Pontianak, perbendaharaan.go.id - Kalimantan mengalami pertumbuhan ekonomi paling rendah dibanding wilayah lain di Indonesia. “Kalimantan hanya tumbuh 1% selama Triwulan I 2015. Pertumbuhan ini jauh dibawah rata-rata nasional yaitu 4.71%” kata Menteri Keuangan Bambang P.S. Brojonegoro saat membuka Seminar Kebijakan Fiskal dan Perkembangan Ekonomi Terkini di Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Kalimantan Barat (25/05).

Kalimantan mengandalkan komoditas sebagai pendorong ekonomi bukan merupakan pilihan yang bijak, mengingat harga komoditas berfluktuasi sepanjang waktu. Saat komoditas sedang naik, misalnya batubara pada tahun 2011, permintaan kendaraan bermotor meningkat pesat. Namun sebaliknya, ketika komoditas sedang surut, seperti batubara pada saat ini, ada implikasi sosial yang harus ditanggung. Kontrak-kontrak pertambangan banyak dipangkas atau dikurangi, pekerja tambang menjadi menganggur. Dampaknya konsumsi menurun drastis, dan ekonomi melambat. Kalimantan Barat masih dapat tumbuh lebih baik dari wilayah lain, misalnya Kalimantan Timur. Hal ini karena Kalimantan Barat masih memiliki diversifikasi ekonomi terutama pada komoditas lain seperti karet dan kelapa sawit. “Tingginya konsenstrasi ekonomi di Kalimantan pada sektor pertambangan, terutama batubara, berakibat pada rentannya stabilitas ekonomi setempat” jelas Menteri Keuangan.
Seminar dihadiri oleh Anggota Komisi XI, Direktur Jenderal Perbendaharaan, Sekda Provinsi Kalimantan Barat, Direktur Pengelolaan Kas Negara, dan para pejabat Muspida Kalimantan Barat.
Oleh : Gautama Seti, Kontributor Kantor Pusat Ditjen Perbendaharaan











