Jakarta, 5 Februari 2026 - Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) kembali menyelenggarakan kegiatan Edukasi Publik, Treasury Go Inspire Future (TGIF) sebagai wadah berbagi pengetahuan dan pengalaman kepada generasi muda. Kali ini, DJPb menerima kunjungan 23 mahasiswa PKN STAN jurusan Akuntansi Sektor Publik Konsentrasi Sistem Informasi yang berkesempatan mengenal peran strategis Direktorat Sistem Informasi dan Teknologi Perbendaharaan (SITP) DJPb dalam mendukung pelaksanaan APBN.
Kegiatan ini bertujuan memberikan gambaran nyata mengenai bagaimana APBN dikelola dan dijalankan melalui sistem yang andal, terintegrasi, dan terus berkembang mengikuti kebutuhan zaman.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala Subdirektorat Pengelolaan Sistem informasi Eksternal Direktorat Sistem Informasi dan Teknologi Perbendaharaan DJPb, Iwan Teguh Setiawan, menjelaskan bahwa Pengelolaan keuangan negara tidak hanya bergantung pada regulasi dan sumber daya manusia, tetapi juga pada sistem informasi yang dirancang dan dijalankan dengan baik agar seluruh proses berjalan akuntabel, tepat waktu, dan tepat sasaran.
Melalui paparan yang disampaikan, mahasiswa memperoleh gambaran mengenai core system perbendaharaan negara serta berbagai aplikasi utama yang digunakan, seperti SPAN, SAKTI, MPN, sistem penggajian berbasis web yaitu GAJI, dan aplikasi pendukung lainnya. Sistem-sistem tersebut berperan penting dalam proses pembayaran, penyaluran dana, hingga pelaporan keuangan negara.
Tidak hanya mengelola sistem agar tetap berjalan, SITP juga secara aktif melakukan pengembangan dan penyempurnaan sistem. Dalam satu tahun, dilakukan sekitar 400–500 perubahan dan penyesuaian, baik untuk mengikuti perkembangan teknologi, menindaklanjuti arahan pimpinan dan kebijakan Presiden, maupun menjawab kebutuhan pengguna. Hal ini menunjukkan bahwa sistem perbendaharaan negara bersifat dinamis dan terus beradaptasi.
Selain itu, mahasiswa juga mendapatkan pemahaman mengenai pemantauan sistem di kantor vertikal DJPb serta pentingnya menjaga keamanan sistem informasi di tengah meningkatnya ancaman dan serangan siber terhadap sistem pemerintahan. Ke depan, DJPb juga terus menyiapkan langkah strategis pengembangan sistem, termasuk integrasi antar aplikasi, optimalisasi pengolahan data untuk mendukung pengambilan keputusan, serta inovasi pengelolaan keuangan negara.
Melalui kegiatan TGIF ini, diharapkan mahasiswa PKN STAN memperoleh bekal dan inspirasi mengenai penerapan ilmu Sistem Informasi di sektor publik. Materi yang disampaikan diharapkan dapat menjadi gambaran bagi para mahasiswa, baik untuk mendukung proses pembelajaran di kampus maupun sebagai persiapan memasuki dunia kerja, khususnya dalam pengelolaan keuangan negara berbasis teknologi.[SAF]
Kegiatan ini bertujuan memberikan gambaran nyata mengenai bagaimana APBN dikelola dan dijalankan melalui sistem yang andal, terintegrasi, dan terus berkembang mengikuti kebutuhan zaman.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala Subdirektorat Pengelolaan Sistem informasi Eksternal Direktorat Sistem Informasi dan Teknologi Perbendaharaan DJPb, Iwan Teguh Setiawan, menjelaskan bahwa Pengelolaan keuangan negara tidak hanya bergantung pada regulasi dan sumber daya manusia, tetapi juga pada sistem informasi yang dirancang dan dijalankan dengan baik agar seluruh proses berjalan akuntabel, tepat waktu, dan tepat sasaran.
Melalui paparan yang disampaikan, mahasiswa memperoleh gambaran mengenai core system perbendaharaan negara serta berbagai aplikasi utama yang digunakan, seperti SPAN, SAKTI, MPN, sistem penggajian berbasis web yaitu GAJI, dan aplikasi pendukung lainnya. Sistem-sistem tersebut berperan penting dalam proses pembayaran, penyaluran dana, hingga pelaporan keuangan negara.
Tidak hanya mengelola sistem agar tetap berjalan, SITP juga secara aktif melakukan pengembangan dan penyempurnaan sistem. Dalam satu tahun, dilakukan sekitar 400–500 perubahan dan penyesuaian, baik untuk mengikuti perkembangan teknologi, menindaklanjuti arahan pimpinan dan kebijakan Presiden, maupun menjawab kebutuhan pengguna. Hal ini menunjukkan bahwa sistem perbendaharaan negara bersifat dinamis dan terus beradaptasi.
Selain itu, mahasiswa juga mendapatkan pemahaman mengenai pemantauan sistem di kantor vertikal DJPb serta pentingnya menjaga keamanan sistem informasi di tengah meningkatnya ancaman dan serangan siber terhadap sistem pemerintahan. Ke depan, DJPb juga terus menyiapkan langkah strategis pengembangan sistem, termasuk integrasi antar aplikasi, optimalisasi pengolahan data untuk mendukung pengambilan keputusan, serta inovasi pengelolaan keuangan negara.
Melalui kegiatan TGIF ini, diharapkan mahasiswa PKN STAN memperoleh bekal dan inspirasi mengenai penerapan ilmu Sistem Informasi di sektor publik. Materi yang disampaikan diharapkan dapat menjadi gambaran bagi para mahasiswa, baik untuk mendukung proses pembelajaran di kampus maupun sebagai persiapan memasuki dunia kerja, khususnya dalam pengelolaan keuangan negara berbasis teknologi.[SAF]


























