal DJPBN di daerah, utamanya Sumatera Selatan. Seluruh tuntutan dinamika ini juga hendaknya dihadapi dengan bermodalkan mindset positif bahwa apa-apa yang telah digariskan pucuk pimpinan sesungguhnya dimaksudkan untuk membawa Ditjen PBN ke arah yang lebih baik.
Pada rakorwil kali ini, Kanwil Ditjen PBN Sumsel juga mencoba melakukan hal baru dalam me-review pelaksanaan tugas KPPN-KPPN dalam lingkupnya dengan adanya penilaian/pemeringkatan. Dalam pemaparan Kepala Bidang PP I Kanwil Ditjen PBN Prov.Sumsel, Heru Kutanto, seluruh KPPN di-review dan diperingkat dengan konsep, indikator dan metode pemeringkatan yang mengacu pada apa yang dilakukan kantor pusat terhadap kinerja Kanwil dan dipaparkan hasilnya dalam Rapimnas/Rapimtas. Diharapkan dengan adanya review semacam ini, KPPN-KPPN yang ada dapat saling melihat posisinya masing-masing berdasarkan perbandingan kinerja, sekaligus memacu semangat perbaikan, membuka wawasan untuk saling belajar dan berbagi pengalaman antar KPPN, dan tidak gampang puas dengan capaian prestasi kerja masing-masing selama ini.
Rakorwil kemudian dilanjutkan dengan pemaparan inventarisasi permasalahan dan usulan alternatif solusi dari tiap-tiap Kepala KPPN dilanjutkan dengan sesi-sesi diskusi sampai dengan finalisasi hasil yang dipandu oleh para Kepala Bidang Aklap, Tiarta Sebayang dan Kepala Bidang PA, M.Muslim. Hasil pembahasan dalam rakorwil kali ini diantaranya adalah beberapa konsensus perlakuan/tindak lanjut yang sama dalam mengatasi beberapa problem teknis yang dihadapi oleh KPPN-KPPN di lingkup Kanwil Ditjen PBN Prov.Sumsel, kemudian beberapa usulan/masukan penyempurnaan terkait ketentuan/SOP yang direkomendasikan untuk nantinya diteruskan ke Kantor Pusat Ditjen PBN, serta tentunya pernyataan kesiapan dan komitmen segenap jajaran Ditjen PBN Prov.Sumsel untuk merapatkan barisan, mengamankan tutup tahun anggaran 2012 sekaligus siap menyongsong tahun anggaran 2013 dengan segala dinamikanya.
Sebagai wujud nyata inovasi, rakorwil kali ini juga diperkaya dengan sesi demo/presentasi sejumlah aplikasi penunjang tupoksi yang dirancang secara mandiri oleh tim aplikasi KPPN Palembang, meliputi aplikasi sistem informasi peraturan berbasis web, aplikasi monitoring dan penyelesaian retur, forecasting satker berbasis SMS gateway, aplikasi arsip elektronik (e-filing) modifikasi, dan aplikasi validasi coding satker dan Bagian Anggaran. Presentasi ini direspon positif oleh para pejabat dari KPPN lainnya karena aplikasi yang dirancang dianggap relatif simpel dalam penggunaan, tetapi berpotensi signifikan membantu pelaksanaan tugas di KPPN. Karenanya, ke depan rangkaian aplikasi ini disepakati akan digunakan di seluruh KPPN yang ada di lingkup Kanwil Ditjen PBN Prov.Sumsel sesuai kebutuhan masing-masing KPPN.
Karena juga dimaksudkan sebagai suatu ajang silaturahmi menjalin kekeluargaan, dimana baru pada tahun 2012 inilah Rakorwil lingkup Kanwil Ditjen PBN Sumsel dapat dihadiri seluruh pejabat eselon di dalam lingkupnya, rakorwil juga diisi dengan sesi malam ramah-tamah, para peserta bernyanyi bersama, termasuk Kakanwil Ditjen PBN Prov.Sumsel, serta diakhiri dengan kegiatan outbound yang diikuti seluruh peserta dengan semangat, ceria, penuh interaksi personal yg hangat dan akrab. Sesi ramah tamah dan outbond ini dirasakan betul oleh peserta rakorwil sebagai selingan (refreshing) atas rutinitas bekerja dan suasana kantor/pekerjaan selama ini, termasuk sejenak lepas dari pola interaksi formal yang berlangsung sehari-hari.
Oleh : Purwo Widiarto - Kontributor Kanwil Ditjen PBN Provinsi Sumatera Selatan.











