Liputan Kunjungan Kerja Kanwil Provinsi Papua Ke KPPN Merauke
Merauke, djpbn.kemenkeu.go.id – Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharan Provinsi Papua Tiarta Sebayang, melakukan kunjungan kerja untuk yang pertama kalinya ke KPPN Merauke setelah beliau bertugas di Provinsi Papua, Sabtu (19/4). Dihadapan para pejabat struktural dan para pegawai KPPN Merauke, ia menyampaikan visi Ditjen Perbendaharaan yang baru yaitu, “Menjadi Pengelola Perbendaharaan yang Unggul di Tingkat Dunia.” Dengan visi baru tersebut, Tiarta mengingatkan konsekuensi Sumber Daya Manusia (SDM) Ditjen Perbendaharaan perlu terus meningkatkan kompetensinya.
Tiarta melanjutkan, bahwa tahun 2014 merupakan tahun yang sangat berat karena merupakan tahun politik. Disamping itu ada dinamisasi perekonomian dunia yang berpengaruh terhadap APBN 2014. Terkait dengan masalah ini, kemampuan Ditjen Perbendaharaan dalam mengelola kas merupakan hal yang sangat penting untuk membuktikan yang terbaik dalam mengelola arus kas. Ditjen Perbendaharaan juga dihadapkan pada tantangan pencairan dana yang accountable dan timely execution. Hal tersebut merupakan hal yang menjadi perhatian yang sangat besar dalam periode politis tahun 2014. Jika pencairan dana tidak timely, maka konsekuensinya akan menjadi perhatian dan menjadi issue yang sangat mudah menyebar.
Selanjutnya, Tiarta menjelaskan bahwa tahun 2014 juga merupakan tahun persiapan terakhir penerapan accrual accounting yang merupakan perwujudan dari accountable reporting. Perlu disadari bahwa proses accrual accounting bukanlah hal yang mudah, namun perlu tranformasi yang sangat besar, bukan hanya perubahan proses tetapi juga perubahan mindset. Disinilah diharapkan Ditjen Perbendaharaan sebagai lead sector harus dapat menjadi leading atas transformasi tersebut.
Selain itu Tiarta mengatakan untuk menjalin kerja sama dengan Pemerintah Daerah sebagaimana diatur oleh Perdirjen Nomor PER-30/PB/2013 tentang Pedoman Pembinaan Pelaksanaan Anggaran Daerah oleh Kantor Wilayah Ditjen Perbendaharaan, semua elemen diharapkan dapat membentuk forum kerjasama, forum edukasi, atau pertukaran informasi dengan pemerintah daerah. Untuk itu perlu melakukan pendekatan secara personal, serta mengikutsertakan KPPN selaku Tim Pengawas Dekon/TP sesuai dengan Permendagri Nomor 65 Tahun 2008. Semua ini harus dijalin sesuai dengan karakteristik setiap daerah dan memiliki keterkaitan secara emosional dengan daerah setempat atau lebih dikenal dengan istilah kearifan lokal, mengingat karakteristik setiap daerah berbeda-beda.
Dalam kesempatan ini Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara Merauke, Nurwedi Tjahyono, mengingatkan kepada para pegawainya bahwa, Ada 10 sasaran strategis dan 20 IKU, dengan salah satu IKU yang dikontrakkinerjakan adalah indeks deviasi realiasasi terhadap perencanaan saldo TSA (Treasury Single Account) bulanan. Target capaian untuk IKU ini adalah sebesar 3 atau baik. IKU ini bertujuan untuk meningkatkan akurasi perencanaan kas dalam rangka meminimalkan idle cash yang berdampak pada meningkatnya cost of fund. Dengan tantangan-tantangan tersebut, inilah kesempatan Ditjen Perbendaharaan untuk menunjukkan kualitasnya, karena kualitas bisa ditunjukkan ketika tantangan muncul.
Oleh: Kontributor KPPN Merauke.












