Perekonomian global masih penuh dengan ketidakpastian, seiring dengan gejolak geopolitik dan pasar keuangan yang belum reda. Hal ini ditegaskan oleh Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dalam arahannya setelah melantik 27 Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama (eselon II) di Lingkungan Kementerian Keuangan di Gedung Djuanda I, Jakarta, Rabu (28/01).
"Pertumbuhan ekonomi kita di kisaran 5%, stabil tetapi belum cukup untuk menyerap tenaga kerja yang memasuki usia kerja. Jadi kita harus dorong pertumbuhan ekonomi ke tingkat yang lebih cepat lagi. Penerimaan negara tahun 2025 belum mencapai target, sementara belanja negara harus terus berjalan menopang program prioritas," sebut Menkeu dalam kegiatan yang juga dihadiri oleh Wakil Menteri Keuangan dan para pejabat pimpinan tinggi madya Kementerian Keuangan, termasuk Dirjen Perbendaharaan Astera Primanto Bhakti ini.
Menkeu juga mengingatkan bahwa ruang fiskal makin terbatas sehingga harus dikelola dengan hati-hati.
"Salah langkah sedikit, dampaknya langsung terasa. Yang saya rasakan di akhir tahun, karena pendapatannya di bawah target, baik pajak maupun bea cukai, pengeluaran harus kita ekspansi untuk pertumbuhan ekonomi. Tahun ini beda karena fiscal space kita semakin kecil dan ke depan kita akan mendorong pertumbuhan ke level yang lebih cepat lagi dengan memanfaatkan antara lain belanja fiskal yang lebih ekspansif juga," pesan Menkeu.
Adapun para Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama Ditjen Perbendaharaan yang dilantik pada kesempatan tersebut adalah Agung Yulianta sebagai Direktur Pengelolaan Kas Negara (semula Kepala Kanwil DJPb Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta), Muhdi sebagai Tenaga Pengkaji Bidang Perbendaharaan (semula Direktur Pengelolaan Kas Negara), dan Taukhid sebagai Kepala Kanwil DJPb Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (semula Tenaga Pengkaji Bidang Perbendaharaan)[LRN]

















