Tapaktuan – KPPN Tapaktuan menyelenggarakan sosialisasi inovasi layanan pada Rabu (8/4/2026). Kegiatan ini dipimpin oleh Kepala KPPN Tapaktuan, Linggo Supranggono, dan dihadiri seluruh Kepala KPPN lingkup Aceh, termasuk KPPN Lhokseumawe dan KPPN Kutacane yang turut mengikuti pembangunan Zona Integritas menuju WBBM 2026.
Dalam kegiatan tersebut, KPPN Tapaktuan memperkenalkan tiga inovasi unggulan tahun 2026, yakni TJ 074 (Tamu Jauh 074), MOGE 074 (Monitoring Gaji 074), dan PEUTROE 074 (Pejabat Perbendaharaan Tersertifikasi Online). Inovasi-inovasi ini dikembangkan untuk menjawab tantangan geografis, meningkatkan kepatuhan satuan kerja, serta memperkuat tata kelola perbendaharaan berbasis digital.
TJ 074 merupakan layanan konsultasi jarak jauh berbasis Microsoft Teams yang memungkinkan satuan kerja memperoleh pendampingan tanpa harus hadir langsung ke kantor. Sementara itu, MOGE 074 hadir sebagai dashboard monitoring berbasis Google Sheets untuk memantau kepatuhan rekonsiliasi dan penyampaian SPM, sekaligus memastikan ketepatan waktu pembayaran gaji induk. Adapun PEUTROE 074 berfungsi sebagai sistem pemantauan sertifikasi pejabat perbendaharaan secara real-time guna mendukung profesionalisme dan akuntabilitas pengelolaan keuangan negara.
Pada kesempatan yang sama, KPPN Lhokseumawe memaparkan inovasi SiFRANS v2 dan MONJAGO. SiFRANS v2 digunakan untuk monitoring dan evaluasi penyaluran dana transfer ke daerah dengan tampilan data komparatif antar tahun, sedangkan MONJAGO berfungsi memantau penyampaian SPM, rekonsiliasi, serta ketepatan waktu penyampaian gaji oleh satuan kerja.
Sementara itu, KPPN Kutacane memperkenalkan inovasi REALINDA, yaitu sistem informasi penyaluran dana ke pemerintah daerah yang menyajikan data detail terkait SPM, SP2D, dan nilai penyaluran secara terkini.
Kepala KPPN Tapaktuan, Linggo Supranggono, menyampaikan bahwa sosialisasi ini bertujuan untuk mengukur efektivitas berbagai inovasi yang telah dikembangkan sekaligus mendorong replikasi dan keberlanjutannya.
“Kegiatan ini diharapkan dapat menghasilkan pola pelayanan yang lebih baik serta mendukung peningkatan kualitas layanan kepada stakeholder,” ujarnya.
Selain sosialisasi inovasi, kegiatan ini juga diisi dengan diskusi terkait tahapan pembangunan Zona Integritas menuju WBBM 2026, khususnya dalam menjaga keberlanjutan inovasi baik selama proses maupun setelah pencapaian predikat tersebut.




