Samarinda, djpbn.kemenkeu.go.id– ”Tingkatkan kesabaran dan kehati-hatian kita (Pegawai Ditjen perbendaharaan, red)” Itulah pesan yang disampaikan Dirjen Perbendaharaan kepada seluruh treasurer pada acara pembukaan Rapat Koordinasi Regional (Rakoreg) Wilayah III Ditjen Perbendaharaan Kalimantan, Jumat (10/4)
kemarin. disetiap masa transisi, akan diwarnai berbagai gejolak. Sehingga, sangat dibutuhkan kesabaran, kesungguhan dan kehati-hatian para punggawanya.
”seperti kita ketahui bersama, saat ini sedang berjalan penyesuaian struktur organisasi pada Kementerian Negara dan Lembaga oleh pemerintah. Hal ini tentu akan berdampak pada perubahan kebijakan anggaran. Meskipun Ditjen Perbendaharaan bukan dalam posisi pengambilan keputusan, namun dampaknya akan sampai pada Kanwil dan KPPN,” ungkap Marwanto. Oleh karena itu, lanjutnya memberikan pengarahan, seluruh unit vertikal yakni Kanwil dan KPPN agar meningkatkan kesabaran dan kehati-hatian dalam bekerja dengan tetap mengutamakan service excellent kepada stakeholders terkait.
Selain itu, Marwanto menyoroti pelaksanaan implementasi SPAN yang telah berjalan saat ini. Beliau menekankan agar seluruh unit vertikal harus bekerja ekstra keras dalam mengawal SPAN, khususnya terkait validitas data. ”Berkaitan dengan implementasi SPAN, saya meminta secara khusus kepada Kanwil dan KPPN untuk mengawal data, khususnya memantau kesesuaian LAK dengan LKP setiap harinya. Sehingga, data yang terkirim ke server pusat merupakan data paling valid guna mendukung tersusunnya LKPP yang baik,” tegasnya.
Acara semakin meriah saat orang nomor satu di Ditjen Perbendaharaan itu dikelilingi burung-burung kayangan yang menari elok. Ditemani seluruh Kepala Kanwil, pria asli jogja itu tanpa sungkan ikut mengiringi tari penyambutan khas dayak tersebut. Malam itu, nuansa Rakoreg se-Kalimantan memang berlangsung etnik karena dibuka dengan tarian khas dayak, tarian lettu burai enggang.
Tarian lettu enggang merupakan tarian adat yang menceritakan tentang seorang putri yang sedang bermain di hutan belantara kalimantan dan ditemani sekawan burung dari kayangan (burung enggang) yang berbulu indah. Pemilihan tarian ini bukan tanpa alasan, panitia berharap Ditjen Perbendaharaan dapat menjadi role model transformasi kelembagaan tersukses dan menjadi magnet bagi lembaga lainnya. Ditjen Perbendaharaan diibaratkan sebagai putri cantik yang mampu mengundang burung-burung kayangan (burung enggang) untuk datang, mengelilingi, dan mengikuti tariannya.
Rakoreg yang dihelat di Gedung Keuangan Negara Balikpapan sejak tanggal 10 s.d. 12 April 2015 tersebut, dihadiri oleh seluruh Kepala Kanwil, para Kepala Bidang, Kepala Bagian Umum dan Kepala KPPN se-Kalimantan dengan jumlah peserta 34 orang. Mengambil tema “Dari Benua Etam, Kita Tingkatkan Peran Strategis Ditjen Perbendaharaan di Daerah Melalui Modernisasi Layanan Menuju Masyarakat Sejahtera,” acara yang merupakan kerjasama Kanwil Ditjen Perbendaharaan di wilayah Kalimantan yaitu Kanwil DJPB Kaltim, Kalsel, Kalbar dan Kalteng berjalan dengan meriah, tertib dan sukses.
Dalam laporannya, Kakanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Kalimantan Timur Ade Rohman menyampaikan bahwa rakoreg tersebut diselenggarakan dalam rangka mengkaji isu-isu strategis yang ada saat ini. ”Pemilihan isu strategis pada rakoreg kali ini, merupakan upaya kita semua (Kanwil Ditjen Perbendaharaan se-Kalimantan,red) untuk memberikan kontribusi pemikiran, khususnya terkait Revitalisasi Peran Kanwil-KPPN Paska Roll Out SPAN, Penguatan Peran Kanwil Sebagai Representasi Kementerian Keuangan dan Pembina Keuangan Daerah, Reorientasi Peran Penyuluh Perbendaharaan Paska Implementasi SPAN, Optimalisasi Penerimaan Negara Melalui Sistem MPN-G2 dan Penertiban Aset Negara di Daerah,” paparnya.
Selanjutnya, Ade tidak lupa mengucapkan rasa terima kasih yang tak terhingga, atas kesediaan Direktur Jenderal Perbendaharaan yang berkenan menghadiri sekaligus membuka acara saat itu.
Pegawai Prodip Sebagai Penjaga SPAN
Sebelum membuka Rakoreg, Dirjen Perbendaharaan menyempatkan diri untuk mengunjungi KPPN Balikpapan dan Disaster Recovery Center (DRC) Balikpapan sebagai tempat/area penyimpanan serta pengolahan data dan informasi apabila terjadi bencana.
Selanjutnya rombongan bergerak menuju Samarinda untuk mengunjungi KPPN Samarinda dan Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Kalimantan Timur. Seluruh pegawai menyambut kedatangannya dengan sangat antusias. Maklum saja, Marwanto merupakan Dirjen Perbendaharaan pertama yang berkunjung ke Samarinda.
Guyuran hujan tidak mengurangi antusiasme pegawai dalam menyambut ’orang tua’ mereka di Ditjen Perbendaharaan. Dengan berjejer rapi di halaman Kanwil Ditjen perbendaharaan Provinsi Kalimantan Timur, seluruh pegawai menyambut kedatangannya dengan mengulurkan tangan sambil melemparkan senyum. Keramahan dan kesederhanaan Marwanto, cukup menjadi perbincangan diantara pegawai. Mungkin banyak pegawai yang mengira, kalau pejabat tinggi itu pasti menjaga jarak dengan bawahannya. Ternyata, semua persepsi tersebut berbalik dan berubah menjadi kekaguman.
Sebelum meninggalkan Samarinda, Marwanto menyempatkan diri menyampaikan arahannya. Salah satu yang menjadi perhatian utama beliau yakni implementasi SPAN yang perlu dijaga bersama. ”Saya titipkan SPAN kepada Bapak/Ibu sekalian. Khusus pegawai prodip, saya harap dapat menjadi penjaga SPAN dan dapat terus memberikan kontribusi terbaiknya untuk organisasi,” pungkasnya menutup arahan.
Tak lupa saat itu, turut diserahkan buku Annual Report Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Kalimantan Timur Tahun 2014. Buku tersebut memuat prestasi dan kerja keras yang telah dilakukan oleh jajaran Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Kalimantan Timur dan KPPN sepanjang tahun 2014.
Oleh : Kontributor Ditjen Perbendaharaan Wilayah III Kalimantan
Fotografer : Agus Hartono M, Fachriza P, Heri S.B.











