Liputan kortek RPPN kick off meetin
Jakarta, perbendaharaan.go.id &ndash Kesungguhan Ditjen Perbendaharaan dalam menyukseskan pelaksanaan SPAN tidak perlu diragukan. Persiapan menyambut proyek besar dalam reformasi penganggaran dan perbendaharaan Negara tersebut kembali digelar.  Bertajuk kick off meeting tim RPPN yang dilaksanakan di Gedung Ex. MA, Jakarta, Jum&rsquoat (23/9), persiapan pelaksanaan SPAN semakin dimantapkan.
&ldquoKehadiran kita di acara ini menjadi satu pertanda dari tingginya komitmen untuk mensukseskan SPAN,&rdquo kata Dirjen Perbendaharaan, Agus Suprijanto, saat membuka acara kick off meeting tim RPPN di Jakarta. &ldquoSebagai salah satu program transformasi dengan skala yang cukup besar, tentu SPAN juga dihadapkan pada skala permasalahan yang sama. Kembali lagi, sinergi diantara kita menjadi kuncinya. Saya meyakini segala persoalan tentu ada solusinya. Hanya saja, apakah kita memiliki kemauan dan kesediaan untuk bersama-sama mengatasinya,&rdquo lanjut beliau.
Pembangunan SPAN bertujuan untuk mencapai efektifitas, efisiensi, akuntabilitas dan trasnparansi dalam pengelolaan anggaran dan perbendaharaan Negara.
&ldquoTujuan SPAN ini adalah amanat dari Undang-undang Keuangan Negara yang merupakan tonggak reformasi pengelolaan keuangan negara,&rdquo  kata Agus Suprijanto lagi. &ldquoReformasi tersebut akan berusia 10 tahun di 2013 nanti. Untuk memperingati itu, sebagaimana jadwal yang telah disusun,  Januari 2013 SPAN yang didukung pula oleh Sistem Aplikasi Keuangan Tingkat Instansi/SAKTI akan kita luncurkan,&rdquo papar Dirjen Perbendaharaan ini.
Bagi Kementerian Keuangan, RPPN menjadi indikator kinerja bersama. Oleh karenanya, semua pihak di jajaran kementerian yang dipimpin oleh Agus Martowardojo ini perlu lebih bersinergi untuk mensukseskannya, meski menurut Dirjen Perbendaharaan, saat ini sudah bekerja sama dengan cukup baik.
&ldquoSaat ini kita sudah bekerja sama dengan cukup baik, namun demikian, dengan besarnya tantangan yang kita hadapi, kerja sama yang sudah terjalin harus diperKuat lagi,&rdquo harapnya.
Kembali menurut Agus Suprijanto, saat ini RPPN yang terimplementasi melalui SPAN akan memasuki fase yang krusial, dalam tri wulan terakhir di tahun 2011, memasuki tahap User Acceptance Test (UAT). &ldquoKita tentu memahami urgensi dari UAT. Go or not go-nya piloting SPAN yang direncanakan dilaksanakan mulai Januari 2012 ditentukan dari hasil UAT tersebut. Untuk itu, konsentrasi kita harus ditujukan untuk kesuksesan UAT SPAN ini,&rdquo tandas Agus Suprijanto lagi.
Acara kick off meeting tim kortek RPPN dihadiri oleh Staf Khusus Menteri Keuangan Bidang Teknologi Informasi, Bobby A.A. Nazief, Sekretaris Ditjen Perbendaharaan, Sekretaris Direktorat Jenderal Anggaran, Para Direktur DJA, Para Direktur DJPBN, Inspektur III Itjen, dan Kepala Pusintek-SetjenKemenkeu serta anggota tim kortek RPPN.
&ldquoKita semua berada di dalamnya dan dibentuk dengan tujuan yang sudah jelas. Ukuran keberhasilannya juga sudah jelas. Tanggung jawab masing-masing sub tim juga sudah jelas. Saya rasa sekarang saatnya kita menunjukan profesionalisme kita,&rdquo kata Agus Suprijanto di hadapan para anggota tim Kkortek RPPN. &ldquoOleh karena itu, Sekali lagi saya mengajak Anda semua yang hadir di acara ini untuk memberikan kontribusinya secara maksimal sehingga rencana yang sudah dibuat dapat terwujud. SPAN dapat terimplementasi dengan baik. Dan kita dapat selangkah lebih maju demi menjadi pengelola keuangan negara yang professional dan modern,&rdquo tegasnya lagi.
Oleh : Bambang Kismanto dan Novri H. S. Tanjung &ndash Media Center Perbendaharaan












