Liputan Capacity Building tentang Pengelolaan Fiskal di Daerah
Denpasar, djpbn.kemenkeu.go.id – Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Bali dan Nusa Tenggara mengundang pakar ekonomi (regional economist) Prof. Dr. I K. G. Bendesa, M.A.D.E. dari Fakultas Ekonomi Universitas Udayana untuk melakukan Capacity Building kepada jajaran Kanwil Ditjen Perbendaharaan wilayah Bali dan Nusa Tenggara, Kamis (16/5), di Ruang Rapat Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Bali. Hal tersebut dilakukan sebagai amanat Dirjen Perbendaharaan dalam implementasi PMK Nomor 169/PMK.01/2012.
Kanwil Ditjen Perbendaharaan memiliki fungsi pembinaan, koordinasi dan supervisi, serta menjadi representasi Kementerian Keuangan di Daerah sebagai Pengelola Fiskal. Melalui tugas tersebut, Kanwil Ditjen Perbendaharaan diharapkan dapat memiliki data, informasi dan kemampuan untuk melakukan analisis dan menyajikan laporan kajian fiskal tingkat wilayah (regional), yang mana memuat perkembangan ekonomi regional, pelaksanaan anggaran pusat dan daerah, pengelolaan BLU dan menajemen investasi serta analisis fiskal regional pada masing-masing wilayah. Demikian pihak penyelenggara menyampaikan maksud dan tujuan pelaksanaan Capacity Building tersebut.
Kegiatan tersebut diinisiasi oleh Kepala Kanwil Ditjen Perbendendaharaan Provinsi Bali Ida Bagus Gde Kartika Manuaba dengan para Kepala Bidang, Kepala Bagian Umum, dan Tim Kajian Fiskal. Selain itu, kegiatan ini juga melibatkan Kepala Kanwil Ditjen Perbendharaan Provinsi NTB Alfiah, dengan Kepala Bidang PP Herman Hiidayat, juga Kepala Kanwil Ditjen Perbendharaan NTT Herry Sunardjo, bersama Kepala Bidang PA Ahmad Sapriannoor.
Dalam kesempatan ini I K. G. Bendesa yang juga Pembantu Rektor Bidang Administrasi dan Keuangan Universitas Udayana, memaparkan banyak hal tentang perkembangan ekonomi regional dengan sajian “AKAL SEHAT DALAM ILMU EKONOMI” ( COMMON SENSE ECONOMICS). Menurutnya, ada 10 elemen kunci dalam Ilmu Ekonomi, “Persoalan insentif, Tidak ada makan siang gratis (There is no such thing as a free lunc
h), Keputusan dibuat atas dasar marjin,Perdagangan mendorong kemajuan ekonomi,Biaya transaksi merupakan penghalang perdagangan,Keuntungan mengarahkan bisnis kepada kegiatan yang meningkatkan kemakmuran Profits,Orang memperoleh pendapatan karena membantu orang lain,Kemajuan ekonomi terjadi terutama melalui perdagangan, investasi, metode yang lebih baik, dan lembaga ekonomi yang sehat,Tangan-tangan yang tak tampak (‘invisible hand”), dp harga pasar mengarahkan pembeli dan penjual pada kegiatan yang mendorong kemakmuran umum,Terlalu sering dampak jangka panjang, atau dampak sekunder, dari suatu kegiatan diabaikan,” ujarnya.











