Muara Sabak, djpbn.kemenkeu.go.id - Untuk pertama kalinya di Tahun 2012, KPPN Kuala Tungkal melakukan Bimbingan teknis di luar wilayah Kuala Tungkal yaitu di Ibukota Kabupaten Tanjung Jabung Timur yang masuk dalam salah satu wilayah kerja KPPN Kuala Tungkal disamping Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Kota Muara Sabak merupakan ibukota Kabupaten Tanjung Jabung Timur dan dipimpin oleh Bupati yang berasal dari kalangan selebritis yaitu Zumi Zola. Pada kesempatan tersebut KPPN Kuala Tungkal melaksanakan bimbingan teknis kepada mitra kerjanya yaitu semua satuan kerja dan Bank Persepsi, Rabu (19/12). Setelah menempuh perjalanan dari Kuala Tungkal sekitar 2,5 jam lamanya, Tim dari KPPN Kuala Tungkal yaitu Kepala Seksi Verifikasi dan Akuntansi (Jakson Sunario Panjaitan), Kepala Seksi Bank/Giro Pos ( Djunarko) dan Staf pada Seksi Verifikasi dan Akuntansi (Romeo Junianto) tiba di Muara Sabak.
Tepat pada pukul 09.00 WIB bertempat di Aula Kementerian Agama Kabupaten Tanjung Jabung Timur, acara bimbingan teknis dilaksanakan dan diikuti oleh Bendahara dan operator dari sekitar 26 satuan kerja di wilayah tersebut. Teknik penyampaian materi bimtek yaitu dengan melaksanakan diskusi secara langsung terhadap masalah-masalah yang dihadapi oleh masing-masing satuan kerja/tanya jawab. Pada kesempatan tersebut cara ini dipandang lebih efektif daripada sekedar pemaparan secara teoritis / pemaparan aturan-aturan terkait. Setiap satuan kerja diberikan kesempatan untuk menyampaikan semua permasalahannya dan dibahas secara langsung di forum diskusi untuk mendapat penyelesaian atas permasalahan yang dihadapi.
Pada kesempatan tersebut satuan kerja yang hadir sangat antusias mengikuti acara dan terkesan lebih berani dalam menyampaikan permasalahannya pada forum diskusi. Terhadap permasalahan yang dialami oleh satuan kerja terkait akan memperoleh tanggapan/masukan atau testimony dari satuan kerja lainnya berdasarkan pengalaman yang sudah pernah dialami disamping solusi yang diberikan oleh Tim dari KPPN Kuala Tungkal. Momen ini sangat penting karena pada forum tersebut terjadi share of knowledge, experience dan sekaligus mencari solusi atas permasalahan yang dialami.
Beberapa poin penting yang dibahas pada forum diskusi tersebut antara lain:
1. Inventarisasi transaksi pendapatan dan belanja acrual pada penyusunan laporan keuangan Satuan kerja pada akhir tahun anggaran 2012. Hal in sangat penting didiskusikan kembali karena secara umum bahwa suplemen laporan keuangan akhir tahun berupa informasi pendapatan dan belanja secara acrual untuk periode yang berakhir 31 Desember 2012 dibuat hanya pada akhir tahun saja. Target utama pada diskusi tersebut untuk mengingatkan kembali / merefresh satuan kerja atas pentingnya laporan tersebut.
2. Memberikan bimbingan dan strategi pada semua mitra kerja dalam melakukan penyetoran sisa UP tahun anggaran 2012. Hal ini menjadi poin penting karena berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya masih terdapat beberapa masalah dalam penyetoran sisa UP/TUP seperti kesalahan setor, kelebihan setor, kesalahan akun dan kesalahan kodefikasi. Target utama pada pembahasan ini adalah agar Kas di Bendahara Pengeluaran yang tersaji di neraca menjadi NIHIL.
3. Utang kepada pihak ketiga yang tersaji di neraca tidak luput dari pembahasan tersebut. Adanya utang kepada pihak ketiga karena beberapa retur SP2D seperti kesalahan nomor rekening, rekening yang inaktif, ketidaksamaan nomor dan nama rekening. Oleh karena itu diadakan secara langsung memberikan arahan pada satuan kerja untuk menyelesaikan retur tersebut dengan segera. Sasaran utama penyelesaian retur ini agar utang pihak ketiga yang tersaji pada neraca menunjukkan angka nihil.
4. Di bidang penerimaan Negara , Kepala Seksi Bank/Giro Pos melakukan monitoring secara langsung ke Bank persepsi ( Bank 9 Jambi Cabang Muara Sabak). Kendala-kendala yang masih sering dihadapi pada penerimaan negara pada Bank persepsi di akhir tahun anggaran adalah tingginya transaksi penyetoran sehingga kemungkinan kesalahan semakin tinggi. Oleh karena itu dalam pemaparannya dijelaskan kembali tentang strategi-strategi penting bagi satuan kerja dan Bank Persepsi agar penerimaan Negara dapat berjalan lancar dan aman.
Pada akhirnya, KPPN Kuala Tungkal, satuan kerja dan Bank Persepsi secara bersama-sama membuat komitmen bersama untuk berbuat yang terbaik dalam pelaksanaan penataausahaan penerimaan Negara dan dengan sepakat untuk terus berkarya dalam memberikan yang terbaik bagi bangsa ini. Semoga dengan adanya forum diskusi ini dapat membantu mitra kerja dalam melaksanakannya tugasnya dan tentunya akan berpengaruh terhadap akuntabilitas Pengelolaan Keuangan Negara.
Reported by: Jakson Sunario Panjaitan, Kontributor KPPN Kuala Tungkal, Jambi










